My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Kepanikan


__ADS_3

Ruangan ICU kini menampilkan cucu nya yang terbaring lemah dan selang infus terlihat ditangan nya, dari lorong rumah sakit terdengar derap langkah kaki semakin mendekat.


"Dimana Zain ayah? " tanya Riana yang masih menangis terisak.


" Lihatlah di dalam tapi tunggu doctor memberi izin, kondisinya masih lemah. " Ardana memberi kan tempat agar yang lain bisa melihat keadaan Zain dari kaca.


"Kakek dimana ka Zada? Apa Rara boleh bermain dengan KK? " ucap gadis polos itu sembari memegang tangan kakeknya.


"Rara sayang tunggu ka Zada sembuh dulu ya nanti baru boleh main. " jawab Ardana pada cucu perempuannya itu sambil mengelus kepala Zahra.


"Rico apa semua aman?" tanya Ardana pada Rico.


Rico hanya menganggukkan kepala nya sebagai tanda membenarkan, namun ntah kenapa Ardana merasa bahaya masih mengintai dan kecemasannya meningkat seakan yang terjadi berikutnya akan buruk.


Kedatangan sang istri membuat nya sedikit tenang meski masih kefikiran.


" Terimakasih sudah kembali untuk kami mas. " Ucap Diana memeluk sang suami dan menangis.


"Tenang lah Zain sudah aman dan kini kita semua berkumpul dalam keadaan baik-baik saja. " Ardana mencoba menenangkan Istri nya.

__ADS_1


Doctor datang dan kembali memeriksa keadaan Zain, 10 menit kemudian doctor memberikan kabar bahwa Zain bisa dijenguk setelah dipindahkan ke ruangan lain.


Kini seluruh anggota Ardana berkumpul diruang rawat Zain dan melihat bagaimana keadaan Zain, disisi lain Tuan X sudah membuat rencana untuk membunuh seluruh keluarga Ardana dengan anak buah nya yang hanya tersisa 10 orang saja. Penampilan sedemikian rupa sebagai perawat rumah sakit membuat orang tidak Akan mencurigai nya, senjatanya pun disiapkan diatas nampan sebagai pengalihan. Ardana dan keluarga nya masih menunggu Zain sadar tidak menyadari bahwa bahaya akan datang namun perasaan Ardana semakin gelisah sehingga dirinya memutuskan keluar ruangan untuk menemui Rico.


"Telfon anggota kita untuk kemari sekarang juga dengan senjata lengkap! Dan berikan senjata mu pada ku, kamu bisa ambil senjata di mobil setelah menelfon. " perintah Ardana dengan raut wajah cemas .


"Baik Tuan. " Rico langsung menelfon Orang di Villa.


(Cepat lah ke rumah sakit dan ber senjata Paham! ) ... perintah Rico.


(Siap Pak).. Jawab an dari seberang.


" Tunggu. Kemari lah aku ingin bicara serious. " ucap Ardana sambil duduk di kursi tunggu depan ruangan cucu nya.


" Ada apa Tuan? " jawab Rico yang sudah duduk disamping boss nya.


" Pastikan seluruh keluarga ku aman dan jaga mereka apa pun yang terjadi nanti. Bantu Zain menjadi kuat buatlah dia tangguh melebihi diriku agar semua musuh tidak ada yang berani mengganggu keluarga Ardana lagi. " dengan wajah yang semakin gelisah namun tegas Ardana memberi perintah terakhir untuk Rico, ntah kenapa hatinya ingin melakukan itu dan Rico lah yang tahu segala nya tentang Ardana karena itu sangat tepat jika Rico yang mendapatkan kepercayaannya.


"Tuan saya akan menjaga keluarga Ardana dengan nyawa saya dan seluruh keluarga saya akan setia pada keluarga Ardana. " balas Rico sambil menggenggam tangan Tuannya.

__ADS_1


"Cepat lah ambil senjata kita tidak punya waktu banyak! " perintah Ardana sambil melihat sekeliling yang sudah memberi isyarat akan bahaya, instingnya sebagai pemburu masih bagus meski sudah lama tidak menggunakan itu.


Dan Rico segera berlari ke bawah parkiran untuk mengambil senjata, dirinya tidak peduli lagi jika tempat itu adalah rumah sakit.


Ardana segera masuk ke ruangan Zain Dan langsung mengunci ruangan itu.


"Arza ambil ini! Lindungi keluarga Kita. " perintah ayah nya Dan memberikan pistol yang tadi di ambil dari Rico.


"Sayang ada apa? Kenapa senjata itu kamu gunakan lagi? " tanya Diana pada Ardana.


"Ayah ada apa? Semua sudah baik-baik saja, Zain juga sudah siuman lihatlah. " menunjuk ke tempat Zain.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Ayah tahu kamu bisa menggunakan senjata meski tidak mahir dan saat ini kita harus melindungi keluarga kita Arza." ucap Tuan Ardana menepuk pundak Anak nya agar bisa memahami situasi saat itu.


" Dengarkan Aku. Tugas mu menjelaskan semua nya nanti pada anggota keluarga kita dan tetap lah menjadi mentari untuk keluarga kita. Kamu adalah kekuatan kami semua istri ku. " ucap Ardana sambil memeluk Istri nya, Diana hanya membalas pelukan Ardana karena kini dirinya paham jika sesuatu pasti akan terjadi dan dirinya harus kuat.


Setelah melepaskan pelukan Ardana menghampiri menantu dan kedua cucu nya.


"Aku mencintai kalian semua dan untuk keselamatan keluarga ku, nyawa ku tidak ada artinya. Kamu menantu terbaik yang selalu menjaga keluarga dengan baik, tetap lah menjaga keluarga kita dengan cinta mu dan berikan dukungan pada Putra ku untuk kuat apa pun yang terjadi nanti. " nasehat Ardana pada Riana menantu satu-satunya itu, Riana hanya menangis Dan memeluk ayah mertua nya.

__ADS_1


__ADS_2