My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Bab 45: Special part #Syarat


__ADS_3

Suara ini? Apakah mungkin? Atau hanya perasaan ku saja?~ batin Kei memilih duduk disamping Zain, setelah si kembar duduk di antara sang nenek dan kakek.


"Are you okay Kei?" bisik Zain menyadarkan lamunan Kei.


Kei mengangguk pelan, perlakuan Zain tak luput dari pengawasan Miss Ery. Tangan wanita itu mengepal, meremas gaunnya.


"Anak-anak, kenalkan ini Miss Ery guru privat kalian. Miss Ery, kenalkan ini Zahra Zain Ardana dan Abhi Zain Ardana. Anak-anak, ayo beri salam untuk miss Ery!" titah Kei dengan sopan.


"Morning miss." sapa si kembar kompak.


"Morning too. Maaf Pak Zain, bagaimana dengan syarat saya?'' tanya miss Ery dengan senyuman natural.


Dahi Kei mengerutkan, syarat apa yang di maksud oleh guru privat si kembar. Zain tahu jika Kei tak paham, begitu pula dengan kedua orang tua Zain. Mom Raina memberikan kode mata pada putranya agar menjelaskan syarat dari guru privat sang cucu. Zain mengangguk, dan melepaskan tangannya yang ada di pinggang Kei.


Kini posisi Zain sangat serius, dengan duduk tegak dan kedua tangan bertopang di atas lutut menyatu. " Saya akan menerima syarat anda, tapi anda akan tinggal di pondok belakang. Tenang saja, pondok itu memiliki fasilitas yang lengkap dan selalu dibersihkan."


Mata Ery meredup, keputusan Zain tidak seperti harapannya. Hatinya sudah bahagia dengan imaginasi akan selalu melihat sang pujaan hati, tapi semua kandas tanpa permulaan. Perubahan wajah Ery hanya sedetik dan berubah menjadi gadis polos detik berikutnya. "Baiklah.Terimakasih atas kesempatan yang pak Zain berikan."


"Bi!" panggil Zain dengan suara tegas.


Bibi senior bergegas menghampiri sang majikan ketika mendengar seruan panggilan untuk dirinya. "Iya tuan?"


"Tolong antar miss Ery ke Pondok belakang dan minta Elis untuk stand by di pondok!" titah Zain dan mendapatkan anggukan sang bibi senior.


"Bi, biar saya yang antar miss Ery. Bibi lanjutkan pekerjaan saja, tolong panggil Elis untuk menyusul setelah membersihkan kamar si kembar." ucap Kei, membuat bibi menatap Zain dan Zain mengangguk agar bibi mengikuti apapun permintaan Kei.


Bibi senior membungkuk pamit. "Baik non, saya kembali ke belakang."


"Nak, mau mom temani?" tawar mom Raina yang melihat wajah Kei menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


Kei menggeleng, si kembar seperti patung mendengarkan percakapan orang tua. Kei bangun dari tempat duduknya dan menatap miss Ery dengan senyuman manis. "Mari miss Ery. Saya antar ke tempat anda."


Aku tidak tahu kenapa hatiku sakit dan takut. Jika memang ada niat buruk di hatimu. Aku siap menjadi pelindung keluargaku! Aku tidak akan membiarkan, seorang pun melukai keluargaku. ~ batin Kei dan berjalan terlebih dahulu menuju pintu utama kediaman Ardana.


"Permisi. Anak-anak, 30 menit lagi kita mulai kelas kalian!" Miss Ery pamit sembari tersenyum manis, dan langkah kakinya mengikuti Kei keluar dari rumah utama Ardana.


"Okay miss." jawab si kembar.


Kepergian Kei bersama Ery, membuat Zain menatap si kembar dengan intens. Ada sesuatu yang mengganjal hati Zain, tapi apa yang salah dengan situasi pagi ini? Mungkinkah karena kemarahan Kei tadi? Atau ada hal lain yang tak dirinya sadari?


Puk…..


Dad Arza menepuk pundak Zain, dan memberikan kode agar putranya ikut bersamanya. Zain mengangguk. "Rara, Abhi tolong jaga mommy kalian! Daddy harus bekerja hari ini, mom titip si kembar dan Kei."


"Tenanglah nak. Mom ada untuk mereka, fokus saja di kantor. Mas, siang ini pulang atau?'' Mom Raina menatap sang suami.


Dad Arza menghampiri sang istri dan mengecup kening mom Raina dengan penuh kasih sayang. "Makanlah tepat waktu! Aku harus lembur hari ini, agar weekend semua berkumpul dan berlibur bersama. Bagaimana anak-anak?"


Tangan dad Arza terulur mengusap kepala Zahra dengan gemas, Zain menikmati kehangatan keluarganya seperti sebuah bingkai bunga mawar tanpa duri. Abhi ikut tersenyum setiap kali melihat tingkah Zahra yang jauh sikap dinginnya.


"Okay, prince, princess, queen. Kami pergi dulu, ayo Zain." pamit dad Arza dan mengecup kening kedua cucunya dengan adil.


