My Love Is Stuck With Tomboy Girl

My Love Is Stuck With Tomboy Girl
Bab 42: Special Part #Wanita berambut emas


__ADS_3

Tanpa basa-basi. Wanita itu masuk dengan menenteng koper terlebih dahulu, mobil sport warna merah menyala meninggalkan bandara. Mobil melaju diatas jalan utama dengan kecepatan normal, sang sopir masih enggan berbicara. Sedangkan wanita berambut emas, melepaskan kacamata dan masker tanpa perasaan melemparkan ke sembarang arah.


"Bagaimana kabarmu? Apakah kamu tidak suka aku kembali?" cecar wanita bermata abu-abu.


Hening…


Buk…


"Hentikan! Untuk apa kamu kembali? Sikapmu semakin tidak tahu aturan!" bentak sang sopir dengan tatapan tajam.


Wanita berambut emas hanya masa bodo. Setelah memukul bagian mobil dengan sepatu heels dan mendapatkan bentakan. Tetap tak mengubah rasa kesalnya diabaikan. Helaan nafas terdengar dari sang sopir, hingga mobil sport merah memasuki sebuah rumah sederhana. Jika di pandang sungguh kontras antara rumah untuk kalangan menengah dan sebuah mobil sport dengan harga 5 kali lipat dari rumah itu sendiri.


Braak….


"Turun!" tutah sang sopir dengan ketua.

__ADS_1


Mata wanita berambut emas membola. Rumah yang hanya sebesar dapur di mansion, kini akan menjadi tempat tinggalnya. Hal terhina baginya, jika tinggal dirumah sesempit itu. "Paman sadarkah? Ini kurungan burung! Bagaimana bisa seorang putri tinggal di tempat sekumuh ini!"


Tanpa mempedulikan ocehan dari sang keponakan. Tangan yang semakin lemah itu, menurunkan koper dengan kasar. Meninggalkan sang keponakan untuk memasuki rumah yang baginya cukup layak ditempati. "Ery masuk!"


Teriakan sang paman, sukses membuat wanita berambut emas menghentakkan kaki dan berjalan memasuki rumah sempit dengan taman gantung di teras. Dengan perasaan dongkol, pintu dibanting tanpa aturan.


Braaak…


Sang paman hanya menghela nafas. Sikap dan tingkah laku keponakan terakhirnya itu, semakin menjadi. "Duduk! Paman ingin membicarakan hal penting."


Ery duduk dengan malas, wajah cemberut gadis itu terlihat jelas. Sang paman ikut duduk dan meletakkan sebuah koran bekas di hadapan Ery. "Jangan mencoba mendekati mereka! Lepaskan niatmu. Paman sudah tak sanggup untuk bermain petak umpet. Paman sengaja membawamu ke rumah yang jauh dari pemukiman ataupun kemewahan. Karena mereka masih mencarimu. Beruntung wajahmu sudah berubah. Jadi jangan mengulangi kesalahan yang sama. Kamu paham Ery!''


Sang paman mengangguk dan menunjuk kearah satu kamar terdekat. Kamar dengan tirai bola-bola cristal mini menutupi pintu. Ery meninggalkan sang paman dengan tangan menutupi bibirnya, seakan benar-benar mengantuk. Akting yang natural. Hingga pintu kamar terbuka dan tertutup kembali, mata Ery langsung menatap tajam. Dari layar ponselnya, tertera wajah satu keluarga yang menjadi alasannya untuk kembali ke tempat kelahirannya.


Aku datang. Tunggu kejutanku. Terutama untukmu cintaku. ~batin Ery tersenyum tipis.

__ADS_1


Diusap nya foto satu wajah yang teramat tampan. Wajah yang selalu menghiasi mimpi malamnya. Semakin lama, rasa panas ditubuh Ery meningkat. Fikiran Ery mulai travelling, setiap kali menatap dan memperhatikan tubuh kekar pria yang menjadi wallpaper layar depan ponselnya.


Aku tidak sabar merasakan sentuhan mu. Membiarkanmu mencumbu dan menyesap setiap inci tubuhku. Menikmati keliaran jemarimu meraba kulit putihku. Cepatlah datang padaku, akan kupersembahkan jiwa raga ku untukmu. Ouuh Zain, kenapa kamu terlalu lama menguji hasratku. ~ batin Ery dengan menggigit bibir bawahnya.


Terlihat hasrat mulai menyelimuti mata Ery. Ery berpindah membuka satu video setelah memasang earphones di telinganya. Suara bimbingan video di atas meja, membuat Ery melucuti seluruh pakaiannya dengan kasar. Tangan Ery mulai melakukan pekerjaan yang tidak seharusnya.


Berbeda dengan kemesraan yang nyata di ranjang berderit. Suara ******* dan erangan memenuhi kamar dengan nafas memburu. Ntah berapa kali penyatuan, namun kedua tubuh tanpa sehelai benang itu masih sibuk bekerjasama berbagi peluh tanpa kenal waktu.


"Aaaarrgghhh. Love you my wife."


Cup.. cup.. cup...


"Sudah cukup! Aku lelah, semakin lama permainanmu tak kenal batasan. Apa kamu minum obat kuat?"


"Aku tak membutuhkan obat kuat! Kamu sudah menjadi candu ku. Mau bukti?"

__ADS_1


Tangan lembut dengan wajah memerah, langsung menarik selimut menyelamatkan diri dari terkaman singa lapar. Membiarkan tangan kekar melingkar di perutnya.


Semoga kita tetap sehangat ini. Ntah kenapa hatiku merasa tak tenang. Tetaplah bersamaku Kei.~ batin Zain menurunkan selimut agar sang istri bisa bernafas.


__ADS_2