My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Bab 59: Special part #Satu Kesempatan


__ADS_3

Meninggalkan kegilaan Ery, di sebuah ruangan nan tenang. Seorang pria tengah melirik wanita disampingnya. Wajah yang cantik meskipun tanpa make up. Wajah natural itu mengingatkan dirinya akan cintanya yang masih tersimpan di hati.


"Haloo? Ada apa?"


Tidak ada respon dari pria yang mencuri pandang kearahnya. Sungguh rasanya ingin menghentikan waktu, semua seperti mimpi baginya. Berada dibawah satu atap tanpa perdebatan yang memusingkan. Ide jail terlintas di kepalanya dan dengan penuh semangat. Kedua tangannya menangkup wajah pria di sampingnya dan mendekati wajah itu dengan senyuman termanis.


Cup


"Aurel!"


Aurel tersenyum manis setelah berhasil mencuri kecupan di bibir sang duda tampan alias bibir Kenzo yang bebas tanpa hambatan. Kenzo yang tengah melamun tak sadar ketika Aurel mendekati dirinya dan mengecap bibirnya tanpa izin. Lihatlah wajah Aurel bukannya tersipu malu tapi justru terlihat puas. "Mari bicara serius. Sampai kapan kamu mengejarku? Sudah berapa kali aku…"


"Ya ya ya. Dokter Aurel, kamu baik dan cantik. Masih banyak pria diluar sana yang lebih dari pada aku. Babang Kenzo, mas duda sayang. Aurel jatuh cinta sama babang, bukan sama cowok lain. Paham. Aurel cinta babang Kenzo seorang." Aurel menyela ucapan monoton Ken yang pasti seperti copy paste selama beberapa bulan terakhir.


Helaan nafas Ken terdengar jelas, Aurel mendekati Ken lagi. Menghadapkan tubuh Ken kearahnya. Wajah pasrah Ken, membuat Aurel menangkup wajah Ken dan dengan terang-terangan Aurel duduk dipangkuan Ken. "Sekali saja tatap aku sebagai wanita bukan dokter apalagi orang asing. Rasanya sakit setiap kali kamu mengacuhkan aku, Ken tidak bisakah kamu memberikan aku satu kesempatan?"


"Apa yang kamu harapkan dari duda beranak satu? Kamu tahu aku mencintai Selena. Baby Zee menjadi prioritasku, keluarga Ariana menjadi duniaku. Apa kamu siap menjadi prioritas yang kesekian?" Ken menatap Aurel dengan dalam, menyelami mata hazel di depan matanya.


"Aku siap. Aku tidak akan mengeluh, aku tahu Baby Zee dan keluarga Ardana segala-galanya untukmu. Berikan aku satu kesempatan dan jika aku tak sanggup atau kamu merasa aku menuntut untuk diprioritaskan. Silahkan tinggalkan aku." Aurel menjawab dengan tegas dan penuh percaya diri, membuat Ken tersenyum tulus.


"Babang jangan semanis itu, aku bisa meleleh." ujar Aurel mengedipkan mata kanannya.


"Hehehe kamu ini. Sampai kapan mau duduk seperti ini? Aku normal Aurel, turun ya." ucap Ken dengan kekehan.


Bukannya turun, Aurel mengalungkan kedua tangannya di leher Kenzo. "Untuk apa turun? Kesempatan itu harus digunakan, bukan disingkirkan. Dan aku sudah lama memimpikan dekat denganmu, tidak mungkin aku sia-siakan begitu saja."


Tatapan Ken dan Aurel saling terpaut menjadi satu, tidak peduli siapa yang memulai. Dua bibir kenyal itu mulai mendekat dan melakukan penyatuan. Rasa manis dengan sensasi hambar menjadi satu, sesapan dan gigitan kecil semakin memperdalam kecupan. Keduanya berlomba mengabsen deretan gigi dengan bertukar saliva. Pagutan semakin memanas, hingga Ken melepaskan dengan nafas tak beraturan. "Sudah cukup. Aku tidak mau kebablasan."

__ADS_1


Jemari Aurel mengusap bibir Ken yang basah. "I love you babang Kenzo. Terima kasih bersedia memberikan kesempatan untukku."


"Aku harus pulang. Istirahatlah." pamit Ken, namun Aurel masih enggan bangun dari pangkuan Ken.


"Temani aku malam ini. Please." Aurel memeluk Ken dengan manja.


