My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Berkabung


__ADS_3

"𝙍𝙖𝙧𝙖 π™₯π™ͺπ™©π™§π™ž Raja bangun jangan tinggal kan kakak. " rintih Zain memeluk adiknya dipangkuannya.


" Tersenyum lah ka Zada, tidak akan ku biarkan kakak terhebat ku terluka sedikit pun. " ucap Zahra yang sudah mulai kehilangan banyak darah, peluru itu mengenai Punggungnya namun tepat di organ dalam yang pasti akan membuat sakit untuk tubuh kecil itu.


"Kakak ingin kamu tetap bersama ku, kita bermain bersama seperti biasa dan aku akan memberikan apa pun yang Rara mau, ka Zada janji. " rintih Zain sambil memberikan jari kelingking nya untuk berjanji.


"Berjanji lah selalu tersenyum dan jaga semua orang yang mencintai kakak, buatlah Rara menjadi adik terbaik disetiap waktu kk. Rara menyayangi ka Zada. Peluk aku ka." Zahra mengulurkan jari kelingking nya dan langsung di satu kan oleh Zain dengan kelingking nya, setelah itu Zain memeluk adiknya dipangkuannya dengan hangat.


Riana yang terkejut karena putri nya menerima peluru terakhir yang diarahkan ke kakaknya itu menjadi tak sadarkan diri dan Arza pun langsung terjatuh mencoba menghampiri Putri kecil nya. Diana pun tak kalah terkejut dengan hal itu, semua orang terkejut dengan hal itu dan pada akhirnya Doctor segera membawa Zahra dan Ardana ke ruangan operasi. Sudah 1 jam doctor melakukan operasi akhirnya keluar namun dengan tatapan pasrah, Doctor menghampiri keluarga Ardana.

__ADS_1


"Silahkan temuai Tuan Ardana dan Zahra di dalam, maaf meski kami bisa mengeluarkan peluru dari tubuh mereka, kedua nya tetap tidak akan bertahan, tolong bersabar dan kuat kan diri kalian." ucap doctor.


Tanpa menunggu waktu lama semua orang berlari ke ruangan operasi , kini 2 orang tersayang dari keluarga ARDANA terbaring namun tetap saja memberikan senyuman pada keluarga yang datang menghampiri nya. Semua orang mengelilingi dua tempat tidur yang sudah di satu kan, karena itu permintaan Ardana sendiri.


"Kalian tersenyum lah! Semua akan baik-baik saja " ucap lirih Ardana yang masih tersenyum.


"Tenang lah, lihatlah cucu pemberani mu, masih tersenyum saat ini. " balas Ardana yang memandang Zahra tersenyum manis di pelukan Zain.


Kini Keluarga Ardana menjadi sangat ketakutan, Rico yang melihat Boss nya seperti itu memahami kenapa Boss nya itu tidak bisa tergantikan. Riana Dan Arza tidak memiliki banyak kata, namun melihat ayah dan putri nya masih tersenyum membuat mereka bertahan.

__ADS_1


"Apa ada yang sakit sayang? " tanya Riana pada Zahra yang tidak melepaskan pelukan kakaknya. Riana hanya bisa memegang tangan Zahra dan memeluk kedua anak nya itu.


"Tidak mom. Aku bahagia melihat ka Zada baik-baik saja. " suara yang semakin lirih namun masih membuat siapapun yang mendengar itu terharu.


Ardana memberi isyarat pada Rico untuk mendekat.


"Zain kemari lah nak. " panggil kakeknya membuat Zain ingin menuju kakeknya namun Zahra enggan melepaskan pelukan kakaknya, Ardana yang memahami itu tidak masalah.


"Dengarkan aku baik-baik. Kalian harus bangkit apa pun yang terjadi setelah ini, hiduplah tenang dan bahagia. Dan untuk mu Arza sekarang tanggung jawab mu bertambah untuk melindungi keluarga kita. Keputusan apa pun yang akan kamu ambil pastikan sudah kamu fikir kan matang dan jangan gegabah, kepercayaan yang utama dalam keluarga. Untuk mu Riana menantu ku belajar lah lebih kuat, kini Keluarga akan membutuhkan kasih sayang mu melebihi dari sebelumnya dan jangan biarkan keluarga kita terjatuh apa pun alasannya. Untuk mu istri ku yang terbaik, aku tahu kamu lebih kuat dari pada diriku dan aku selalu menjadi kuat karena ketegaranmu, jadi lah mentari dalam rumah kita, Aku menitipkan semua nya pada mu karena aku mencintai mu dan cinta mu akan selalu menjadi fondasi Keluarga kita sayang. " ucap Ardana sambil memeluk dan mencium kening Diana, setelah menghembuskan nafas nya sesaat untuk memberikan wejangan terakhir untuk seluruh anggota keluarga nya.

__ADS_1


__ADS_2