
Rain kemudian melangkah mundur dan membiarkan Sunny keluar dari ruangan rawat mereka.
Sunny begitu kesal, semua ucapan Rain terdengar seperti omong kosong namun begitu mengusiknya. Ia bahkan terlalu kesal hingga ia melupakan ponselnya yang tertinggal di atas meja di sebelah ranjang rawatnya.
Dengan mencuri pakaian seorang perawat, akhirnya Sunny dapat keluar dari rumah sakit, kini Sunny berjalan tidak jauh dari rumah sakit dan duduk sebentar disebuah halte bus yang sepi.
"Semoga aja masih ada taksi yang beroperasi di jam segini." gumamnya, cuaca sangat dingin malam ini, jalan yang basah dan angin yang berhembus sejuk menandakan baru saja turun hujan deras disekitar ia berada.
"Ayah tiri, seseorang yang mencoba membunuhnya... Apa mungkin saudara tiri Rain jahat?" gumam Sunny bingung. Ia berbicara sendiri sembari memikirkan ucapan Rain yang tidak juga hilang dalam benaknya.
"Oho ho ... Ini namanya habis gelap terbitlah terang..."
Sunny menoleh, suara itu terdengar mengerikan dan seorang pria bertubuh besar terlihat berjalan kearahnya dengan dua orang bertubuh tidak kalah besarnya darinya.
"Kita ketemu lagi nih neng bening, pacarnya si bocah sialan itu kan? Gara-gara loe kita gagal dapetin bonus besar." Ucapnya kembali seiring dengan langkahnya yang semakin mendekat.
Sunny beranjak bangun dengan cepat dari tempat duduknya, walau kakinya tiba-tiba terasa lemas, tapi Sunny tetap berusaha untuk menjauh.
"Mau apa kalian?!" tanya Sunny, terlihat jelas jika ia sangat ketakutan kini.
Pria itu hanya tertawa, "Tentu aja kami mau ajak loe bersenang-senang setelah itu mengirim loe ke surga deh!"
Sunny bukanlah wanita bodoh, ia tahu makna dari ucapan sarkas pria itu yang menatapnya dengan tatapan menjijikkan seperti itu. Tanpa membuang waktu, Sunny berlari cepat menjauh, tapi tubuhnya masih sangat lemas hingga ia tidak dapat berlari cepat.
"Lari yang cepetan dikit dong cantik, soalnya tanpa perlu lari pun kami masih bisa kejar loe dengan mudah..."
Setiap kalimat yang diucapkan pria itu seperti sebuah momok yang menakutkan bagi Sunny, ia terus berlari hingga akhirnya kakinya yang lemas kehilangan keseimbangannya dan membuatnya nyaris terjatuh jika saja seseorang tidak dengan cepat menyanggah tubuhnya.
"Rain!" Sunny menutup bibirnya rapat-rapat dengan kedua tangannya, entah Rain datang darimana hingga kini tiba-tiba ia berada dihadapannya.
"Ayo kita kabur, Rain... Orang jahat itu ada disini." ajak Sunny panik.
__ADS_1
Rain tersenyum, tapi bukan untuk menyetujui ajakan Sunny melainkan untuk melangkah maju membelakangi Sunny dan menanti ketiga orang bertubuh besar itu mendekat.
"Rain, loe gila?!" Bisik Sunny yang sudah sangat ketakutan.
"Kalau gue bisa ngalahin mereka dalam waktu sepuluh menit, maka berjanjilah kalau kita akan menikah..." tawar Rain bernegosiasi sementara Sunny yang masih memegangi bahu Rain sungguh tidak habis pikir dengan ucapannya baru saja.
"Jangan bercanda! Sebaiknya kita kabur aja." bujuk Sunny, mungkin Rain terlalu banyak meminum air laut hingga otaknya yang terkena garam menjadi karatan dan berpikir bodoh seperti itu. Sunny masih dapat mengingat bagaimana Rain di hajar oleh merek hingga ia tidak berdaya dan nyaris pingsan.
"Setuju atau gak? Atau gue akan tinggalin loe disini!"
"Pria kejam!"
