My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Bab 61: Special part #Muka dua


__ADS_3

Blum sempat langkah kaki Zain berjalan jauh, seseorang terburu-buru masuk dan menabrak tubuh kekar Zain. Zain yang memiliki kesiapan, menangkap dan menahan tubuh orang yang menabraknya. "Apa ada hantu?"


Hening….


"Mas ada apa?" Kei datang dengan membawa nampan berisi dua cangkir kopi.


Zain segera melepaskan kedua tangannya dan membuat wanita di pelukannya terjatuh tanpa aba-aba.


Bruug…..


"Auuw. Tuan ini, kan bisa bilang dulu kalau mau lepas." cetus Ery dengan manja.


Zain tidak peduli dan berbalik menghadap ke arah istrinya. "Kei itu kopi buatku? Bisa bawa ke kamar?"


"Minumlah disini mas. Temani ka Ken, aku akan bangunkan si kembar." ucap Kei dan meletakkan nampan di atas meja.


Dengan menaruh dua cangkir kopi bersebelahan, Kei menghampiri suaminya. "Duduklah mas, miss anda butuh bantuan?"


Ery yang melihat uluran tangan dari Kei, memilih menolak bantuan dengan bangun sendiri. Meskipun ada rasa perih akibat luka di tangan kirinya terbuka lagi. Perban putih yang kembali memerah, membuat Kei cemas. "Apa anda lupa jika terluka? Bagaimana anda bisa seceroboh ini!"


"Tidak apa nona Kei. Saya akan mengobatinya lagi." Ery mencegah Kei melihat tangan kirinya.

__ADS_1


Zain yang mendengar jawaban Ery langsung berbalik. "Ralat! Nyonya Zain, bukan nona Kei. Anda bekerja untuk kami. Hargai istri saya, karena Kei adalah nyonya dirumah ini!"


"Maaf tuan. Terimakasih atas perhatian nyonya Zain, saya akan obati sendiri. Boleh saya minta kotak obatnya?" ucap Ery dengan lembut.


Kei mengangguk, dan melambai pada bibi senior yang kebetulan baru turun dari lantai atas. "Bi tolong ambilkan kotak obat untuk miss Ery, dan lanjutkan persiapan sarapan."


"Siap nyonya." jawab bibi dan berjalan menuju salah satu lemari barang dan membuka satu laci.


Dengan kotak obat di tangan, bibi menghampiri Ery dan Kei berjalan berpindah tempat. Langkah kakinya menuju tangga, tapi ada tangan merengkuh pinggangnya dan yang melakukan itu adalah Zain. "Mas, kopinya?"


"Hari ini kita akan bersama si kembar. Ayo kita habiskan kebersamaan."


"Terimakasih bi. Saya bisa obati sendiri." ucap Ery dan mengambil kotak obat.


Bibi senior mengangguk dan meninggalkan Ery, Ken yang merasa memiliki kesempatan. Memilih bangun dari kursinya dan menutup laptop. "Hey, boleh kenalan?"


Ery tersenyum kaku, dan mengulurkan tangan kanannya ke arah Ken yang berjalan menghampiri dirinya. "Ery, guru privat si kembar. Anda sendiri?"


Dengan menyambut uluran tangan Ery, Ken tersenyum dan mengambil kotak obat di tangan kiri Ery. "Ayo ku obati lukamu. Tenang, aku terbiasa mengobati luka seseorang."


Niat hati ingin menolak, tetapi ada yang harus dipatahkan. Ery menerima dengan senyuman manis, dan berjalan ke ruangan makan. "Lebih baik disini saja. Tidak apa?"

__ADS_1


Ken hanya mengikuti setiap alur yang membawa dirinya, tidak masalah jika ingin bermain manis. Setidaknya, tahap pengenalan sudah dimulai. Tanpa banyak kata, Ken mulai membuka kotak obat. Mengambil tangan kiri Ery dan perlahan melepaskan perban putih bernoda merah. Kedekatan keduanya terlihat begitu intim, membuat tatapan mata seorang wanita di sudut ruangan memanas.


Bagaimana bisa bermesraan di depan mataku? Apa semua ucapannya bohong? Lalu apa arti semalam? Menyebalkan! ~ batin wanita itu dengan menghentakkan kaki.


Ken yang memiliki pendengaran cukup baik, masih mendengar suara hentakan sepatu dengan tekanan yang cukup keras. Sontak Ken memalingkan wajah menuju sumber suara, tatapan mata Ken beradu pada mata wanita yang menatap ke arahnya dengan kesal. Jelas sekali tatapan mata itu ada keraguan dan pertanyaan. Ken melepaskan tangan Ery dan bangun dari duduknya.


Langkah kaki Ken yang menjauh, membuat Ery menghela nafas lega. Dengan kepergian Ken, maka tidak seorang pun tahu luka di tangan kirinya. Senyuman aneh terbit di bibir Ery. Tanpa Ery sadari, setiap pergerakan dan ekspresi wajahnya terekam di dalam kamera tersembunyi. Sang pemilik kamera tersembunyi menautkan kedua tangannya dan berfikir apa langkah selanjutnya.


"Sudah ku bilang, ada yang tidak beres dengan wanita itu. Tidak bisakah kita usir sekarang? Kenapa masih harus menunggu?"


Satu tangan terangkat dan memberikan isyarat agar diam, perdebatan tidak berguna. Apapun yang akan dilakukan harus dipikirkan terlebih dahulu, dari senyuman Ery bisa terlihat jelas. Jika wanita itu bukan wanita sembarangan dan datang tanpa persiapan. "Pergilah, biarkan aku sendiri!"


...~~...


*Hay reader's, untuk malam ini. Othoor minta maaf, up tak bisa banyak.


Keadaan hati dan fikiran ku tengah terbagi dan sejujurnya tak bisa nulis. Tapi othoor punya tanggung jawab buat up, jadi othoor nulis semampu othoor.


Bolehkan othoor minta do'a kalian, semoga keponakan ku segera diberikan kesehatan dan keluar dari ruangan ICU. Aku tidak bisa fokus ngeliat bayi kecil masuk ICU.


Selamat malam, maaf soal malam ini*.

__ADS_1


__ADS_2