
"Smart. Apa yang mengusik prince Abhi?" tanya Kenzo dengan tatapan serius.
Abhi menatap kearah Zahra. Memastikan semua masih aman, sebelum beralih menatap Kenzo. "Apa yang terjadi pada keluarga papa? Kenapa papa membatasi kebebasan kami?"
Sudah kuduga. Tapi ini bukan hakku, Zain bersiaplah menghadapi keras kepalamu sendiri.~ batin Kenzo.
"Uncle akan bicara to the poin. Tanyakan pada daddy, tapi jangan mommy. Tapi, biarkan uncle berbicara dengan daddy mu dulu. Abhi pasti paham maksud uncle." jelas Kenzo tanpa basa-basi.
Kenzo mengangguk paham, tapi matanya masih membutuhkan jawaban agar semua pertanyaan didalam hatinya terjawab. "Apakah daddy mencintai mommy sejak awal?"
Kenzo terkejut, satu pertanyaan Abhi sungguh mencubit hatinya. "Nak, daddy Zain sangat mencintai mommy Kei. Bahkan demi melindungi mommy mu, daddy Zain siap mengorbankan nyawanya. Jadi, uncle harap jangan tanyakan hal ini pada daddy apalagi mommy mu. Mommy berbeda dari wanita lain, ketegasan Kei hanya untuk menutupi kelembutan hatinya."
"I know uncle." jawab Abhi dan memejamkan mata.
Selama enam tahun tak ada kekurangan kasih sayang ataupun perhatian. Seluruh anggota keluarga Ardana begitu memanjakan si kembar, begitu pula dengan baby Zee putri tunggal Kenzo juga mendapatkan cinta yang sama dari keluarga Ardana.
Tok… tok… tok…
"Boleh mom masuk?" tanya Kei dari luar tanpa membuka pintu.
__ADS_1
Abhi ingin bangun, tapi tangan Kenzo menahannya. "Biar uncle, uncle akan bicara dengan daddy Zain."
Ceklek…
"Hay de, apa kabar?" Kenzo menyapa Kei dengan senyuman manis.
"Ka Ken kapan balik? Pasti si kembar minta hadiah lagi ya?" tukas Kei melangkahkan kaki masuk ke kamar bermain si kembar.
Kenzo terkekeh dengan sikap Kei yang sangat hati-hati soal pengeluaran. Padahal minta pesawat pribadi pun pasti akan dituruti oleh Zain. "Sudahlah de. Itu hak mereka, Zain dikamar?"
"Ada apa ka?" tanya Kei penasaran, karena Kenzo akan selalu memilih makanan terlebih dahulu dibandingkan memberikan laporan pekerjaan.
"Ka Ken ada-ada saja! Tapi, bukankah yang mengurus Client itu dia. Pasti ada yang…" gumam Kei dan hendak menyusul Kenzo.
Abhi segera mencegat langkah sang mommy, dengan mata menggemaskan. "Mom bantuin Abhi."
"Bantuin apa nak?" Kei mengurungkan niatnya untuk menyusul Kenzo dan mengusap pipi mulus Abhi.
"Kami mau main tebak-tebakan lirik lagu, mama akan jadi juri kami." jelas Abhi dan menuntun Kei untuk mendekati Zahra yang masih mendengarkan lagu.
__ADS_1
Meninggalkan kamar bermain anak, di kamar Zain. Kenzo tengah memandang jengah sikap Zain yang selalu maunya menang sendiri. "Sampai kapan bro? Apa harus aku sendiri yang katakan! Ingat, Abhi sama seperti mu. Kuharap kamu lebih berhati-hati."
Zain menyibakkan rambut basahnya. Memandang pantulan tubuhnya di depan cermin, mata itu tajam dengan duka mendalam. Kenzo tahu bagaimana Zain mencoba bangkit setelah semua bencana dalam keluarga Ardana. "Baiklah. Aku akan bicara dengan Abhi, bagaimana dengan Rara?"
"Rara adalah titisan Kei. Polos dengan penampilan urakan. Saat ini masih aman. Tapi tetap saja, lebih baik bicara jujur dihadapan si kembar secara bersama. Ajaklah Kei, karena mommy si kembar pasti bisa meredam emosi anak-anaknya." Kenzo menatap Zain dari belakang melalui pantulan cermin.
"Kamu benar. Bagaimana perkembangan perusahaan cabang? Bukankah sebaiknya kalian tinggal disini saja. Ini juga rumah mu Ken." tutur Zain membalikkan tubuhnya dan menatap Kenzo yang bersandar di tembok.
Mata Kenzo berubah sendu, ada kenangan yang membuat hatinya tergores menganga. Dengan kehadiran baby Zee, Kenzo harus menerima kenyataan pahit. Dimana sang istri pergi untuk selamanya demi melahirkan seorang pewaris untuk dirinya. "Aku akan membawa baby Zee. Tunggu dua hari lagi."
Zain menghampiri Kenzo, dan memberikan pelukan sesama saudara. Mencoba memberikan kekuatan pada titik terpuruk seorang Kenzo. "Kami ada untukmu! Kei pasti akan memberikan cinta yang sama untuk baby Zee, begitupun aku. Buatlah keluarga kita selalu penuh cinta yang sederhana. Kami keluarga mu Ken."
"Aku tahu Zain." jawab Kenzo membalas pelukan Zain dan melepaskan beban hatinya.
Bagaimana tidak sakit, kebahagiaan menjemput kelahiran baby Zee. Justru menjadi sebuah hantaman terberat untuk Kenzo, istrinya menyembunyikan status kehamilan dengan resiko terburuk dari dirinya. Selama kehamilan tidak ada yang mencurigakan, tapi saat waktu persalinan. Ucapan dokter membuat panah beracun menancap di jantung Kenzo, dengan jelas dokter mengatakan sejak awal jika istrinya mengalami masalah dalam kehamilan dan di anjurkan untuk menggugurkan kandungan saat berusia dua minggu.
Ucapan sang istri masih jelas tergiang di telinganya. Ucapan cinta tulus dan sekaligus perpisahan yang membuat seorang Kenzo tetap bertahan hidup demi baby Zee.
"Mengenalmu adalah anugerah bagiku. Kamu tahu Enzo, aku adalah wanita paling beruntung di muka bumi ini karena menjadi istri mu. Dan kini cinta ku akan tetap bersamamu, berikan cintamu untuk putri kita. Aku titipkan bukti cintaku padamu Enzo. Maaf aku melukaimu dengan fakta yang kini tertancap di hatimu. Aku mencintaimu Enzo, suami terbaikku."
__ADS_1