
Hari-hari yang di lewati Kei tidak ada beda nya dengan pelayan pada umum nya hanya saja dirinya bisa makan bersama boss nya tanpa harus bermimpi, hal ini memang cukup aneh baginya namun lama-lama ter biasa meski tetap saja rasa takut nya pada boss nya itu masih sama. Sudah 1 bulan Kei bekerja dan itu hanya monoton pekerjaan nya seperti sebuah CD yang selalu berulang saja , meski begitu dirinya bersyukur boss nya tidak terlalu sering meminta dia melakukan hal aneh . Kenzo pun selama ini selalu membantu nya jika mengalami masalah apa pun, Kebiasaan dari sang CEO Zain pun kini sudah mulai terekam di memori nya Keisha.
................
Hari yang terlihat mendung namun masih enggan hujan untuk turun tidak menyurutkan langkah Zain untuk melakukan pekerjaan penting nya , dalam hatinya was was karena setelah mendapatkan berita besar dari seseorang dan melajukan Mobil nya dengan cepat ke arah markas DEVIL'S milik nya seolah tidak ingin membuang waktu nya. Sesampainya di markas Zain langsung menuju ke ruang Rapat, sedang kan para anggotanya hanya memberikan hormat saat dirinya masuk ke mansion milik nya itu.
"Rico siap kan anggota terbaik untuk tugas kali ini!" perintah sang King Zain pada tangan kanannya itu.
"Okay King. " jawab Rico dan pergi berlalu membuat sebuah kelompok kecil yang pasti anggota terpilih dan lengkap meski hanya berisi 10 orang saja.
__ADS_1
Mansion Mafia DEVIL'S memang tidak dekat dengan pemukiman warga karena untuk menjaga keamanan dan berita yang pasti mudah tersebar, meski organisasinya belum lama tetap saja dedikasi nya sudah lumayan karena memang lebih banyak dikerahkan untuk membantu pemerintah.
Kini Zain berada di kamar mansion nya menatap foto adek perempuannya yang diambil 7 tahun lalu menampilkan adeknya yang tersenyum manis pada kamera dan memeluk bunga mawar yang baru saja di berikan oleh Kakak nya , kenangan itu membuat Zain tersenyum namun pada akhirnya air mata siap meluncur tanpa di minta.
"Rara ini untukmu Ade ku yang paling cantik. " ucap anak remaja berusia 15 tahun ke adeknya yang berusia 13 tahun mengulurkan seikat bunga mawar putih yang disambut dengan senyuman manis oleh adeknya itu.
"Aku sayang kakak Zada." seruan Zahra dan langsung memeluk Kakak nya.
...............
__ADS_1
ππ‘ππ¨π π½πππ 10 ππππͺπ£ πππ‘πͺ
Di tengah suksesnya Ardana company tentu saja banyak rasa iri yang muncul dari para pembisnis lain, namun Ardana company sudah lama berdiri hanya saja setelah dipimpin oleh Arza Ardana anak dari Tuan Ardana sendiri kini menjadi semakin sukses. Ini lah awal yang akan menjadi musibah untuk keluarga nya, dalam bisnis perebutan tender sudah menjadi hal biasa namun kebanyakan ada yang bermain curang dan mungkin nasib yang sudah menjadi takdir menunjukkan jalan yang benar namun berakhir tidak baik.
Karena pesaing yang dihadapi mulai bermain curang dan itu tidak disadari oleh Arza Ardana, permainan demi permainan di lakukan oleh pesaing nya namun tetap tidak bisa menyamai perusahaan Milik Ardana company. Hingga rasa benci dari seorang pesaing berat sudah tidak sabar untuk melihat kehancuran Ardana company, Tuan X yang melihat perkembangan pesat dari perusahaan pesaing nya itu tidak rela karena sebuah tender besar yang harus nya menjadi milik nya justru kini sudah di dapatkan oleh Arza Ardana. Meski kekalahan tender itu hal biasa tapi tender ini tidak main-main karena bekerja sama dengan perusahaan Berlian yang cukup ternama.
"Harus nya itu jadi Milik ku. " teriak Tuan X sambil melemparkan semua file ke Cermin yang ada diruangannya.
"Culik anak Arza Ardana secepat mungkin dan pasti kan jangan meninggalkan jejak! " perintah Tuan X pada anak buahnya yang sedari tadi memberikan berita tentang tentang kerja sama tender yang sudah di dapatkan oleh Ardana company.
__ADS_1
"Baik Boss. " pergi meninggalkan boss nya yang masih dalam amarah.