My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Bab 43: Special part #Notif


__ADS_3

Tangan lembut dengan wajah memerah, langsung menarik selimut menyelamatkan diri dari terkaman singa lapar. Membiarkan tangan kekar melingkar di perutnya.


Semoga kita tetap sehangat ini. Ntah kenapa hatiku merasa tak tenang. Tetaplah bersamaku Kei.~ batin Zain menurunkan selimut agar sang istri bisa bernafas.


Mata Zain masih tak bisa terpejam. Pembicaraan bersama si kembar masih berputar di kepalanya. Rara yang terkesan bingung dan sibuk dengan lolipop di dalam mulutnya. Sedangkan Abhi sangat serius mendengarkan seluruh cerita tanpa menyela sedikitpun. Tapi, bukan itu yang menjadi masalah Zain saat ini.


Apa sebaiknya aku jujur dengan Kei? Tapi, bagaimana jika berujung kecemasan istriku? Sebaiknya ku pastikan sekali lagi tentang dia. Setelah itu baru aku bicara dengan Kei tentang masalah ini. ~ batin Zain dan mencoba memejamkan mata.


Malam berlalu berganti suara kicauan burung. Zain tak merasakan tubuh Kei berada dalam pelukannya lagi. Artinya sang istri sudah turun, membuatkan sarapan untuk keluarga. Kebiasaan yang selalu membuat Zain bersyukur memiliki istri seperti Kei. Zain merentangkan kedua tangannya agar meregang setelah semalaman memeluk sang istri dengan posesif.


Tiiing….


Suara notifikasi pesan masuk, mengalihkan perhatian Zain. Dengan malas tangan Zain menyambar ponselnya dari atas nakas. Alis Zain terangkat dan mata menatap tajam ke layar ponselnya. "Siapa yang kurang kerjaan sepagi ini! Das@r tidak tahu aturan."


Dengan satu klik, pesan tak senonoh terhapus dari daftar pesan masuk. Kini Zain men scroll seluruh pesan dan mencari satu nama yang ada di dalam kepalanya. Nama tersingkat dari semua nomor kontak yang ada didalam ponselnya. Dengan menekan icon panggilan, nada sambungan terdengar.

__ADS_1


[Ya king]


"Atur pertemuan ku dengan pria itu! Aku ingin bertemu sekali lagi." titah Zain setelah panggilan tersambung.


[Okay king. Waktu dan tempat akan saya kirimkan, setelah melakukan janji]


Tuut……


Zain menutup panggilan tanpa menjawab, ketika melihat knop pintu bergerak. Benar saja, sang istri sudah waktunya kembali untuk membangunkan dirinya. Kei menyambut pagi Zain dengan senyuman manis, langkah kakinya mendekati sang suami. " Tumben sudah bangun? Apa rencanamu hari ini? Bagaimana dengan guru si kembar?"


"Semua baik sayang. Guru si kembar akan datang mulai hari ini, tapi aku ada pekerjaan mendadak. Bolehkah, gantikan aku melakukan wawancara? Ada mom juga nanti, Kenzo juga akan datang mengambil laporan." Zain selalu menyandarkan dagunya di pundak Kei.


Tangan Kei selalu senang mengusap lengan kekar Zain, saat tangan Zain melingkar di perutnya. "Pamit pada si kembar saat kamu keluar rumah. Dan jangan lupa pesananku, pihak toko sudah mengabari jika pesanan kita bisa diambil hari ini."


Cup….

__ADS_1


"Baiklah, siapkan pakaian ganti ku. Aku akan segera kembali." tukas Zain beranjak dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Kei melakukan permintaan sang suami dengan sepenuh hati, kemeja hitam dengan jas biru navy dipadukan dengan celana jeans dan sepatu sneakers hitam. Semua sudah siap di atas tempat tidur yang telah rapi, hingga Kei mendengar nada dering panggilan dari ponsel Zain. "Zain, ada yang nelpon ini!"


"Angkat saja Kei. Siapa tahu client!" Zain menjawab dari dalam kamar mandi sedikit berteriak agar Kei mendengar.


Dengan satu geser icon hijau. Panggilan tersambung, belum sempat Kei mengucapkan salam. Suara seorang wanita sudah menyapa telinga Kei dengan suara mendayu-dayu. Suara yang membuat wajah Kei merah padam. Tanpa menunggu lama, Kei mematikan sambungan telepon. Ponsel Zain tergenggam erat. Hati Kei terasa panas, mendidih tanpa bara api.


Ceklek…..


"Kei siapa yang telpon?" Zain bertanya sembari mengeringkan rambut, tanpa melihat wajah Kei yang tengah menahan amarah.


Hening…..


Zain heran kenapa tak ada jawaban dari sang istri. Spontan Zain mengalihkan pandangan, menatap sang istri yang bermuka dingin dengan tangan terkepal. Ponsel Zain masih tergenggam erat, Zain mendekati Kei dan langsung menarik tubuh sang istri ke dalam pelukannya. "Ada apa? Apa aku membuat kesalahan? Hukum saja aku, jika itu benar."

__ADS_1


__ADS_2