My Little Secret

My Little Secret
#79


__ADS_3

"Aku rasa aku pun akan segera tidur!" Ujar Skala pada pelayannya. "Dan ya, tolong minta seseorang untuk mengambil mobil Nick yang di tinggalkannya di kilo meter tiga." Perintah Skala.


Jarak dari gerbang depan ke rumah utama Skala memang sangat jauh, mungkin sekitar sepuluh kilo. Itu lah mengapa para pelayan yang bekerja di rumah itu sering menamai setiap lokasi di sepanjang jalan itu berdasarkan jarak tempuhnya ke rumah utama.


Awalnya Skala tidak peduli dengan kebiasan para pelayan yang suka menamain setiap lokasi di sepanjang jalan itu tapi karena sering mendengar para pelayan mengatakan hal tersebut berulang, Skala pun jadi ikut-ikutkan menyebutkan nama lokasi di sepanjang jalan dari gerbang ke rumah utama berdasarkan kilometernya. Dan lihatlah, akhirnya itu bermanfaat.


"Baik tuan!" Jawab si pelayan dan langsung mengajak salah satu rekannya untuk menjemput mobil yang dikatakan oleh Skala tadi.


Meskipun para pelayan di sana adalah orang-orang indigo, tapi tetap saja sangat mengerikan bila berpapasan dengan hantu tengah malam seperti ini.

__ADS_1


"Tolong bawakan segelas jus ke dalam kamar ku." Perintah Skala pada pelayan yang lainnya.


Setelah yakin tidak ada lagi yang harus dia lakukan, Skala pun naik ke atas. Ketika Skala sampai di pintu kamarnya, Skala melihat ke arah pintu kamar Nick. "Semoga kau tidur seperti kerbau malam ini Nick!" Doa Skala demi kebaikan Nick.


Sebenarnya maksud Skala meminta Nick untuk tidur di kamarnya karena Skala tidak ingin Nick menjadi bulan-bulanan hantu dan demit di rumah nya ini. Skala hanya tidak ingin Nick kurang tidur sebab besok pagi Nick harus menemani Skala untuk berkeliling seluruh rumah sakit kota sebelah mencari keberadaaan Mia.


Entah mengapa kini Skala kembali teringat pada Mia. Saat Skala baru saja akan memikirkan Mia, tiba-tiba saja terdengar suara pintu nya yang di gedor dengan sangat kuat dari luar..


"Huft!! Ini lebih cepat dari yang aku kira...." Gumam Skala lalu membuka pintu kamar nya.

__ADS_1


"Kau ingin mengerjai ku Skala?" Sungut Nick keesokan paginya ketika mereka sudah sampai di rumah sakit. Pengalaman nya dikerjai oleh berbagai macam demit di rumah Skala semalam sungguh membuat Nick kapok untuk tidur di rumah Skala.


"Aku sama sekali tidak bermaksud begitu. Bukankah aku juga menawarkan pada mu untuk tidur di kamar ku. Tapi kau sendiri kan yang menolak penawaran ku!" Protes Skala yang tidak terima jika dikatakan dia sengaja mengerjai Nick.


Jelas-jelas dia sudah menawari Nick untuk tidur bersama tapi Nick dengan lugas mengatakan, aku adalah tipikal orang yang mudah untuk melupakan sesuatu .. Setelah dia dikerjai oleh setan - setan itu dia malah pontang panting lari ke kamar Skala semalam.


"Aku tidak akan pernah bersedia untuk kembali lagi ke rumah mu yang sarang demit itu!!" Gerutu Nick, sambil membuka pintu ruang kerja nya.


"Memangnya aku ada menawarkan mu untuk menginap di rumah ku?" Jawab Skala dengan nada yang terdengar begitu menyebalkan di telinga Nick.

__ADS_1


"Awas saja! akan aku kerjai balik kau Skala!!!" Seru Nick dalam hati.


"Tunggulah disini sebentar. Aku sudah meminta perawat membawa kan semua rekap pasien yang mengalami koma yang di berada di bawah pengawasan rumah sakit kami." Ujar Nick, bohong. Padahal dia baru saja akan mengatakan hal itu pada perawat nya.


__ADS_2