
"Bagaimana Fito hasil penyelidikanmu?? Siapa gadis yang sudah menolak putraku??"tanya Adam
"Namanya Alesha Tuan, dia kuliah ditempat yang sama Tuan Rey dan dia tinggal bersama sepupunya di apartemen. Dari informasi gadis itu berasal dari Indonesia. Ini fotonya Tuan."ucap Fito seraya menyerahkan foto yang dulu pernah Rey berikan padanya
Adam kaget setelah melihat foto tersebut. Ternyata gadis yang selama ini dicari ada di Singapura dan menariknya Rey mencintainya
"Alesha ternyata adalah Bianca. Aku akan membantu Rey untuk mendapatkan Bianca karena tinggal dua bulan lagi warisan itu akan diterima Bianca. Mereka harus menikah dengan begitu warisan Bianca sama saja jadi milik Rey. Dan setelah itu aku akan merebutnya dan menguasainya."ucap Adam menyeringai
"Kau boleh pergi Fito. Nanti akan misi yang harus kau lakukan. Persiapkan dirimu aku akan menghubungi lagi nanti."ucap Adam
"Baik Tuan, saya permisi."pamit Fito
"Keberuntungan sedang memihak kepadaku dan aku tak boleh membuang waktu."ucap Adam tersenyum
Kemudian dia pergi kekamar untuk menemui Berlin
"Berlin, kau bicara pada Rey kalau kita akan mengajaknya pergi ke Belanda dan menetap disana. Tapi, sebelum kita ke Belanda, kita ke Jepang dulu karena aku ada pekerjaan disana."ucap Adam
"Baiklah nanti aku akan bicara padanya honey."ucap Berlin berjalan mendekati Adam dan duduk dipangkuan Adam
"Apa yang sedang kau rencanakan honey??"tanya Berlin mengelus pipi Adam dengan lembut
"Kau akan tahu nanti Babe. Aku menginginkanmu."bisik Adam dengan menggigit kecil telinga Berlin membuatnya mencium bibir Adam dan tangannya meraba pakaian Berlin dan melepaskannya lalu menggendongnya ke ranjang dan mereka melakukan kegiatan panas sampai pagi
Keesokan harinya Berlin berbicara pada Rey jika dia akan diajak ke Belanda. Awalnya dia menolak pergi ke Belanda, tapi Berlin membujuknya hingga berpura pura sedih dan menangis. Rey akhirnya luluh dan mau ikut pergi ke Belanda
Disisi lain
Diperusahaan Graham Corp. Nathan dan Hans berbincang bincang serius diruangan Nathan
"Bagaimana Hans pergerakan tante Monalisa?? Apakah dia masih mengerahkan anak buahnya mencari Bianca??"tanya Nathan
"Sepertinya sudah tidak ada Tuan karena mungkin dia sudah menyerah karena sudah hampir sepuluh bulan tapi anak buahnya tak menemukan petunjuk keberadaan Bianca."ucap Hans
"Tapi aku merasa jika Tante Mona sudah tahu keberadaan Bianca maka dari itu dia sudah tidak menyuruh anak buahnya mencarinya. Dan sepertinya dia juga merencanakan untuk menculik Bianca mengingat tinggal dua bulan lagi warisan itu diterima Bianca. Tapi, walaupun tante Mona masih belum melakukan rencananya, kita harus tetap berhati hati Hans karena aku takut ini hanyalah siasat saja. Saat kita lengah baru mereka melancarkan aksinya. Aku tak mau kecolongan kembali dan kehilangan Bianca."ucap Nathan
"Tenanglah Tuan karena aku sudah menempatkan anak buah kepercayaan kita disana, jadi jika ada sesuatu yang mencurigakan mereka akan cepat menghubungi kita."ucap Hans
"Mereka orang yang licik Hans, terutama Om Adam suaminya Tante Mona. Kita harus meningkatkan keamanan untuk Bianca."ucap Nathan
Drrrt drrrt drrrrttt
"Hallo,,,, ada apa Vier??"Nathan
"Bang, gawat Bianca diculik!!!"Zavier
