My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Tanpa cerry sadari Zain bisa menemukan keberadaan markas nya melalui kalung yang Kei selalu pakai sejak di berikan Zain diacara resepsinya, Zain sengaja memberikan kalung itu untuk berjaga-jaga.


"Pasti kan malam ini berakhir. Aku tidak akan mengampuni wanita itu lagi. " ucap Zain yang sudah siap meledak amarahnya.


"Siap king. " ucap anggotanya.


Malam yang semakin menuju dini hari membuat suasana semakin sunyi, Zain sudah memastikan bahwa Kei dan cerry berada di markas lion. Semua sudah diposisi masing-masing siap untuk menyerang, sedang kan di dalam markas cerry sedang menikmati permainan nya bersama Kei. Kei yang ketakutan semakin tersiksa dengan beberapa sayatan di tangan dan pundaknya yang ditorehkan oleh cerry.


"Tolong lepas kan Aku. " rintih kei sambil menahan sakit nya, tangan nya yang diikat dikursi membuat nya semakin tersiksa.


"Jangan harap. KEPERGIAN mu sudah pasti. " bentak cerry didepan Kei.


Zain Dan anggota nya dengan cepat berhasil membobol penjagaan markas lion, dan mulai membuat kolam darah di markas itu, keributan diluar membuat cerry berhenti menyiksa Kei dan mencari tahu apa yang terjadi. Pengawal cerry yang selama ini menjadi tangan kanan nya melaporkan markas di serang dan hampir semua anggota sudah dikalahkan, Yah pria yang menculik Kei adalah pengawal Cerry sejak kecil sekaligus orang kepercayaan Nickolas dari awal.


"Pergi lah nak, disini sudah tidak aman untummu. The DEVIL menyerang markas untuk kedua kali nya. Aku tidak tahu siapa pemimpinnya saat ini. " ucap Pengawal Cerry.


"Siap kan semua nya, aku akan membawa wanita itu bersama ku. " ucap Cerry kembali ke ruangan Kei Dan menyeret Kei dengan tangan terikat.


Keadaan Kei yang terlihat buruk dalam kondisi terikat tangannya dan mulutnya dilakban kembali kini dengan goresan luka yang membuat tetesan darah nya menjadi jejak. Zain yang sibuk menghabisi semua anggota Lion , tidak menyadari Cerry sudah keluar lewat jalan khusus dan membawa pergi Kei ke tempat persembunyiannya selama ini.


Setelah pertempuran yang dimenangkan Devil's, Zain mencari Kei di seluruh ruangan Dan memeriksa CCTV namun hasil nya nihil. Dengan penyiksaan yang di lakukan oleh anggota nya, akhirnya seorang anggota Lion mau menunjukkan dimana tempat Kei disekap.


"Benar ini tempat nya. " bentak Zain.


"Iya Tuan. " hanya Ruangan ini yang tidak dipantau CCTV.


Zain melihat ruangan itu dan terdapat darah Dan sobekan baju Kei, bahkan kalung Kei juga patah Dan jatuh di ruangan itu. Melihat semua itu Zain sudah tidak tahan dengan amarahnya.


"Pergi kemana kau wanita pengkhianat. Awas jika istri ku menderita. Hukumanku tidak akan mengenal ampun. " teriak Zain yang menggema di ruangan sekap Kei.


"Kemana wanita itu bisa pergi!" tanya Zain sambil membentak pria yang menunjukkan ruangan.


"Aku tidak tahu Tuan. Tapi pasti pengawal Nona Ryna Dan pamannya tahu dimana keberadaan nya saat ini. " ucap pria itu.


"Okay. Tunjukkan dimana Aku bisa bertemu Paman Wanita pengkhianat itu." Perintah Zain membawa pria itu bersama nya Dan Beberapa anggota untuk pergi bertemu Paman Cerry Dan sisanya mengurus mafia Lion.


...........


πšƒπš˜πš”... πšƒπš˜πš”... πšƒπš˜πš”...


π™²πš‘πšŽπš”πš•πšŽπš”...

__ADS_1


"Tuan markas di serang. " ucap pria itu yang sengaja menjadi pancingan untuk membuat Pak Robert keluar rumah.


"Bagaimana bisa terjadi dimana keponakanku?" Tanya Robert.


"Nona Ryna pergi dari markas sebelum ada yang tahu Tuan. " jawab pria itu.


" Anak itu tidak mendengarkan nasehat ku. " geram nya suara pak Robert.


