My Little Secret

My Little Secret
#39


__ADS_3

“Ayoo lah Ska, semakin cepat, semakin baik. Apa kau tidak ingin segera menjadi manusia normal?” ucap Aether melalui pikiran nya untuk meracuni pikiran Skala.


“Aku benar-benar telah masuk ke dalam jebakan Aether!” sunguh Skala dalam hati.


“Apakah dia benar-benar bisa mengantar kita ke Inggris Ska?” tanya Mia pada Skala, tapi Skala hanya diam sebab saat ini Skala sedang bernegosiasi dengan Aether.


“Akan aku berikan dua gedung ku pada mu Aether tapi aku mau kau mengantar langsung aku dan Mia ke tubuh nya. Bagaimana?”


“Tiga! Tiga gedung!” tawar Aether yang kini bahkan melebih seorang perampok.


“Tiga? Itu artinya semua gedung terbengkalai ku akan menjadi milik mu!” Protes Skala.


“Ikhlaskan saja Ska. Berikan gedung itu pada ku! Karena setelah kau tidak memiliki kekuatan ini lagi, kau tidak memerlukan gedung-gedung itu lagi. Biarkan aku yang mengurus semua setan tampungan mu itu. Aku jamin mereka akan lebih bahagia di bawah managemen ku.” Ucap Aether, masih dalam tahan negosiasi yang alot dengan Skala.


“INGAT! MAKIN CEPAT MAKIN BAIK!” bisik Aether lagi dan lagi.

__ADS_1


“Baiklah aku setuju. Sekarang katakan pada ku, dimana tubuh Mia.”ujar Skala.


Aether pun menjentikan jari nya satu kali lagi lalu sebuah surat kesepatakan muncul di atas meja Skala. “Apalagi itu Aether?”


“Tentu aja surat penjualan aset mu pada ku! Jadi suatu saat kelak kau tidak boleh mengklaim lagi gedung-gedung itu.” Terang Aether.


“Kau sudah lama mengenal ku, dan masih memerlukan ini?? Yang benar saja Aether!”


“Sorry bro, business is business.” Jawab nya dengan senyum terkembang setelah Skala membubuhkan tandan tangan nya di atas surat jual beli yang Aether berikan.


Mia masih merasa canggung untuk memegang tangan Skala. Sebentar di dekat nya tangan nya, dan sebentar di tarik nya menjauh.


“Kalau kau tidak memegang tangan ku dengan benar, maka dia tidak akan mengirim kita ke tempat raga mu berada Mia.” Ucap Skala langsung mengambil tangan Mia dan meletakan nya di tangan nya. “Kami siap Aether.” Ucap Skala.


Mia hanya diam, sebab jujur saja dia merasa ada yang berdetak kencang di dalam dada nya yang tidak dia ketahui apa. “tidak mungkin yang berdetak kencang ini adalah jantung ku kan??” ucap nya mengetawakan diri nya sendiri karena sejak kapan setan punnya jantung.

__ADS_1


“Baiklah! Dalam hitunan ke tiga- TIGA!!” Aether kembali menjentikkan jari nya dan-


*


*


*


*


*


“Dimana kita ini Ska???” tanya Mia panik sebab saat ini diri nya dan Saka berada di depan hutan belantara. Mia pun merapatkan diri nya ke Skala. Walaupun Mia tahu kalau diri nya saat ini bisa di katakan sejenis dedemit juga, tapi jujur saja, Mia sangat lah takut.


“Apa maksud mu Aether? Aku sudah membayar mahal tapi mengapa kau menyisipkan wisata horor dalam paket cepat kilat yang aku pilih!” geram Skala protes pada Aether.

__ADS_1


__ADS_2