My Little Secret

My Little Secret
78


__ADS_3

Nick sungguh merasa lelah lahir batin malam ini. Untuk sesaat dia ingin memejamakan matanya." Skala apa rumah mu masih jauh?" Tanya Nick pada Skala yang terlihat fokus menyetir mobil itu.


"Tidak. Itu di depan. Bentar juga udah sampai." Jawab Skala, lalu menoleh pada Nick yang sedang menguap sangat besar itu.


"Kau sudah ngantuk ya Nick ?" Tanya Skala kemudian.


"Beberapa jam bersama mu sungguh sangat menguras tenaga ku! aku sungguh ingin beristirahat dengan tenang malam ini." coloteh Nick.


"Kalau begitu sebaiknya kau tidur saja di kamar ku malam ini." Tawar Skala pada Nick.


Nick yang mengira Skala menawari nya untuk tidur di kamar Skala karena kasihan melihat dirinya yang sangat ketakutan sebab peristiwa di mobil tadi, dengan yakin mengatakan pada Skala...


"Tidak! Aku tidur di kamar lain saja. Kau tidak perlu khawatir aku tipikal orang yang mudah untuk melupakan sesuatu. Apalagi jika sudah sangat ngantuk seperti ini." Tolak Nick.


"Kau yakin?" Tanya Skala sekali lagi untuk meyakinkan Nick.

__ADS_1


"Ya.." jawab Nick lalu memejamkan matanya. Walaupun sejenak dia ingin otak nya beristirahat dari pemikiran mengenai para demit - demit itu,


"Baiklah kalau begitu..." ujar Skala sambil melirik Nick sekilas. "Paling tidak aku sudah menawari mu Nick!" seru Skala dalam gati.


"Nick!! Bangun! Sudah sampai!!" Ujar Skala membangunkan Nick sambil melepaskan sabuk pengamannya.


"Sudah sampai?" Tanya Nick sambil mengusap wajahnya. Mesti hanya tertidur beberapa menit tapi sungguh terasa sangat nikmat sampai ke tulang-tulang rasanya.


"Heem..." Jawab Skala singkat dan keluar dari mobilnya.


"Wah.. aku tidak menyangka hidup mu sungguh seperti sultan Skala!!" Seru Nick sambil ngakak. Meskipun dia juga termasuk kaya tapi rumah nya tidak sebesar Skala dan pelayannya juga tidak sebanyak pelayan Skala yang dilihatnya sedang berjejer di depan pintu masuk itu.


"Apa Radit sudah pulang ke sini?" tanya Skala pada salah seorang pelayan.


“Benar tuan. Tuan Radit sudah tidur di kamar nya.” Jawab si pelayan sambil menoleh pada Nick.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu." Balas Skala."Oh iya, tolong kau antarkan tuan Nick ini ke kamar yang berada pas di sebelah kamar ku." Perinta Skala pada pelayan tadi.


"Baik tuan." Jawab si pelayan , sopan. " Tuan Nick, mari ikuti saya." Pelayan itu pun berjalan di depan Nick.


"Aku naik dulu.." Ujar Nick pada Skala.


"Ya... !" Jawab Skala. Tapi belum beberapa langkah Nick pergi, Skala kembali memanggil Nick.


"Nick!!!" panggil Skala dan Nick pun menoleh.


"Ada apa Skala?" Tanya Nick yang sebenarnya sudah sangat ngantuk.


"Heem.. ingat, kamar ku pas berada di sebeleh kiri kamar mu." Tunjuk Skala ke lantai atas.


"Ya!! Aku akan mengingat hal itu!!" Nick benar-benar tidak menghiraukan perkataan Skala barusan. Rasa ngantuk dan lelah ini benar-benar sudah bergabung menjadi satu. Bahkan dalam pikiran Nick, andaikan bumi ini bergoyang malam ini, dia pastikan dirinya tidak akan terbangun karena saking lelah dan ngantuknya.

__ADS_1


"Aku rasa aku pun akan segera tidur!" Ujar Skala pada pelayannya. "Dan ya, tolong minta seseorang untuk mengambil mobil Nick yang di tinggalkannya di kilo meter tiga." Perintah Skala.


__ADS_2