
Saat Rain sedang mengokohkan hubungan terlarang nya bersama Maria, Saka dan ayma Mia sudah berada di dalam kamar Mia.
"Hai.." sapa Mia yang sudah bisa bersandar di tempat tidur nya.
"Hai..."balas Saka menyapa sepupu nya itu. Saka Rasa nya ingin menangis sebab akhir nya Mia kembali terbangun.
"Apakabar mu kak Saka?" Tanya Mia kemudian.
"Kau ini!! akulah yang seharusnya bertanya apa kabar mu! Sudah jelas-jelas kau..kau yang sudah tertidur begitu lama. Bisa -bisa nya malah kau yang bertanya kabar ku!!" omel Saka seperti biasanya.
"Cerewet mu tidak juga hilang meski sudah kita tidak bertemu dengan mu." Canda Mia.
"Wah.. Kalau kalian sudah bertemu aku sungguh tidak di anggap." Sang ayma pun memasang wajah cemberut.
"Hhhhhhmmm... aku rindu!!" rengek Mia, yang saat dia mencoba untuk memeluk sang ibu, tubuh nya tidak mau di ajak bekerja sama.
"Aa..aaAa..." Teriak nya kesakitan saat mencoba mengangkat tubuh nya.
"Nona, tubuh mu masih lemah. Kau terlalu lama berbaring, jadi perlu waktu untuk memulihkan semua nya seperti semula." Terang seorang dokter yang langsung datang saat mendengar Mia berteriak kesakitan.
"Kau ini!! sungguh menakuti ku!!!" rutuk Saka, sangat cemas.
__ADS_1
"hehee.. aku kira aku sudah bisa ternyata tidak." jawab Mia seenaknya.
"Jadi menurut kakak sepupu ku ini, aku harus bagaimana agar bisa kembali normal seperti semula?" Tanya Mia pada Saka.
"Kita tunggu papa ya Mia. Papa lebih ahli untuk urusan ini.." ujar Saka.
☘️☘️☘️☘️
Tiga hari pun sudah berlalu semenjak Mia bangun dari koma nya secara ajaib.
"Sudah-sudah-sudah!!"Ketus Mia para terapis nya sambil menepis tangan mereka.
"Sudah tiga hari ini saja yang kita lakukan!! Tapi lihat lah, jangan berjalan, menggeser pantat ku untuk kentut saja aku tidak bisa!"Berang Mia bercampur kesal yang sudah tak terhingga.
"Nona.. sabar lah! Semua nya butuh waktu untuk kembali seperti semula." Jelas salah seorang terapis dengan lembut.
"Ada apa Mia? Kenapa kau ngamuk-ngamuk tidak jelas seperti ini?" seru Rain yang baru saja masuk ke kamar Mia.
"Itu mereka -"
Baru saja Mia mau berkeluh kesah dengan tunangannya, Maria yang juga baru datang tak lama setelah Rain masuk, ikut-ikutan bicara.
__ADS_1
"Aku dengar ribut-ribut dari luar? Ada apa Rain?" Tanya Maria pada Rain.
Mia melihat Maria dan tunangan nya bergantian.
"Mengapa aku selalu melihat mereka datang dan menghilangkan secara bersama ya?" Mia mulai merasa curiga dengan kedua orang ini.
"Kamu kenapa Mia? Ada yang sakit?" Tanya Maria terlihat cemas dan peduli.
"Rain, kamu dari mana?" tanya Mia pada Rain, Mia sama sekali tidak memperdulikan pertanyaan Maria.
"Aku baru saja datang dari perusahaan. Sayang maaf kalau aku tidak bisa menemani mu sepanjang hari." Tukas Rain pada Mia.
"Lalu kau dari mana?" Tanya Mia pada Maria.
"Aku dari kamar ku." Jawab Maria, mulus. Ya sampai saat ini Maria dan ibu nya Tias masih tinggal di rumah Ansel Hardata dengan dalih ingin menjaga Mia.
Andaikan kedua orang ini di tes dengan alat tes kebohongan maka dapat dipastikan bahwa mereka pasti akan lolos.
"benarkah?" tanya Mia curiga pada Rain dan Maria bergantian.
"Tentu saja." Jawab mereka bak pasangan selingkuh yang sudah profesional.
__ADS_1
"Benar kah selama ini hanya kebetulan belaka mereka datang dan pergi di waktu bersamaan?" Ujar Mia membantin.