"Ambil ini dan berobatlah, aku akan mencari ponakanku. " perintah Pak Robert sambil mengeluarkan beberapa lembar uang ke pria itu.


Dengan cepat pria itu pergi meninggalkan rumah pak Robert. Kini pak Robert keluar dari rumah setelah setengah jam tidak Ada pergerakan, mobil nya mulai berjalan dan Zain tidak perlu susah untuk mengejarnya karena disaat pria yang menjadi anak buah Cerry sudah membuat kesepakatan hidup ditukar dengan bantuan, dan sebelum pergi dari rumah Robert sebuah pelacak di tempelkan di mobil nya Robert.


Perjalanan mencapai 1 jam, kini Zain bisa melihat tempat persembunyian Cerry tidak bisa di lacak karena berada di hutan, seperti nya semua misteri tersimpan di tempat itu. Apa pun itu Zain datang hanya untuk membawa pulang istrinya, dan memberikan hukuman untuk pengkhianatan Cerry.


" Kalian urus semua orang kecuali wanita pengkhianat itu!" perintah Zain.


"Siap king. " jawab semua nya.


Kini seorang sniper sudah mulai membidik sasarannya, perlahan maju ke depan dan melumpuhkan musuh yang seperti nya sudah tidak banyak lagi.


Situasi yang lebih mudah ditempat itu, membuat Zain bisa cepat masuk ke rumah kuno itu. Perlahan Zain menyusuri setiap lorong, terdengar suara cukup berisik didepan Sana seperti perdebatan dua orang.


"Nak ayo lah sadar, biarkan dia hidup. Paman membesarkan mu bukan untuk mengikuti jejak ayah mu nak. " bujuk pak Robert.


"Zain milik ku hanya milik ku paman! Siapa pun yang masuk harus mati. Zain hanya untuk ku. " teriak Cerry.


"Bagaimana paman menyadarkan mu nak. " ucap pak Robert memelas memandang Cerry dengan kasih sayang.


Zain yang mendengarkan semua itu tidak menunggu lagi Dan masuk ke ruangan itu.


"Lepas kan istri ku! " teriak Zain yang membuat Cerry terkejut, sedang kan Kei yang sudah tidak sadar tidak tahu kedatangan Zain.


Melihat kondisi Kei yang memprihatinkan membuat amarahnya semakin meningkat tapi jarak yang terlalu jauh membuat nya tidak mungkin bertindak gegabah.


"Sayang kamu datang kesini. Mau menjemput ku kan? " tanya Cerry sambil tersenyum Dan melepaskan penutup kepala nya.


"Aku datang untuk istri ku. " jawab Zain dengan suara yang di buat setenang mungkin.


"Tapi lebih cantik dan pintar aku. Istri mu itu bodoh dengan mudah nya percaya dengan orang lain. " teriak Cerry yang sudah diluar kendali.


"Lepas kan istri ku dan ku biarkan kau hidup. " ucap Zain negosiasi Dan mencari celah agar bisa membantu Kei.

__ADS_1


Paman Robert yang ingin membuat keponakannya sadar memberikan isyarat untuk Zain mengikuti rencana nya, Zain melihat mata pria itu hanya ingin membantu Cerry sadar akhirnya Zain mengikuti isyarat nya. Zain menyibukkan Cerry berbicara dengan nya sebaik mungkin hingga paman Robert berhasil mendekati Kei yang tidak sadar kan diri, saat Kei sudah dipelukan paman Robert.


"Zain selamat kan istrimu dan ampuni keponakanku. " ucap nya siap untuk mendorong Kei ke arah Zain.


Zain melihat itu segera dengan cepat meresponse tapi saat Kei diarahkan ke Zain. Cerry berlari mendekati Kei Dan pisau ditangannya langsung di ayunkan begitu saja.


πš‚πš›πšŽπšŽπš.. (π™Ώπš’πšœπšŠπšž πš’πšπšž πš™πšŽπš—πšžπš‘ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πšπšŠπš›πšŠπš‘ πšπšŠπš™πš’ πšœπšžπš—πšπšπšžπš‘ πš–πšŠπš•πšŠπš—πš πš“πšžπšœπšπš›πšž πš™πšŠπš–πšŠπš— πšπš˜πš‹πšŽπš›πš πš’πšŠπš—πš πšπšŽπš›πš•πšžπš”πšŠ πšœπšŠπš’πšŠπšπšŠπš— πšπš’ 𝚍𝚊𝚍𝚊 πš—πš’πšŠ πš”πšŠπš›πšŽπš—πšŠ πš–πšŽπš•πš’πš—πšπšžπš—πšπš’ π™ΊπšŽπš’, π™³πšŠπš— πš”πš’πš—πš’ πš‰πšŠπš’πš— πšœπšžπšπšŠπš‘ πš–πšŽπš–πšŽπš•πšžπš” π™ΊπšŽπš’)


"Kembalikan dia pada ku Zain! " bentak Cerry.


