My Little Secret

My Little Secret
#7


__ADS_3

Hari pun mulai malam kembali, tapi kali ini scene kembali ke ruang kerja Skala dan Aether


Hari telah menunjukan pukul 11 malam. Secara ajaib sejak pertengkaran Skala dan Aether tadi, ruang kerja Skala benar-benar menjadi milik Skala seorang. Walaupun merasa senang karena tidak lagi berbagi ruangan dengan Aether, tidak dapat Skala pungkiri kalau diri nya merasa kesepian di ruangan nya itu.


Itu lah mengapa Skala mengajak serta asistennya yang bernama Radit untuk menemani nya lembur malam ini di lantai 12 gedung itu.


"Pak, sebaiknya kita pulang sekarang! Sudah tengah malam." Ucap Radit, sambil mengusap-ngusap tengkuknya yang entah sejak kapan terasa dingin.


"Whoosssssshhh...!!Sekelebat bayangan berlari di belakang Radit. Membuat Radit menggidikan pundaknya, merasakan hawa dingin yang membuatnya merinding.


" Hemm.. sebentar lagi!" Jawab Skala, pura-pura tidak melihat bayangan wanita yang sedari tadi wara wiri di belakang asistennya.


"Pak!" Radit bergeser ke arah bos nya. " Apa kau pernah mendengar kisah lantai 12 gedung ini? " Ucap Radit, pelan. Dan semakin dekat dengan Paknya.


"Tidak ada apa-apa di gedung ini Radit! Kalau kau takut bekerja disini, kau boleh mengundurkan diri besok!" Ucap Skala, cuek.

__ADS_1


Radit menelan Saliva nya, tidak mungkin baginya yang baru satu hari bekerja, ikut mengundurkan diri seperti assiten Pak Skala sebelumnya.


"Tidak, Pak! Saya tidak takut!" Radit berusaha menekan rasa takutnya. Dan duduk kembali di sofa sambil mengerjakan berkas-berkas yang akan dipresentasikan besok pagi.


Untuk menghilangkan rasa takutnya, Radit memutuskan untuk mendengarkan lagu dengar headset nya. Bahkan volume suara nya pun Radit naikkan ke maksimal.


Namun tanpa Rabit sadari, sekelebat bayangan wanita kembali muncul di belakang Radit! Tapi yang menjadi target sang setan seperti nya bukan lah Radit, melainkan Skala sebab setan itu saat ini sedang menatapa Skala dengan mata merah. Sebuah tatapan yang sangat tajam.


Skala mengalihkan pandanganya ke berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya. Padatnya pekerjaan akhir tahun selalu membuat Skala harus bersedia lembur hingga tengah malam.


Skala berusaha tidak bergeming! Tidak menganggap ada kehadiran hantu wanita yang sedari tadi mengganggu di ruangannya.


"Aku tahu kau bisa melihat ku!!!" Ujar hantu wanita itu kini dengan posisi kepala di bawah dan kaki menggantung di atas. Di dekatnya, wajahnya ke wajah Skala. Hingga Skala dapat dengan jelas merasakan deru nafas hantu wanita itu.


"Aku tahuu kau bisa melihat ku!!" Ucapnya, semakin dekat dengan wajah Skala.

__ADS_1


"Aaaku..... Aaaaaaakh!!!" Pekik hantu wanita itu, tubuhnya terbanting ke atas meja kerja Skala.


"Sudah berapa kali ku katakan, untuk menjauhkan wajah jelek kalian dari ku!!!" Seru Skala, Kesal. Dan menjambak rambut si hantu wanita. Dan membanting nya ke atas meja kerjanya.


Si hantu wanita yang tidak tahu kalau Skala memiliki kemampuan untuk menyentuhnya, bahkan menjambak rambutnya dan membantingnya seperti tadi menjadi ketakutan. "Sekali lagi kau datang dengan wajah jelak mu itu maka akan ku permak sendiri wajah mu dengan tangan ku!" Ancam Skala pada hantu wanita yang meringkuk ketakutan itu.


"Dia lebih menyeramkan dari pada setan!"Gumam hantu wanita, dalam hati. Takut terdengar oleh Skala.


Radit yang kaget mendengar teriakan tuan nya, langsung berlari menghampiri bos nya.


"Ada apa Pak?"Tanya cemas. Mencoba mengingat-ingat apa yang barusan Paknya ucapkan karena ia tidak dapat mendengarkannya dengan jelas sebab headset yang dipakai nya.


πŸ˜Άβ€πŸŒ«οΈπŸ˜Άβ€πŸŒ«οΈπŸ˜Άβ€πŸŒ«οΈπŸ˜Άβ€πŸŒ«οΈ


Bentar bestie.. aku ngumpet dulu ..

__ADS_1


__ADS_2