"Ya udah..." Tidak disangkanya, Rain benar-benar kejam, ia tidak sungkan melangkah menjauh meninggalkan Sunny yang sudah sangat lemas tidak mampu menyusul langkahnya.
"Ok.. Ok.. Kita menikah besok! Jadi jangan tinggalin gue!" Akhirnya Sunny menyerah, masa depannya akan lebih hancur jika ketiga orang menyeramkan itu menangkapnya.
Rain tersenyum, ia masih sempat mengusap rambut Sunny sebelum menghajar ketiga orang itu.
Sunny terdiam, ia hanya dapat menutup mulutnya melihat kemampuan berkelahi Rain.
"Sembilan menit, gue masih punya satu menit bonus jadi gimana cara loe bayarnya?" tanya Rain mendekat dan menatap Sunny lekat.
"Terima kasih..." Hanya kalimat sederhana itu yang dapat Sunny lontarkan, ia masih syok dengan semua keadaan ini.
Rain tersenyum, "Bayaran yang manis." gumam Rain, ucapan terima kasih dari Sunny sudah cukup untuk membayar jerih payah menghajar pria-pria itu.
"Ayo kita balik ke rumah sakit." ajak Rain sambil mengulurkan tangannya dan menatap Sunny lembut.
"Kaki gue lemes..." ucap ap Sunny sedikit malu tapi itulah yang ia rasakan, namun Dimata Rain Sunny terlihat menggemaskan, kepolosannya kembali membuat Rain menyunggingkan senyum tipisnya sebelum akhirnya Rain mengangkat tubuh Sunny dan menggendongnya ala bridal style dan membawanya kembali ke rumah sakit.
"Jangan lupa janji loe..."
__ADS_1
"Iya..."
"Loe jago beladiri, tapi kenapa saat itu loe nyaris pingsan di hajar sama mereka? Jangan-jangan ini skenario propaganda loe?"
"Jangan gila, mereka mukulin gue sampe rasanya gue nyaris mati, mana mungkin mereka orang yang gue bayar sendiri buat ngebuat gue mati?"
"Ya terus kenapa loe kalah, apa karena gak ada wanita cantik yang ngeliat kemampuan loe berkelahi?"
"Mereka kasih obat pada minuman gue, bukan karena gak ada wanita cantik yang ngeliat gue berkelahi. Lagipula saat di kapal kan loe sempat ngeliat gue ngelawan mereka sebelum akhirnya loe jatuh ke laut kan dan gue tetap aja kalah walau loe ngelihat gue berkelahi."
"Ya bisa aja, gue kan bukan tipe loe!"
"Tapi loe cantik."
Sunny hanya dapat menyembunyikan wajahnya dibalik bahu Rain karena merasa malu. Awalnya, Sunny merasa gugup saat Rain menggendongnya tapi kemudian percakapan diantara mereka membuatnya sedikit demi sedikit kehilangan rasa gugupnya tapi ketika Rain menyebutnya cantik, semua kegugupan itu kembali menghinggapinya bahkan lebih.
Tanpa terasa kini, Rain telah membawa Sunny sampai di ruangan rawat mereka dan mendudukkannya diatas ranjang.
"Gue gak tau apa cara ini romantis tapi gue mau ngelamar loe sekali lagi."
"Rain,"
"Maaf, Sunny... Karena gue, loe gak bisa ngalamin lamaran yang menakjubkan dari pria idaman loe tapi gue janji gak akan ngecewain loe setelah ini."
Sunny terdiam, suara Rain dan hembusan nafasnya terdengar dekat menyentuh tengkuknya. Tubuhnya mematung tidak berdaya, bertanya-tanya apa yang ingin pria ini lakukan padanya.
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk pernikahan kita kelak." Ucapnya terdengar manis terlebih saat Rain menggunakan bahasa yang lebih lembut di akhir kalimatnya.
senyuman Rain mengawali tindakannya memasangkan anting berwarna merah Ruby pada telinga Sunny.
"Cantik ..."
__ADS_1
Jantung Sunny seketika terhenti saat Rain mengecup bibirnya singkat.
.....