Ken mengusap kepala Aurel. "Rel, ini sudah malam. Tidak baik untuk reputasi mu sebagai wanita, izinkan aku tetap menjaga kehormatanmu. Sekarang turunlah dan biarkan aku pulang. Baby Zee pasti menunggu ku."


Aurel memeluk Ken dengan erat selama beberapa saat dan melepaskannya. "Baiklah. Kuharap semua ini nyata. Titip salam sayang ku untuk baby Zee dan semuanya. Boleh aku panggil kamu mas duda ku sayang?"


Lirikan mata Ken menatap Aurel dengan intens. "Babang Kenzo, itu lebih baik. Bisa turun sekarang?"


Dengan senyum nakal, Aurel turun dari pangkuan Ken. Niat hati ingin bersama mas duda sayang harus kandas, janji tetaplah janji. Dirinya harus menerima menjadi prioritas yang terakhir. Setidaknya kini satu langkah besar telah dicapai. "Ayo ku antarkan ke depan. Besok kamu bekerja?"


"Ayo. Aku masih harus menyelesaikan beberapa proyek dan Zain akan ikut. Jadi lembur berkurang. Bagaimana denganmu?" jawab Ken dan berjalan beriringan bersama Aurel menuju pintu masuk apartemen.


Ken mengangguk dan memutar knop pintu. "Selamat malam dan selamat beristirahat. Jangan lupa makan teratur ok."


"Siap babang Kenzo." ucap Aurel dengan tangan memberikan hormat.


Ken tersenyum melihat tingkah Aurel yang memang jauh dari kata dewasa. "See you incess."


Deg


Apa kupingnya tidak salah dengar? Barusan babang Kenzo memanggilnya inces. Iya kan? Atau hanya perasaanku saja? Ken yang melihat reaksi Aurel memegang dada dengan kedua tangan hanya bisa menahan tawa dan memberikan ucapan selamat malam sebelum melangkahkan kaki menjauhi pintu apartemen.


Cup

__ADS_1


Satu kecupan di kening untuk Aurel dan Ken segera meninggalkan pintu, membiarkan pipi Aurel memerah dengan senyuman manis mengembang. "Babang Kenzo sweetnya. Aurel uangmu tak berguna lagi, cukup kecupan manis dari mas duda sayang. Harimu pasti di jamin bahagia sentosa."


Dasar Aurel. Kenapa pikiran dan hati tak sinkron. Uang digunakan untuk keperluan hidup dan cinta ada untuk kebahagiaan hati. Bagaimana bisa menggambarkan uang dan cinta dengan satu aliran. Sepertinya cinta, membuat Aurel lupa kehidupan nyata lebih kejam ketika uang tidak ada di genggaman tangan.


Kebahagiaan Aurel dan Ken, masih ada satu pasangan yang juga tengah melabuhkan hati dengan pergulatan panas diatas ranjang. Keduanya berbagi peluh dan juga suara manja. Tanpa pasangan itu sadari, pergulatan panas keduanya tengah sibuk di nikmati orang lain melalui teropong. Tangan yang mengepal, dengan mata tak henti-hentinya melotot.


"S!al! Kenapa mereka tidak berhenti. Aarrrggghhh."


...__________...


*Hay reader's, Thanks so much yang udah mampir ya 😌🙏


. Untuk itu, othoor kasih dobel up karena menghargai kalian dan ini bentuk apresiasi othoor untuk kalian.


Salam hangat dari Othoor Kacang Mentah.


Karena othoor baru pertama kali ikutan Event, jadi silahkan tinggalkan kritik dan sarannya ya🙃


Kalau ada typo, atau bahasa yang kurang pas, terlalu begini atau kurang begitu. pokoknya kasih tahu othoor.


othoor dengan lapang dada menerima saran dan kritikan kalian. Tanpa pembaca, seorang penulis tidak akan memiliki semangat fire lebih. Terus stay dan othoor akan memberikan yang terbaik.


Masalah waktu up sungguh othoor tidak bisa mengatur selalu diwaktu yang sama, othoor masih deadline 4 novel sekaligus dan mencoba adil.


Kalau kalian berniat, monggo coba tengok coretan huruf-huruf karya othoor. Othoor selalu berusaha yang terbaik untuk setiap karya othoor, sekali lagi thanks so much reader's.


Budidayakan like, comment, dan baca dengan baik. Stop boom like okay, itu merugikan para penulis, baik penulis famous, apalagi penulis recehan seperti aku*.

__ADS_1


__ADS_2