My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Jantung Ku Berdebar


__ADS_3

Setelah mendengarkan penjelasan Zain, Mom Raina meminta Zain untuk istirahat.


Dari bawah terdengar teriakan seseorang membuat semua orang bergegas ke ruang tamu, Kei pun ikut keluar kamar.


"Apa ada orang dirumah! " teriakan seseorang yang tidak begitu kencang tapi cukup membuat semua mendengar nya.


Semua kini berkumpul di ruang, termasuk para pelayan yang sedang menyiapkan makanan namun tidak dengan Zain yang sudah tahu grandma nya yang membuat kehebohan diluar.


"Ibu ini sudah malam. " ucap Arza pada ibu nya dengan mencium tangan ibu nya yang diiringi oleh Raina dan Kenzo.


"Apa cucu ku baik-baik saja? " tanya grandma Diana.


"Hanya patah tulang Bu, Ibu bisa lihat di kamar nya. Kami berhasil membawa nya pulang. " balas Arza tersenyum.


"Aku akan kesana. Kalian kembali lah bekerja, pasti kan makan malam yang istimewa. Cucu ku sudah pulang. " ucap grandma kepada semua pelayan dan pergi menuju ke kamar cucu nya.


πšƒπš˜πš”.. πšƒπš˜πš”.. πšƒπš˜πš”..


"Zada apa Grandma boleh masuk? " tanya grandma setelah mengetuk pintu dan membuka nya.


"Grandma Miss you. " ucap Zain setelah melihat Grandma masuk kamar nya.

__ADS_1


"No! If you miss Grandma why Not stay here. " balas grandma yang kini duduk di samping Zain.


" Come on my Grandma. Give me Smile. " rayu Zain.


"Zada prince of Ardana family. " jawab oma sambil tersenyum dan segera memeluk Zain.


Setelah Beberapa waktu obrolan singkat terjadi seseorang mengetuk pintu..


"Permisi Tuan, Nyonya makan malam sudah siap. " ucap Kei, yah Kei di perintah kan Mom Raina untuk memanggil Zain dan grandma.


"Duluan, kami kesana sebentar lagi. " jawab grandma Diana.


" Who her zada? "tanya grandma.


"Okay come eat dinner. " ucap grandma sambil membantu Zain bangun.


Suasana makan malam yang tenang seperti nya akan terjadi, namun saat semua sudah siap, Mom Raina ingin menyuapi Zain justru ditolak.


"Mom makan bersama kami, Zain punya perawat pribadi. " ucap Zain yang disetujui Mom Raina.


"Tolong suapi Zada. " ucap Mom Raina.

__ADS_1


"Tentu Nyonya. " balas Kei.


Sebenarnya Kei gugup dan canggung, bukan karena didepan keluarga Zain saja alasan nya, tapi bagaimana cara nya duduk di dekat boss nya dan menyuapi Zain, apa nanti akhirnya Zain tidak akan marah lagi karena itu tapi karena sudah di perintah oleh Mom nya Zain mau bagaimana lagi.


Makan malam ber langsung dengan khidmat, Keluarga yang tegas menurut Kei. Bahkan dirumah nya saat makan masih bisa bercanda dan berbagi cerita. Tapi dirumah ini terlihat sangat teratur. Makan malam sudah berakhir dan waktu yang larut karena makan malam yang sangat telat. Semua anggota sudah masuk ke kamar dan istirahat namun Kei yang di perintah Mom Raina untuk memberikan obat Zain kembali ke kamar boss nya setelah beres membantu pelayan lain.


πšƒπš˜πš”... πšƒπš˜πš”... πšƒπš˜πš”...


"Permisi Tuan. " masuk ke dalam membawa obat Zain.


""Minumlah obat anda Tuan. " Kei mengulurkan obat nya ke arah Zain.


" Apa kamu tidak bisa melihat! Bantu aku minum obat." suara Zain yang terlihat lebih tajam.


"Maaf Tuan. " jawab Kei gugup setelah sadar kesalahannya, Kei membantu Zain meminum obat nya.


"Makan Itu disini. " perintah Zain dengan menatap ke arah meja dibelakang Kei.


"Tapi Tuan.. " balas Kei yang langsung di hentikan Zain.


"Makan cepat. " jawaban ketus Dari Zain yang membuat Kei tidak berani lagi menolak.

__ADS_1


Dengan Diam Kei memakan makanan nya, memang benar dirinya lapar karena tadi tidak ikut makan dan justru menyuapi Zain. Sejujurnya di dalam hati nya melihat sisi baik Zain meskipun ekspresi tuan CEO itu hampa tapi selama ini Kei tidak pernah terluka secara fisik,Zain hanya tidak suka diganggu. Selesai memakan makanan nya Kei hendak keluar Kamar Zain, namun melihat Zain yang tertidur setelah minum obat dengan posisi duduk membuat Kei tidak tega, Kei mencoba membantu membenarkan dan susah payah akhirnya berhasil, namun tangannya kini menjadi bantalan Zain dan Kei berusaha melepaskan itu dengan hati'.


𝚈𝚊 πšƒπšžπš‘πšŠπš— πš πšŠπš“πšŠπš‘ πš—πš’πšŠ πšœπšŠπš—πšπšŠπš πšπšŠπš–πš™πšŠπš—, π™³πšŠπš•πšŠπš– πš”πšŽπšŠπšπšŠπšŠπš— πšπš’πšπšžπš› πš™πšžπš— πšƒπšžπšŠπš— πš’πš—πš’ πšπš’πšπšŠπš” πšπšŽπš›πšœπšŽπš—πš’πšžπš– πš—πšπšŠπš‘ πš‹πšŽπš›πšŠπš™πšŠ πš‹πšŠπš—πš’πšŠπš” πš’πšŠπš—πš πš“πšŠπšπšžπš‘ πšŒπš’πš—πšπšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš—πš’πšŠ. (πš‹πšŠπšπš’πš— π™ΊπšŽπš’ 𝚜𝚊𝚊𝚝 πš–πšŽπš—πšŠπšπšŠπš™ πš‰πšŠπš’πš— πšπšŠπš— πš–πšŽπš—πšŠπšπšŠπš™ πšƒπšžπšŠπš— πš—πš’πšŠ πš–πšŽπš–πš‹πšžπšŠπš π™ΉπšŠπš—πšπšžπš—πš πš—πš’πšŠ πš‹πšŽπš›πšπšŽπšπšŠπš” πšŒπšŽπš™πšŠπš, π™°πš™πšŠ πš”πš’πš—πš’ π™ΊπšŽπš’ πšƒπšŽπš› πš‹πš’πšŠπšœπšŠ πš–πšŽπš—πšŠπšπšŠπš™ πšƒπšžπšŠπš— πš—πš’πšŠ πš’πšπšž)


__ADS_2