
"Tunggu!! Akan ku balas perbuatan kalian. Dan sekarang akan ku mulai dari Maria terlebih dahulu!" Seru Mia yang sudah ready untuk mencoba saran dari Aether. “Akan ku buat jantung mu minta pensiun diri Maria.”
"Nah, itu dia kamar Maria." Ujar Mia dengan sebuah senyuman usil di wajahnya.
Mia pun masuk ke dalam kamar itu. Matanya menyapu semua yang ada di ruangan nya itu untuk mencari sosok yang ia cari. Maria... sahabat yang telah berani-beraninya menggoda tunangan nya.
Tekad Mia sudah bulat untuk menakuti nakuti Maria malam ini. "Dimana dia!!" seru Mia berjalan dengan santai di kamar itu.
"Disitu dia rupanya." Ujar Mia begitu melihat Maria duduk bersama beberapa orang temannya.
"Apa aku juga bisa menyerupai wajah seseorang?" tanya Mia pada dirinya sendiri. Mia pun mencari cermin di kamar Maria. Dia mau mengetes sejauh mana kemampuan yang dimiliki nya sebagai seorang makhluk setengah hantu.
"Mari kita lihat apakah aku bisa merubah wajah ku menjadi Maria? Kalau bisa aku akan menakuti-nakuti teman-teman Maria terlebih dahulu." Ujar Mia dengan sorotan mata yang penuh dengan ide jahil.
__ADS_1
"Ayooo Mia!! konsentrasi!! konsentrasi!!!" Mia pun membayangkan wajah Maria. Dan betapa terkejutnya Mia, dia bisa merubah wujudnya menjadi Maria. Mia pun tersenyum dan berkata,"Show time..."
"Aku akan ambilkan sesuatu untuk kita makan sambil nonton ya!!" Ujar Maria pada kedua teman nya yang dahulu satu sekolah dengan nya sebelum dia mengikuti Mia ke Inggris.
Maria pun bangkit dan pergi keluar dari kamar itu menuju ruang bawah untuk mengambil beberapa cemilan.
"Len.. si Maria enak banget ya!! Udah Kaya! Baik! Apalagi kalau sahabatnya yang bego itu meninggoy beeeugh.. lengkap sudah kebahagian duniawi ini akan menjadi miliknya. Aku dengar orang tua sahabat nya si Maria itu sudah menganggap Maria sebagai anak mereka sendiri." Ujar Yuni pada Lenna.
Mereka berdua ini memang sahabat sehidup semati nya si Maria. Mereka juga berasal dari keluarga kaya dan terpandang di kota ini. Tapi Mia sama sekali tahu kalau tiga orang luchnut ini bersahabat. Setahu Mia, Maria nya hanya lah sahabatan dengan diri nya seorang.
Mia pun keluar dari kamar Maria...
******
__ADS_1
"Eh.. cepat banget lo Maria balik nya!!" Ujar Yuni pada Maria yang berjalan tanpa ekspresi ke arah mereka.
"Katanya lo pergi ambil cemilan? Mana cemilannya tanya Yuni yang melihat Maria datang dengan tangan kosong.
Maria menoleh sambil tersenyum kearah kedua temannya."udah habis..."jawab Maria seakan berbisik.
"Udah habis? Gila aja lo!! Itu cemilan lo yang limited edition atau lo nya yang rakus?" Ejek Yuni sambil bergurau dengan Maria seperti biasa.
Tapi Maria hanya menjawab perkataan Yuni dengan sebuah senyuman creepy di wajahnya. Yuni yang melihat Maria seperti itu entah mengapa merasa seluruh bulu roma nya berdiri.
Yuni menyenggol lengan Lenna yang sedang asik menonton TV.
"Ih apaan si Yuni !!" Ujar Lenna yang merasa terganggu karena Yuni menyenggol tangannya.
__ADS_1
"Leeni!!" panggil Yuni dalam satu tarikan nafas. Yuni tidak dapat mengalihkan wajahnya dari wajah Maria yang masih menatapnya dengan creepy.