
Kehidupan Kei kembali normal namun dirinya memutuskan untuk membuka usaha bersama ibu nya dengan gaji yang didapat selama bekerja dengan Zain. Terlihat kebahagiaan bersama keluarga nya namun di hati nya Kei merasakan ada yang hilang, wajah Tuan nya selalu menghiasi harinya namun sejak dirinya diantar pulang, Tuan nya itu tidak sekali pun bertanya kabar Kei.
Memang nya siapa Kei sampai harus dihubungi oleh Zain, fikiran nya semakin melantur saja sejak mata indah tuan nya menjadi candu untuk nya. Sedang kan Zain sibuk dengan pencariaannya, meski dirinya pun terkadang melihat bayangan Kei tetap saja focus nya hanya untuk masa lalu nya yang hampir selesai.
"Ken cepat lah. " ucap Zain yang melihat Ken berjalan santai.
" Apa kamu ini tidak bisa santai sedikit, kamu mau perang ya? " cerocos Ken yang kesal dengan Zain karena sedari tadi sahabatnya itu tidak sabaran.
Zain hanya mengatakan ucapan Ken dan tetap berjalan cepat, baginya pencariaannya selama beberapa hari ini yang berhasil menemukan hasil nya adalah hal penting meski dirinya belum ber cerita pada siapapun. Sebuah rumah sederhana di tengah sungai terlihat dari tempat Zain berdiri, rumah itu benar-benar hanya satu-satunya dan dikelilingi sungai meskipun tidak luas tetap saja rumah itu sangat aneh berada disini, tanpa menunggu Ken, Zain langsung melewati jembatan dan menuju rumah itu.
πππ.. πππ.. πππ..
"Permisi apa ada orang? " ucap Zain sambil mengetuk pintu.
Setelah beberapa kali mencoba memanggil tetap tidak ada yang membukakan pintu, apa lagi menyahuti panggilan Zain. Namun saat bersamaan Ken sampai di depan rumah juga tapi bersama seorang pria.
"Zain ini orang yang selalu mengurus rumah ini, Tapi kata nya rumah ini kosong sejak 1 Bulan lalu. " ucap Ken.
"Apa itu benar pak? " tanya Zain memastikan.
"Iya Tuan, biasa nya Non Ryna dirumah, tapi 1 bulan ini bapak tidak melihat nya. Bapak fikir mungkin lagi ke luar Kota bertemu Keluarga nya. " penjelasan dari penjaga rumah.
"Boleh kami masuk untuk memastikan bahwa orang yang saya cari memang Majikan bapak, saya masih punya hutang dan tidak enak jika tidak mengembalikannya. " tanya Zain yang memberikan alasan kuat, tidak mungkin dirinya jujur, sedang kan Ken hanya diam penuh tanya tanya bagaimana bisa Zain Ardana punya hutang, dia itu bahkan lebih kaya dari keluarga Kenzo dan hutang apa dengan siapa yang dimaksud.
Fikiran tidak mau berhenti begitu saja tapi tetap tidak mengganggu urusan Zain, Ken tahu Zain akan memberi tahu nya saat sudah pasti.
"Mari saya juga akan membersihkan rumah ini. " ucap bapak itu sambil mengambil kunci dan membuka pintu mempersilahkan Tamu nya.
Pemandangan pertama sudah cukup jelas kini Zain mendapatkan yang dicarinya selama ini, terpampang jelas foto Nickolas dan gadis remaja yang dulu bersama nya yaitu Cerry. Tidak ada keraguan lagi dalam hatinya tentang Cerry dan kini giliran Zain mencari tahu apa kah Cerry terlibat kajahatan ayah nya itu, sedang kan Kenzo yang melihat foto Itu ingat remaja itu teman nya dan Zain tapi menghilang 1 tahun setelah tragedi Di keluarga Zain.
"Silahkan duduk Tuan , saya akan buat kan minuman. " ucap bapak penjaga rumah berlalu ke dapur.
__ADS_1
"Zain itu bukankah Cerry? Kenapa dia disini, bukankah dia sudah lama menghilang. " tanya Ken yang kebingungan.