"Cukup permainan mu. " teriak Zain.


"Tidak! Kamu hanya milik ku Zain. " balas Cerry tidak mau kalah.


"Nak sudah cukup. Tidak kah kamu sadar karena ambisi Ayah mu sendiri juga yang membuat nya meninggalkan mu. Dan sekarang kamu mengikuti jejak ayah mu. " ucap paman Robert yang menahan perih luka sayatan didada nya.


" Aku hanya mau bahagia bersama cinta ku paman. " jawab Cerry yang jatuh dan menangis.


Zain yang melihat itu tidak tinggal diam dan kehilangan waspada, tidak ingin kecolongan dua kali nya. Paman Robert masih berusaha untuk membujuk Cerry dan Cerry masih sibuk dengan air mata nya. Disaat Semua aman Zain membawa Kei keluar dari ruangan itu, saat sudah berjalan ke arah lorong, seseorang menghadang nya dengan membawa pistol ditangannya. Tanpa menunggu lama pria itu menembakkan satu peluru ke arah Zain dan untuk menghindari nya akhirnya bahu Zain tergores peluru. Suara tembakan membuat Cerry sadar dan berlari ke arah sumber nya. Melihat pengawal nya sudah siap menembakkan peluru lagi ke arah Zain.


"Apa yang kamu lakukan. " teriak Cerry ke arah pengawal nya.


"Dia tidak pantas menjadi ambisi Nona Ryna. Sama sekali tidak menghargai cinta Nona. " jawab nya Dan melepaskan tembakan lagi.


π™³πš˜πš›πš›.. π™³πš˜πš›πš›.. (π™³πšžπšŠ πš”πšŠπš•πš’ πš™πšŽπš•πšžπš›πšž πšπš’ πš•πšŽπš™πšŠπšœ πš”πšŠπš— , π™²πšŽπš›πš›πš’ πš’πšŠπš—πš πš–πšŽπš•πš’πš‘πšŠπš πš”πšŽπšœπš’πšŠπš™πšŠπš— πš™πšŽπš—πšπšŠπš πšŠπš• πš—πš’πšŠ πš’πšπšž πšžπš—πšπšžπš” πš–πšŽπš—πšŽπš–πš‹πšŠπš” πš•πšŠπš—πšπšœπšžπš—πš πš‹πšŽπš›πš•πšŠπš›πš’ πš–πšŽπš—πšπš‘πšŠπš–πš™πš’πš›πš’ πš‰πšŠπš’πš— πš’πšŠπš—πš πš–πšŠπšœπš’πš‘ πš–πšŽπš–πšŽπš•πšžπš” π™ΊπšŽπš’, π™³πšŠπš— πš–πšŽπš—πšπš‘πšŠπšπšŠπš—πš πš™πšŽπš•πšžπš›πšž πš’πšπšž πšŠπšπšŠπš› πšπš’πšπšŠπš” πš–πšŽπš—πš’πšŽπš—πšπšžπš‘ πš‰πšŠπš’πš—.)


"Nonaa." teriak pengawal itu setelah tahu justru peluru nya bersarang di tubuh majikannya.


Zain yang melihat itu ikut menyesal, dan ikut terjatuh untuk menyamakan dengan tubuh Cerry yang sudah ambruk karena peluru.


"Zain aku mencintai mu tulus, aku minta maaf karena ucapan ayahku, aku menjadi jahat dan melukai mu. " ucap Cerry lirih dengan menggenggam tangan Zain.


"Sudah lah, Aku memaafkan mu Cerry. Bagaimana pun kamu juga pernah membuat ku tersenyum. " balas Zain yang membiarkan Cerry menggenggam tangannya.


"Sampai kan permintaan maaf ku untuk semua nya Zain. " ucap Cerry sebelum menutup mata nya.


"Akan ku lakukan. " Zain menatap Cerry yang sudah meninggalkan raganya.


Pengawal dan paman Robert hanya bisa mematung dan menangis, bagaimana kedua pria itu yang menjadi orang tua Cerry setelah ayahnya meninggal.


Zain akhirnya bisa membawa kei kembali kerumah dan memberikan pengobatan terbaik untuk setiap luka nya.

__ADS_1


__ADS_2