My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Bab 64: Special part #Suara yang hilang


__ADS_3

"Iya deh tuan Perfect. Anda memang juaranya." Ken mengalah demi menjaga masa depan, tidak akan dirinya biarkan, semua masa lalu di telanjangi oleh bos sekaligus saudaranya itu.


Aurel yang penasaran dengan maksud ucapan Zain, menyimpan satu pertanyaan dan pasti akan ditanyakan nanti saat memiliki waktu berdua bersama babang Kenzo tersayang.


"Nyonya bisa minta waktunya sebentar?"


Mom Raina melihat siapa yang bertanya, pelayan yang disiapkan untuk stay di pondok belakang datang dengan wajahnya yang terkesan bingung dan cemas. "Baik. Tunggulah di gazebo!"


Elis mengangguk dan berjalan meninggalkan ruang makan, sementara mom Raina memberikan kode pada ibu mertuanya untuk bergabung dengan dirinya. Ken yang melihat bahasa isyarat itu ikut penasaran. "Incess, makanlah dulu. Baby Zee biar bersamaku."


"Baiklah.Terimakasih babang Ken, anak-anak mau tante suapi gak?" tanya Aurel memberikan Zee ke Ken dan menatap si kembar yang masih asyik menikmati sarapan bergizi mereka.


"Tidak tante, mom mengajari kami untuk mandiri selama tidak sakit. Bukankah begitu Abhi?" Zahra melirik Abhi yang duduk disebelahnya.


Abhi mengangguk, membuat Aurel tersenyum. "Siap anak-anak, selamat makan. Bagaimana dengan pelajaran kalian?"


"Ekhem! Makan dulu dan jangan sambil berbicara, nikmati makanan kalian. Ayo Raina temani mama menyiram tanaman." tutur Oma Diana dan membuat si kembar serta Aurel mengangguk paham.


Kepergian oma Diana dan mom Raina, diiringi langkah Ken yang mengekor dengan jarak tiga meter. Sementara dad Arza memilih mengunjungi ruangan kerja di dalam rumah, kini tinggal si kembar dan Aurel di ruang makan. Hanya dentingan sendok dan suara makanan dikunyah yang terdengar. Berbeda dengan suasana di gazebo, wajah pucat dan ketakutan Elis menyambut kedatangan mom Raina dan oma Diana.


"Duduklah dan katakan ada apa? Kenapa wajahmu pucat sekali? Jika sakit lebih baik ke rumah sakit." ucap oma Diana dengan lembut.


Bibir pucat tanpa sari mengucapkan sesuatu, akan tetapi tidak ada suara yang keluar. Mom Raina dan oma Diana saling pandang. Elis memegang tenggorokannya dan berusaha berteriak, nihil. Suaranya hilang, wajah Elis semakin panik dan meminta pertolongan. Ken yang melihat semua itu bergegas menghampiri ketiga perempuan di gazebo. "Mom, bisa pegang Zee? Sepertinya Elis keracunan, sebaiknya kita minta Aurel untuk memeriksa."


"Nak, apa maksud keracunan?" tanya oma Diana bingung, namun kasihan dengan kepanikan Elis yang kehilangan suaranya.


Mom Raina menerima baby Zee dan membiarkan Ken mengatasi masalah yang terjadi. "Mom biarkan Ken melakukan yang seharusnya, seperti kata Ken. Ini pasti keracunan, tadi Elis masih bisa berbicara dan sekarang tidak. Cepat bawa Elis pada Aurel, atau hubungi Aurel untuk kemari."

__ADS_1


"Sebaiknya kita lakukan ini diam-diam, bukankah situasi rumah tidak kondusif, bagaimana?" Ken memberikan saran agar masalah tetap diantara mereka.


Elis mengangguk setuju, membuat mom Raina dan oma Diana setuju. "Baiklah, Elis kamu sanggup bawa baby Zee?"


Elis mengangguk karena suaranya tetap tidak bisa keluar, Ken mengambil baby Zee dan menyerahkan ke Elis. "Hari ini Elis akan menjadi pengasuh baby Zee, dengan alasan ini maka aku bisa membawa Elis ke rumah sakit."


"Baiklah nak, kabari kami setelah pasti apa yang terjadi dan jangan beritahu Zain untuk saat ini. Sebelum anak itu jujur dengan istrinya." Oma Diana menepuk bahu Ken.


Ken mengangguk dan melambaikan tangan, agar Elis ikut bersamanya. Kepergian Ken bersama Elis, membuat Oma Diana dan mom Raina saling pandang.


Tanpa mereka sadari, semua percakapan itu didengar seseorang. Earphones yang menempel di telinga dan senyuman sinis terbit di bibirnya. "Sudah kuduga, pasti pelayan itu akan mengadu. Sebaiknya aku singkirkan, lebih cepat lebih baik."


Satu tangan kanannya mendial sebuah nomor, nada dering tersambung dan suara sapaan terdengar dari seberang. "Aku ada tugas untuk kalian, habisi seseorang untukku dan bayaran kalian di muka."