"Bantu aku cari informasi semuanya ke bapak penjaga rumah ini.Nanti aku cerikan semua nya di rumah ku. " perintah Zain dan Ken hanya diam mengerti situasi nya.
"silahkan diminum tehnya tuan." ucap bapak penjaga rumah menyuguhkan Dua cangkir teh hangat.
"Apa Nona Cerry sudah lama tinggal disini pak? " tanya Zain.
"sejak kecil Nona Ryna tinggal disini dan hanya dijenguk Ayah nya seminggu sekali tapi pernah juga tinggal di kota selama 2 tahun tapi balik lagi kesini, Nona Ryna itu sekolah dirumah jadi selalu menetap dan kebutuhan nya selalu dipenuhi sebelum semua nya di minta oleh Nona Ryna sendiri. " jelas pak penjaga rumah Ryna.
"Apa itu ayah nya Nona Ryna pak? " tanya ken sambil menunjuk foto Nickolas dan Cerry.
"iya benar, itu pak Nick. Beliau wafat Beberapa tahun lalu saat Nona Ryna masih remaja tapi masih ada saudara kembar pak Nick yang menggantikan mengurus Nona Ryna. " ucap bapak penjaga rumah yang membuat Zain dan kenzo terkejut.
"Siapa nama saudara pak Nickolas kalau boleh saya tahu, biar mudah menemukan Cerry dan saya bisa membayar hutang. " tanya Zain kali ini.
"Kalau gak salah namanya Tuan Robert tapi mereka kembar tetap saja tidak sama wajah nya. " jawab pak penjaga seolah sedang mengingat masa lalu nya untuk mengingat sosok Tuan Robert.
"Apa bapak punya foto atau hafal ciri-ciri orang nya? " tanya Zain serious.
"Ini foto kebersamaan Nona Ryna dan Tuan Robert setelah Tuan Nick meninggal. " ucap bapak penjaga dengan memberikan album itu.
"Boleh kami lihat-lihat dulu pak, Saya sudah lama tidak bertemu dengan Nona Cerry. " tanya Zain.
"silahkan Tuan, saya mau bebenah dulu. saya permisi dulu. " balas bapak penjaga dan pergi untuk membereskan rumah.
"Zain, apa yang terjadi dan apa arti semua ini? " bisik Ken ke telinga Zain.
"Biarkan aku focus dulu. Bantu aku ambilkan foto di album ini dengan ponsel mu, Aku akan awasi bapak itu biar tidak curiga, pasti kan jangan ada yang terlewat ini soal hidup dan mati." perintah Zain pelan.
"okay." balas ken dengan singkat.
__ADS_1
Kenzo sibuk mengambil foto dari ponsel nya dan Zain mengawasi sekitar, saat sudah selesai yang di butuh kan dan ingin menutup Album itu terdapat surat beramplop Merah, tanpa meminta izin ken langsung mengambil dan menyimpannya di sakunya.
"Permisi pak kami mau pamit karena masih ada pekerjaan penting. " ucap Zain yang melihat bapak penjaga keluar dari kamar.
"Maaf jadi dianggurin bertamu tapi tidak ada tuan rumah nya. " ucap bapak penjaga.
"Tidak apa-apa pak. semoga saya bisa segera bertemu di kota nanti. " balas Zain.
Kini Zain dan kenzo berencana kembali ke rumah dan pasti nya Zain harus menerima semua pertanyaan sahabatnya itu.
................
*π½πππ πΏππππππππ πππππ πΏππππππ*
π°πππππ-___
π³ππππ π°πππππ- πΆππππππ π³ππππ
π°ππ£π π°πππππ- π³ππ π°ππ£π
πππππ π°πππππ - πΌππ πππππ
ππππ π°πππππ- ππππ
π£ππππ π°πππππ-ππππ
πΊπππ£π πΏππππππ- πΊππ
π²ππππ’ π½πππππππ-ππ’ππ
πΊπππππ πππππππ-πΊππ
__ADS_1
ππππ-ππππ
π°πππ‘ (ππππ ππππ πππ πππππππ ππππππ πππππ ππππ ππ π³π΄π πΈπ»'π)