My Little Secret

My Little Secret
#33


__ADS_3

“Tapi aku ini hantu, kenapa kau bisa mengatakan aku ini manusia?” tanya Mia, penuh tanda tanya pada Aether. Tidak mungkin malaikat maut bisa salah mengenali manusi dan hantu.


“Kau hantu?” Aether mencondongkan badan nya ke depan dan melihat Mia dengan seksama. “kemarikan tangan mu.” pinta Aether.


Mia pun memadang ke arah Skala seolah bertanya, “ini aman gak mas bro?”


Setelah Skala mengangguk, Mia pun mengulurkan tangan nya. Aether meraih tangan Mia lalu memejamkan mata nya. Dan tidak lama kemudian.....


“Hmm.. gadis kecil, kau itu bermain terlalu jauh. Maka nya kau tersesat dan meninggalkan tubuh mu.” ucap Aether saat membuka mata.


“Maaf, tapi aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan?”

__ADS_1


Aether melihat pada Mia sebentar lalu menoleh pada Skala. “Dimana aku menemukan gadis ini Skala? Apa sedari awal kau sudah mengetahui kalau dia adalah jiwa yang tersesat?” tanya Aether pada Skala.


“Aku bertemu dengan nya di taman. Saat dia mengatakan bahwa diri nya hantu tapi dia bisa menyentuh ku, aku sempat berpikir kalau dia adalah jiwa yang tersesat. Hanya saja aku masih ragu, bisa saja dia sejenis setan yang belum pernah aku temui sebelum nya. Itu lah sebab nya aku membawa nya ke tempat ini untuk bertemu dengan mu.”


“Hmmm.. aku paham sekarang.”


“Kalian berdua ini sedang bicara apa? aku tidak mengerti.” Sela Mia.


“Jadi nona, maaf nama mu siapa?” tanya Aether yang tidak tahu nama Mia.


“Mia dengarkan aku. Kau itu bukan lah hantu tapi kau juga bukan lah manusia. Ada sebuah istilah yang dapat menjelaskan siapa diri mu saat ini, yaitu jiwa yang tersesat. Jiwa yang tersesat adalah jiwa yang keluar dari raga asli nya tapi tidak dapat kembali ke raga asli nya. Sehingga mengakibatkan raga asli mu saat ini mengalami koma. Itu lah mengapa tadi aku mengatakan pada mu kalau kau bermain terlalu jauh. Disini aku bisa melihat kalau kau itu terpisah dari raga mu di Inggris, tapi mengapa jiwa mu ada di Indonesia saat ini?” Aether menunggu jawaban dari Mia.

__ADS_1


“Aku terpisah dari raga ku di Inggris ?” Ulang Mia seolah tidak percaya dengan apa yang barusan di dengar nya. Kalau raga dan jiwa nya itu terpisah di negeri yang jarak sangat sanagt sangat jauh.


“Aether, bisa apakah dia bisa-“ ucap Skala terputus.


“Ya dia bisa dan dia harus.” Potong Aether tanpa harus Skala menyelesaikan perkataan Skala.


“Nona kecil, perhatikan ini.” Aether menyentuh permukaan telapak tangan Mia yang di pegang nya tadi.


“Kau lihat lima mutiara di setiap ujung jari mu itu? Itu adalah masa yang tersisa untuk mu. Saat ini dua jari mu mutiara nya sudah berwarna hitam, hanya tinggal mutiara saja yang masih berwarna putih. Itu arti nya masa mu untuk bertahan sebagai jiwa yang tersesat hanya sebatas tiga mutiara itu saja. Begitu kelima mutiara itu sudah berubah menjadi hitam kelima-lima nya, arti nya waktu mu sudah habis dan kau benar-benar akan menjadi hantu.” Jelas Aether panjang kali lebar pada Mia.


“Itu arti nya sebelum ketiga mutiara itu berubah menjadi hitam maka kau sudah harus menemukan raga nya hanya saja kita tidak tahu dimana raga mu saat ini. Apakah di Inggris? Atau di Indonesia? Kalau pun di Indonesia, dimana?” tukas Aether semakin membuat Mia galau.

__ADS_1


☘️☘️☘️


ini yang kasih nama si Aether sopo sih? belibeet ini kak Upe nyebut nya


__ADS_2