Sambungan telepon berakhir, terdengar hembusan nafas lega. Kini langkah kakinya berjalan meninggalkan kamar dan menyusuri setiap lantai marmer putih di dalam rumah dan menuju pintu utama. Tidak ada lagi yang akan mengusik rencananya apalagi menjadi mata-mata, salah siapa menjadi hama di dalam tujuan hidupnya.


"Permisi non, hari ini saya yang bertugas membersihkan pondok belakang." sapa seorang pelayan dengan pakaian seragam biru, membungkukkan setengah badan di depan rumah dimana tamu majikannya baru saja terlihat akan keluar pintu.


Kepergian Ery, membuat bibi pelayan baru bersemangat untuk bekerja. Di tempat lain Ken baru saja membawa keluar Aurel, Elis dan baby Zee dari kediaman Ardana. Kini keempat orang tersebut masih berada di dalam mobil dalam keadaan tegang dan hening. Berulangkali Aurel melirik Ken agar sang duda menjelaskan apa yang terjadi.


"Bang?!" panggil Aurel tak mampu menahan rasa ingin tahu nya.


Ken melirik ke arah Aurel dan beralih menatap kaca spion tengah melihat ke kursi belakang. Jika mencapai rumah sakit, pastilah membutuhkan waktu yang lama. Sebuah ide muncul dibenak Ken. "Incess bawa baby Zee dan serahkan kertas dan pulpen pada Elis! Jangan banyak bertanya, cukup lakukan."


"Sepertinya keadaan emergency, baiklah." Aurel mengambil note di tasnya bersama satu pulpen hitam dan meletakkan di tengah, mengulurkan kedua tangan agar Elis memberikan baby Zee.


"Sebelum sampai ke rumah sakit, sebaiknya kamu tuliskan semua yang ingin kamu sampaikan. Anggaplah ini antisipasi, kamu paham maksudku Elis?" tukas Ken dan memberikan kode lewat mata, Elis mengangguk dan mengambil note serta pulpen, tentu setelah menyerahkan baby Zee pada Aurel.

__ADS_1


"Bang! Apa bisa jelaskan?" tanya Aurel sekali lagi.


Leo mengangguk, dan menurunkan kecepatan mobil. "Saat ini situasi keluarga Ardana sungguh tidak baik, masa lalu kembali datang menghampiri. Ada yang menyusup dan melakukan satu rencana buruk, mungkin diantara kita memiliki niat tidak baik. Intinya, harus tetap waspada dan juga saling mendukung satu sama lain. Elis mengetahui sesuatu dan pastinya siap untuk memberikan laporan, akan tetapi hal tidak terduga terjadi. Elis kehilangan suaranya dan disinilah kita berada."


"Apa kamu meminum atau memakan sesuatu? Coba ingat lagi apa yang kamu lakukan sebelum datang kerumah utama?" tanya Aurel tertuju untuk Elis.


Elis menuliskan sesuatu di note dan menunjukkan ke Aurel dan Ken. Aurel membaca tulisan yang menjadi jawaban Elis. "Air putih di dalam kamar. Jika seperti itu, bukankah orang dalam yang melakukan kecurangan? Akan tetapi, siapa yang menyimpan obat penghilang suara?"


"Biarkan Elis menuliskan semua, dan kita bahas nanti…"


Braaak!


"Damn It!" seru Ken dengan membanting stir ke kanan, setelah sebuah mobil ugal-ugalan menabrak sisi kiri mobilnya.


Baby Zee terbangun dan menangis keras, Aurel menahan tubuhnya tetap di kursi sambil melindungi baby Zee dari benturan. Elis terantuk ke depan dan note ditangannya terjatuh. Wajah Ken memerah menahan amarah, dan beruntung dirinya menguasai teknik menyetir dengan baik. "Kalian tidak apa-apa?"


"Fokus saja! Kami tak apa, biarkan aku mencoba menenangkan baby Zee. Elis lanjutkan tugasmu, entah kenapa aku merasa ini disengaja. Ken waspadalah!" tukas Aurel dengan wajah serius.


Ken mengangguk dan memusatkan perhatian hanya pada kemudi dan jalanan, sembari melihat spion agar tidak kecolongan seperti tadi. Perjalanan semakin tegang, hingga rasa lega datang ketika mobil memasuki kawasan rumah sakit umum. Ken memarkirkan mobil di tempat yang lebih lenggang agar bisa leluasa melakukan putar balik arah.


Ciiit


"Ayo kita temui dokter, Elis berikan note itu padaku!" titah Ken dan mengulurkan tangan kanan, Elis memberikan note dan keluar terlebih dahulu.


Aurel masih kesulitan membuka sabuk pengaman karena baby Zee ada di pelukannya. "Bang bisa bawa baby Zee dulu? untuk note bisa ditaruh di tas ku."


"Baiklah." jawab Ken dan menerima baby Zee serta meletakkan note di pangkuannya.

__ADS_1


Braaaak


"Bang apa itu?" seru Aurel kaget dengan suara benda bertabrakan yang terdengar jelas.


__ADS_2