My Little Secret

My Little Secret
#49


__ADS_3

“Kau sudah sadar Skala?” panggil Mia sambil menepuk-nepuk wajah Skala yang tahu-ahu sudah terbaring di kamar Skala.


“Mia??Ahk!” Skala merasakan sakit di sekujur tubuhu nya.


“Ayooo aku bantu!” Mia pun membantu Skala untuk duduk.


Skala melihat ke sekeliling nya dan alangkah terkejut nya dia saat sadar kalau ini bukan lah ruangan tempat raga Mia berada, melainkan kamar Skala di apartemen yang satu gedung dengan kantor nya.


“Kenapa kita bisa berada di gedung ku Mia?? Bukan nya seharusnya kita langsung menuju raga mu? apa yang terjadi dan mengapa aku bisa tidak sadar kan diri???” bertanyaan beruntun pun keluar dari mulut Skala, seolah langsung menghilangkan rasa sakit di sekujur tubuh nya yang saat ini sedang ia rasakan.


“Aku sudah pergi ke raga ku Skala. Tapi saat aku pergi ke sana, aku tidak bersama mu. Raga dan jiwa mu di antar ke tempat ini.” ujar Mia.


“Jadi dia sudah bertemu dengan raga nya?” ujar Skala dalam hati.


“Lalu apa yang terjadi? Dimana raga mu Mia?” tanya Skala menatap dalam pada Mia, “lalu siap dirimu sebenarnya Mia?” tanya Skala akhir nya.


"Nama ku Mia.. Scarlet Damia Hardata.” Seru Mia yang kini sudah ingat semua nya.


Air mata terus menetes di pipinya. Entah karena dia senang karena telah mengingat siapa dirinya sebenarnya atau karena dia sedih sebab telah membuat orang-orang yang dia sayangi sedih karena kondisinya.


“Kau tahu Ska, tadi aku melihat aypa ku dan ayma ku menangis ku..” Ujar Mia sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


Skala yang tidak tega melihat semua itu langsung menarik Mia ke dalam pelukan nya. “Jika kau tidak kuat untuk cerita pada ku tentang apa yang kau alami tadi, tidak apa-apa Mia. Kau tidak perlu menangis seperti ini.” Skala berusaha menenangkan Mia sambil mengusap lembut rambut panjang berwarna pirang milik Mia.


“Aku harus menceritakan semua nya pada mu, agar kau bisa membantu ku untuk kembali ke raga ku.........” ucap Mia sambil menatap sedih pada Skala.


“Baiklah, kalau begitu aku akan mendengarkan nya.”


“Tadi sewaktu jiwa ku masuk ke portal yang Sky buat...........”


FLASH BACK ON


“Rain, aku akan mengantar Ayma nya Bia ke kembali ke kamar. Kondisinya nya tidak terlihat baik. Dia sangat shock karena terlalu khawatir dengan keadaan Mia tadi.” Ujar Ansel (ayah nya Mia) sambil menepuk pundak Rain yang duduk di samping Mia


.


“Baiklah kalau begitu dan terima kasih Rain.” Ansel pun membawa Lea (Ayma nya Bia) pergi dari kamar Mia. Walaupun pada awalnya Lea (Ayma nya Bia) sama sekali tidak ingin meninggalkan Mia. Dia ingin tetap berada di samping putri kesayangannya itu. Tapi karena Ansel memaksa akhirnya Lea (Ayma nya Bia) pun terpaksa mengikuti Ansel.


Mia yang melihat ayah dan ibu nya pergi tanpa menyadari keberadaannya di kamar itu menjadi semakin sedih. Apa lagi ketika melihat sang ibu yang kelihatannya tidak dalam keadaan sehat seperti sebelum dia mengalami kecelakaan. “apakah ayma sakit karena terlalu memikirkan ku?” Ujar Mia yang masih terus menatap orang tua nya itu hingga mereka menghilang dari pandangan Mia.


Kini di ruangan itu hanya tinggal Mia, Rain dan Maria.


Maria yang tadi nya hanya berdiri di bagian belakang, kini berjalan ke arah depan, tempat dimana Rain sedang berdiri sambil memperhatikan semua alat yang terpasang di tubuh Mia.

__ADS_1


“Sungguh malang nasib mu Sahabat ku.” Ujar Maria sambil memulai aktingnya. Dia terlihat seolah-olah sudah mulai akan menangis. “aku sudah tidak sanggup melihatnya hidup dengan bantuan alat seperti ini.”


Dan ya, Maria pun mulai terisak. Dan tidak main-main, air mata pun nya seakan sudah di setting otomatis untuk mendukung aktingnya itu, membuat pendalaman peran itu sungguh terlihat nyata.


Mia yang mendengar Maria menangis menjadi semakin menangis. Dia tidak pernah menyangka kalau Maria akan sesayang ini pada nya. Maria dan Mia memang berteman karen mereka sama-sama sekolah di Inggris.


Maria selalu mengatakan pada semua orang kalau Maria dan Mia adalah sahabat yang tidak terpisahkan padahal fakta nya bagi Mia, Maria hanya teman biasa. Maka nya Mia kaget melihat Maria yang sesedih itu karena kondisi Mia yang kritis saat ini.


“Ternyata kau sangat sayang pada ku Maria? Maafkan aku yang selalu menyangka kau benar-benar menganggap ku adalah sahabat.” Tukas Mia sambil menangis. Dia menyesal telah menyimpan prasangka buruk untuk Maria selama ini.


Sementara Mia sedang haru-harunya menangis, Rain berjalan mendekat ke arah Maria.


“Aku pun merasa sedih setiap kali melihat tubuhnya yang lemah ini dipasangi alat-alat seperti ini Maria. Terkadang dalam doa ku, aku selalu berharap tuhan segera mengangkat penyakitnya. Jika seandainya tuhan memang lebih menyayangi diri nya maka aku akan dengan ikhlas untuk melepaskannya.” Tutur Rain. Laki-laki itu benar-benar tidak kuat melihat tubuh kecil mungil itu dipasangi banyak sekali alat media untuk menopang hidupnya.


“Aku pun juga selalu berdoa seperti itu Rain. Aku tidak kuat melihat Sahabat ku seperti ini!”


Mia yang mendengar perkataan tunangannya serta Sahabatnya ini auto berhenti menangis dan menatap ke dua orang ini dengan tatapan tidak percaya.


“Kalian tidak sedang mendoakan agar tuhan segera menjemput ku kan?” Seru Mia dengan ekspresi yang sulit untuk digambarkan karena saking out of box nya.


☘️☘️☘️

__ADS_1


😂😂


Kak upe juga rasa doa ni orang berdua rada beda Mia.. coba di dengarin ampe habis... kalai butuh teman untuk dengarin mereka ngobrol... ayoo kak Upe temani..sambil nunggu like, komen dan sajen dari para pembaca semua😂😂😂😂


__ADS_2