Zain membiarkan sang papa berjalan terlebih dahulu, hatinya berat meninggalkan rumah tapi masih ada yang harus diselesaikan. "Zain pamit dulu mom. Abhi ingat apa yang papa ajarkan. Selalu jaga seluruh wanita di dalam hatimu."


"Dad! Zahra juga bisa menjaga diri." Zahra protes dengan sikap Zain yang selalu memberi Abhi tanggungjawab.


Abhi mengusap kepala Zahra. "Kita sama-sama menjaga keluarga. Ingat, kita ini saudara kembar. Dad hati-hati, dan kabari mommy."


"Baiklah anak-anak, ayo kembali ke kamar! Sebentar lagi kelas kalian dimulai." Mom Raina menghentikan rajukan Zahra dan membuat si kembar mengangguk, langkah kecil si kembar meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


"Ayo nak, mom antar ke depan." ajak mom Raina mengulurkan tangan kanannya.


Dengan senang hati Zain menyambut uluran tangan mom Raina, langkah keduanya menuju pintu utama. Usapan tangan mom Raina di lengan Zain, membuat Zain paham jika hati sang mommynya tengah tak menentu. "What happen mom?" ("Apa yang terjadi ibu?")


"Maafin mom. Semalam, papa mu bertanya kenapa mom tidak bisa tidur dan mom menceritakan tentang dia. Mungkin itu alasan papamu lembur malam ini." Mom Raina menghela nafas berat karena sang suami tengah merajuk dan menahan kekecewaan atas rahasia yang tersimpan selama dua tahun.


Zain mendengarkan dan tetap berusaha tenang. "It's ok mom. Mungkin ini waktunya terbongkar, Zain pastikan daddy tidak menyalahkan mommy. Sekarang senyumlah, senyuman mommy adalah harapan kami."


"Segeralah bicara dengan Kei, mom tidak mau Kei salah paham. Setelah dua tahun, jika memang dia nyata pasti akan datang. Tapi tetap tenggelam hingga hari ini, lepaskan itu nak. Lihatlah si kembar ingin mendapatkan kebebasan seperti anak-anak lainnya." mom Raina menasehati Zain hingga keluar dari pintu utama.


Dad Arza yang melihat sang istri bersama putranya, langsung masuk ke dalam mobil. "Zain, masuk!"


"Zain akan bicarakan saat liburan. Sekarang Zain pamit dulu, singa mom sudah mengamuk." canda Zain dan mengecup telapak tangan kanan mom Raina.


Mom Raina menggelengkan kepala karena candaan Zain, dan melambaikan tangan setelah Zain masuk ke mobil. Mobil berjalan menuju gerbang yang terbuka, meninggalkan kediaman Ardana. Langkah mom Raina beranjak memasuki rumah kembali, sedangkan didalam pondok belakang tengah terjadi perang mata.


Dua wanita dengan paras pribumi dan bule tengah berperang mata. Kei menatap miss Ery dengan tenang namun tajam, sedangkan miss Ery menatap Kei dengan emosi dan senyuman smirk. Keduanya tengah duduk di ruang tamu sederhana di dalam pondok belakang.


"Jadi anda akan mengajari si kembar setiap hari atau bagaimana?" tanya Kei dan mengubah posisi duduknya santai.


Ery masih dalam mode senyuman palsu. "Jadwal anak-anak hanya seminggu 4 kali, dan hari jum'at, sabtu dan minggu anak-anak libur. Apakah pak Zain tidak mengatakan hal ini?"


Kei tersenyum manis, ucapan Ery terdengar jelas tengah menyindir hubungannya dengan Zain. "Suami istri selalu berbagi suka dan duka. Mas Zain adalah suami terbaik, aku bisa bertanya apapun pada anda sebagai seorang ibu. Bukankah pertanyaan ku masih wajar?'


Si@l! Kenapa setenang itu? Aku harus mengubah seluruh isi hati Zain. Yah itu akan kulakukan.~ batin Ery.


"Bolehkah saya bersiap? Anak-anak pasti sudah menunggu." kilah Ery dan malas menjawab pertanyaan tak bermutu dari Kei.


Kei bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Ery yang duduk di seberang, dan langkah Kei berhenti di samping tempat Ery duduk. Kei membungkukkan tubuhnya agar bisa sejajar dengan posisi Ery. Bibir Kei bergerak dan membisikkan sesuatu yang mengubah ekspresi Ery menjadi merah padam dengan tangan mengepal. Ery tidak percaya dengan apa yang Kei bisikkan, bisikan itu seperti menelanjangi niat didalam hatinya.

__ADS_1


"Kamu terlalu naif! Apa kamu fikir, aku datang tanpa persiapan? Sungguh gadis ternaif." tukas Ery setelah Kei melangkahkan kaki menjauh darinya.


Ucapan Ery cukup jelas memasuki gendang telinga seorang wanita yang mematung di depan pintu, niat hatinya ingin masuk ke pondok namun terhenti karena ucapan tajam Ery.


__ADS_2