
Sebuah mobil memasuki bangunan cukup tua ditengah hutan dan saat seseorang turun dari mobil hitam tersebut, serentak semua orang di bangunan tua itu yang melihat pria tersebut langung menundukkan kepala sebagai tanda hormat nya. Pria yang yang masih tampak muda meski usianya tidak begitu muda lagi, tapi pria itu adalah boss mereka tentu saja harus hormat.
"Dimana dia? " ucap Pria itu setelah masuk ke dalam ruangan CCTV.
"Itu Boss, Ruangan Level Tingkat 5." penjaga CCTV menunjukkan sebuah kamera dan memperbesar gambarnya, menunjukkan seorang anak Laki-laki remaja yang terlihat masih belum sadarkan diri sepenuhnya.
"Biarkan Tuan Muda itu Tetap Hidup beberapa hari! " perintah boss yang masih menikmati pemandangan dari camera CCTV.
...............
Kini suasana kediaman Ardana menjadi kacau dengan suara teriakan histeris Nyonya Riana Ardana sang ibu yang kehilangan putra semata wayang nya, Ibu mertua yang berusaha menenangkan nya pun ikut terkejut dengan berita yang di sampaikan oleh anaknya.
__ADS_1
Sedangkan Tuan Ardana mencoba menenangkan putra nya yang terpukul dengan penculikan Zain, Seorang Putra Tunggal Dari Keluarga Ardana Diculik bagaimana pun jika ini tersebar pasti akan menjadi berita utama namun Arza melakukan pencariaan tanpa membuat kehebohan meski pun tetap dengan bantuan polisi. Bagaimana pun keadaan ini bisa menjadi ancaman baru lagi jika sampai tersebar dan ayah nya setuju jika pencariaan dilakukan dengan rahasia meski itu harus menyewa banyak detektif, bagi keluarga tidak masalah asalkan Putra mereka kembali ke rumah.
"Siapkan semua nya dan pastikan infornasi sekecil apapun diselidiki! " perintah Tuan Ardana pada semua Detektif yang disewa nya.
"Pasti ini berkaitan dengan tender baru ku, bagaimana bisa aku lalai melindungi anak ku!" ucapan frustasi Arza.
"Tenanglah.Bukan saat nya lemah, Zain membutuhkan kita nak. " sang ayah mencoba menenangkan putra nya.
"Sabar nak, semua sedang mencari Arza dan namun harus kuat tetap lah berdoa pada Tuhan. " nasehat Ibu mertua nya sambil mengelus kepala Riana.
Kini semua pencariaan dilakukan dan bukti yang sudah didapatkan dijadikan pentunjuk, karena sudah beberapa jam tetap saja penculiknya tidak menelfon untuk meminta tebusan dan jika seseorang tidak membutuhkan uang lalu apa yang di inginkan dari Keluarga Ardana. Zain Ardana sebagai Putra sulung Arza Ardana dan Cucu Laki-laki Tunggal Keluarga Ardana tentu saja akan menjadi pewaris utama bersama adik perempuannya nanti saat dewasa. Namun kini rasa panik dan takut menyelimuti Keluarga Ardana, Ardana sebagai kepala Keluarga tentu saja harus tetap tenang meski dirinya pun merasa sedih cucu nya menjadi korban penculikan karena persaingan bisnis.
__ADS_1
ππ‘ππ¨π π½πππ
Suara mobil yang masuk ke kediaman Ardana sudah disambut dengan tatapan sayu sang istri, Arza yang melihat istri nya berdiri dipintu masuk rumah langsung memeluk nya dan membawanya ke ruang Keluarga yang sudah dipenuhi anggota Keluarga Ardana.
"Jelaskan Semua nya nak! " ucap sang ayah setelah melihat putra nya masuk dan mendudukkan istri nya di sofa.
Arza menjelaskan semua nya dan keberadaan Kenzo diruangan itu pun juga tak luput harus menceritakan apa yang dilihatnya meski masih takut tapi tapi tetap saja bisa mengatakan segalanya. Setelah semua penjelasan tangis istri dan ibu nya pun pecah, baik Arza dan ayah nya mencoba menenangkan mereka berdua namun justru istri nya Arza semakin histeris. Bagaimana tidak jika seorang ibu kehilangan anak nya tentu saja hati nya hancur dan nyawanya pasti terasa hilang. Kini hanya suara tangisan dari sang istri bahkan ibu nya pun sudah ikut menenangkan menantu Tunggal nya itu.
..............
Rasa pusing di kepala nya tidak mereda terlebih lagi rasa haus yang melanda semakin membuat Zain tersiksa, ntah berapa lama dirinya tertidur karena ruangan itu tidak memiliki jam atau celah untuk cahaya masuk dan jam tangan Zain pun sudah hilang, rasa penasaran dan lelah menyatu bagaimana pun saat ini Zain belum bisa berfikir apa yang sudah terjadi.
__ADS_1