My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Bab 47: Special part # Dia...


__ADS_3

Hutan yang rindang dengan hembusan angin sejuk, memberikan pasukan oksigen yang lebih menyehatkan. Dari tempat keduanya berjalan setelah melewati pintu semak rahasia, terlihat sebuah bangunan besar di depan sana. Jarak lima puluh meter, Zain dan dad Arza menikmati perjalanan dengan obrolan ringan. Pintu gerbang terbuka dengan sendirinya, ketika pendeteksi wajah mengenali siapa yang datang berkunjung.


"Selamat datang king.'' sambut penjaga menundukkan kepala.


Zain mengangguk, sejenak melihat perubahan markasnya. "Dimana paman?"


"Aku disini!" tukas seorang pria dengan satu tangan besi, menghampiri Zain dan dad Arza.


"Selamat datang…" sambut pria itu dengan wajah tanpa ekspresi.


Tangan Zain terangkat menghentikan basa-basi tangan kanannya. "Langsung pada inti!"


"Ekhem! Masuklah King. Semua ada di dalam." jawab pria itu dan membalikkan tubuh untuk kembali memasuki Villa.


Kini ketiga pria memasuki Villa secara beriringan, langkah ketiganya disambut dengan hormat para anggota mafia milik Zain. Dengan melewati ruangan utama, ruangang makan dan berhenti di depan lift. Pria tangan besi menekan satu tombol lantai teratas, lift terbuka dan ketiganya masuk.


"Bisa mulai saja!" tukas dad Arza tidak sabar.

__ADS_1


Zain mengusap pundak sang papa, dan memberikan kode mata pada tangan kanannya. Kode mata Zain diterima dengan sangat baik. "Semua berawal dari dua tahun lalu, dimana kami menemukan pergerakan signifikan dari tuan Robert. Jika anda lupa, saya akan ingatkan siapa itu tuan Robert. Dia adalah paman Cherry dan sekaligus saudara kembar Nicholas."


Hening…..


"Hari itu kami mendapatkan laporan dari beberapa pengintai, jika tuan Robert sering melakukan bepergian ke luar negeri. Padahal tidak ada keluarga lagi setelah Cherry meninggal, masalahnya bukan soal pergi kemana. Akan tetapi, catatan dari sebuah rumah sakit menjelaskan jika Cherry memiliki kembaran yang terbuang. Atau lebih tepatnya, Nicholas merasa putri satunya lagi tak memiliki keberuntungan. Hehe pria bodoh bukan, mempercayai mitos dan membuang putrinya yang tak berdosa…." sambung pria besi dengan nada mengejek.


Puuk…


Tepukan tangan Zain di lengannya, seketika menampilkan cengiran kuda ala anak jaman now. Zain menggelengkan kepala dengan tingkah absurd tangan kanannya, untung saja pria besi adalah orang pilihan kakek keduanya.


"Lalu dengan semua itu, kalian menyimpulkan jika saudara kembar Cherry masih hidup dan kemungkinan akan balas dendam? Apakah begitu?" tanya dad Arza dengan serius.


Ketiganya keluar secara bergiliran, dan meninggalkan lift. Berjalan menuju satu ruangan yang menjadi tempat pengawas seluruh wilayah hutan, pria besi membuka pintu ruangan kaca tanpa mengetuk pintu. "Bez, putarkan video hari kemarin."


"Okay bro." sahut seorang wanita dengan mengacungkan jempol kanannya.


Suara ketikan terdengar, layar virtual yang awalnya menampilkan semua sudut CCTV. Kini berubah menjadi satu layar penuh dengan pemutaran video. Video berdurasi tiga puluh menit itu, menampilkan berbagai spot tempat dengan durasi berganti-ganti. Berawal dari seorang pria yang keluar dari sebuah rumah mewah tingkat standar, pria dengan uban yang menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian bertudung.

__ADS_1


"Rumah tuan Robert, kami fikir itu dia. Tapi video berikutnya menjelaskan jika yang keluar dari rumah itu bukan tuan Robert, dan lebih anehnya lagi rekaman seakan hanya berputar-putar. Video ke-dua di bandara, dari semua penerbangan yang masuk ke kota ini. Tidak seorang pun menggunakan nama keluarga Robert ataupun marga sang ibu Cherry yang sudah terdaftar. Tapi seminggu lalu, tuan Robert membeli sebidang tanah dengan bangunan di tempat yang cukup sepi. Dan ini video rekaman yang sungguh perlu air mata untuk mendapatkannya."


"Mobil sport di depan rumah sederhana, pasti pemandangan kontras. Mustahil seorang pria biasa memiliki mobil harga selangit tapi rumah seharga keju. Dari hasil beberapa analisa, mobil itu disewa atas nama William. Tapi hampir 5 jam, pencarian masih tertahan dimana William berada. Lupakan semua itu, sekarang satu kenyataan kenapa aku mengatakan dia telah kembali. Lebih baik kita ke ruangan tahanan."


Pria besi berbalik dan ingin melangkahkan kakinya kembali. Zain menghentikan langkah tangan kanannya dengan berdiri di depan pria itu. "Jelaskan disini!"


Huuufftt…


Helaan nafas kasar pria besi tak dipedulikan Zain, tapi Zain adalah king. Membuat pria besi berbalik arah dan mendekati kursi dimana seorang operator berada. "Bez, tunjukkan CCTV ruang tahanan tak bernomor!"


Tak ada jawaban selain suara ketikan yang mengubah tampilan layar virtual. Tangan besi pria itu menunjuk ke arah brankar dan tangan satunya menekan lampu hijau di sisi kanan meja. "Masuk ke ruangan tahanan tak bernomor dan buka kain hitam itu!"


Lampu hijau itu seperti alat bicara searah, hanya ucapan dari ruang operator yang bisa memberikan perintah. Sedangkan diluar hanya bisa mendengarkan tanpa membantah, terlihat seorang wanita dengan masker dan pakaian khusus memasuki ruangan tahanan tak bernomor.


Alis Zain terangkat, seingatnya tak ada lagi ruang penyiksaan. Lalu untuk apa datang dengan pakaian perlindungan? Terlebih lagi apa yang ada dibalik kain hitam, dari bentuknya seperti mayat. "Mayat siapa?''


Wanita di ruangan tak bernomor menarik kain hitam dengan sekali gerakan menggunakan tangan bersarung nya. Dad Arza dan Zain mencoba mengenali sesosok mayat dengan luka yang cukup brutal, dilihat dari hasil akhirnya maka sudah pasti sosok itu mendapatkan penyiksaan yang luar biasa.

__ADS_1


Tubuhnya bukan hanya penuh luka sayatan di dada dan wajah, tapi luka bakar juga membakar habis rambut sosok itu. Belum lagi kulit kedua kakinya meleluh dan kulitnya seperti tersiram air keras. Bez, membesar gambar dan membuat Zain perlahan mengenali sosok mayat mengenaskan itu. " Dia…"


__ADS_2