
Tanpa disadari kini dirinya tenggelam dalam mimpi ntah sudah berapa lama Kei tertidur hingga tidak menyadari sang CEO sudah berada di kamar nya. Diam namun mematikan ntah apa yang ada dalam fikirannya itu, ditatapnya seorang gadis yang terlelap dan melihat penampilannya itu seperti laki-laki, setiap hari dirinya melihat puluhan karyawan yang berpakaian rapi dan tidak seperti gadis didepan nya ini lalu kenapa gadis ini justru berpakaian tomboy.
Melihat Kei yang tidak kunjung bangun membuat nya harus bertindak, untuk apa dirinya harus menunggu gadis itu dan akhirnya dengan mengambil air minum Zain menyipratkan ke Kei yang masih terlelap untuk membuat gadis itu bangun dari mimpi nya , Kei yang merasa wajah nya basah dan dingin pun terkejut dalam fikirannya mungkin kah saat ini hujan dan saat membuka mata nya pemandangan pertama lebih membuat nya terkejut , bagaimana tidak didepan nya kini sang CEO yang siap menerkam dirinya.
"Sudah puas tidur nya hah! " seru Zain.
"Maaf Tuan " jawab Kei yang langsung berdiri didepan bos nya.
"BANGUN! segera siap kan makan malam. " Perintah Zain dan Kei langsung pergi menuju dapur tanpa menjawab boss nya lagi.
Sudah satu jam kini Kei hampir selesai dengan masakan nya karena dirinya tidak tahu apa yang harus di masak akhirnya memasak yang dirinya bisa seperti biasa masakan sederhana tumis Sayur Kangkung, ayam goreng, sop dan sambel tidak lupa telur dadar special yang biasa ia buat di rumah. Setelah semua siap di meja makan Kei memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar bos nya dan mengatakan bahwa makanan sudah siap.
__ADS_1
"Permisi Tuan. Makanan sudah siap. " ucap Kei sambil mengetuk pintu kamar bos nya.
"Pergi lah bersihkan dirimu! segera kembali ke ruang makan! " jawaban Zain tanpa membuka pintu nya.
Mendengar perintah itu Kei langsung pergi ke kamar nya dan segera membersihkan diri, kini dirinya tidak bisa mandi lama karena takut jadi membuat bos nya marah. Setelah 15 menit kini sudah siap keluar kamar dan menuju ruang makan yang ternyata bos nya sudah duduk di Kursi utama dan seperti nya masih menunggu nya untuk turun.
"Duduk! " perintah Zain setelah tahu Kei sedang berjalan dari belakang nya.
"Tapi Tuan.. " penolakan yang di lakukan Kei.
Kei yang mendengar itu langsung duduk disisi kanan meja, tanpa basa basi Zain mengambil makanan yang sudah Kei masak dan memberi isyarat pada Kei agar ikut makan namun Kei yang tidak memahami itu hanya diam. Dari luar Kenzo masuk dan ikut duduk di meja sebelah kiri melihat Zain yang masih menatap tajam Keisha dan yang ditatap boss nya itu masih mematung kini Kenzo yang harus memberi tahu apa kemauan sahabat nya itu.
__ADS_1
"Ambil makanan mu dan makan! " ucap Ken sambil menyodorkan piring yang berada di tengah meja makan.
"Tapi... " ucap Kei namun sebelum melanjutkan ucapan nya Ken menaruh jari nya di bibir agar Kei diam dan lakukan saja perintah dari bos nya.
Makan malam yang sangat dingin dan membeku meski makan bersama rasa nya Kei tidak bisa menelan makanan nya disaat seperti itu. Lihat saja bos nya yang masih berwajah datar seakan seperti mayat hidup meski begitu sisi lain nya mulai terlihat dengan membiarkan dirinya makan di meja yang sama, padahal bisa saja bos nya itu makan sendiri. Di tengah makan malam tiba-tiba Bos nya terlihat pucat ntah apa yang terjadi, Kenzo yang melihat itu langsung melihat semua makanan yang ada di meja, namun tidak ada yang mencurigakan lalu kenapa Zain langsung pucat.
"Apa kamu menambahkan Udang di masakanmu? " tanya Kenzo yang panik.
"Iya , sambal ini bercampur dengan udang goreng yang sudah dihaluskan. " jelas Kei membuat Kenzo langsung bangun dari duduk dan mengambil air hangat dan di berikan ke Zain untuk diminum.
Zain hanya mencoba menahan rasa sakit nya, dirinya alergi udang dan itu yang selalu dihindari nya namun malam ini dirinya tidak menyadari jika ada udang di masakan Kei karena dirinya pun tidak hafal bagaimana rasa udang dan air hangat yang Ken berikan langsung dihabiskan tanpa menunggu waktu lama, Kenzo yang langsung berlari ke tempat obat untuk mengambil obat namun nihil disana sudah tidak ada persediaan dan ini membuat nya lebih panik karena dirinya tahu Zain harus meminum obat nya dalam kurun waktu 1 jam agar tidak berakibat fatal.
__ADS_1
"Zain aku sudah memesan obat mu, bertahan lah. " ucap Ken yang semakin cemas dan mengajak Zain istirahat di kamar nya meski harus memapah sahabat nya itu.
Kei yang masih terkejut karena melakukan kesalahan lagi, hanya bisa mengatakan betapa bodohnya dirinya itu yang bisa membuat nyawa orang lain melayang dan sekarang apa yang harus dirinya lakukan. Ken yang kembali ke bawah melihat Kei masih diam seperti patung, fikirnya pasti gadis itu terkejut tapi apakah dia tidak mendengarkan semua peringatan dari nya tadi saat berkeliling rumah karena sudah jelas dirinya menjelaskan pada Kei apa saja yang boleh dan tidak boleh Zain konsumsi dan dirinya ingat gadis itu nengangguk tanda paham namun seperti nya gadis itu masih ketakutan sehingga tidak mendengarkan dengan baik.