"Whatt?!! Bagaimana bisa Vier?? Gue kan sudah menyuruh lo menjaganya dengan baik!!!Nathan
__ADS_1
"Tadi sampai diparkiran kampus Bianca langsung ditarik seseorang masuk kedalam mobil bang. Kejadiannya begitu cepat bang jadi gue gak bisa berbuat apa apa. Ini gue dan Zea sedang mengejar mobil itu Bang."Zavier
"Kejar terus Vier jangan sampai kehilangan jejak gue akan menghubungi anak buah kita untuk membantu lo mengejar mobil itu."Nathan
"Baiklah bang."Zavier
tut tut tut
"Hans, siapkan pesawat sekarang juga!! Gue harus segera pergi ke Singapura."ucap Nathan
"Ada apa Nathan??"tanya Hans
"Bianca diculik. Kita kecolongan lagi. Gue harus segera ke Singapura. Cepat hubungi anak buah kita yang ada disana agar bisa membantu Vier."jawab Nathan
"Baik Nathan."ucap Hans menghubungi anak buahnya
Setelah menunggu beberapa menit
"Pesawat sudah siap Nathan. Gue akan ikut lo!!"ucap Hans
Kemudian Nathan keruangan Ayah Sam dan pamit akan pergi ke Singapura. Setelah pamit dengan Ayah Sam mereka segera pergi menuju pesawat pribadi yang sudah disiapkan anak buah Hans
Didalam mobil Bianca berteriak minta tolong dan berusaha kabur
"Tolong lepaskan saya!!"ucap Bianca
"Siapa kalian?? Kenapa kalian menculikku??"tanya Bianca
"Bius dia agar tidak terus berbicara!!"perintah salah satu penjahat
drtt drrt drrt
"Hallo bos."
"Bagaimana??"
"Kami berhasil bos."
"Bagus!! Bawa dia kebandara."
"Baik bos."
"Pastikan tidak ada mobil yang mengejar kalian. Jika ada kecoh mobil itu. Jangan sampai kalian gagal. Mengerti.!!"
"Kami mengerti bos."
tut tut tut
__ADS_1
"Sepertinya ada mobil yang mengejar kita."ucap salah satu penjahat menoleh kebelakang
"Cepat hubungi orang yang menggunakan mobil yang sama dengan kita agar segera kemari agar kita bisa mengecoh mereka."ucapnya
"Baiklah."
Dimobil lainnya
"Cepat Vier, kita hampir dekat dengan mobil itu."ucap Lea
"Lo sudah menghubungi Ricky kan??"ucap Zavier
"Sudah Vier, kak Ricky sedang menuju kemari bersama kak Lea."ucap Zea
"Baguslah semakin banyak yang mengejar mobil itu maka kita akan segera menangkap mereka."ucap Zavier
Ternyata yang dikejar mobil tadi bukan mobil yang membawa Bianca. Mereka berhasil mengecohnya. Dan Bianca sekarang sudah ada di bandara. Dalam keadaan pingsan, Bianca dibawa menaiki pesawat
Setelah menempuh perjalanan selama tujuh jam pesawat mendarat dan Bianca yang masih pingsan dibawa kembali ke mansion dan ditidurkan disalah satu kamar
"Kenapa dia masih pingsan??"tanya Adam
"Obat biusnya dosis tinggi Tuan jadi mungkin sekitar dua jam lagi dia akan bangun."ucap Fito
"Baiklah kau boleh pergi."ucap Adam
Setelah melihat Bianca, Adam pun datang ke kamar Rey dan menyuruhnya ke kamar yang ada disebelahnya
"Rey, daddy punya kejutan untukmu ada dikamar sebelah."ucap Adam
"Kejutan apa Dad?? Aku sedang malas keluar kamar."ucap Rey malas
"Kau pasti akan menyesal karena tidak ingin melihat kejutan dari Daddy."ucap Adam
"Baiklah."ucap Rey berdiri dari duduknya dan menuju kamar sebelah
Setelah membuka pintu kamar dia melihat ada seseorang yang tertidur di kamar dan diapun mendekatinya. Dan betapa kagetnya dia setelah tahu siapa orang yang tertidur itu
"Alesha.."ucap Rey
Rey menepuk pipi Alesha agar bangun, namun dia tak juga bangun dari tidurnya. Kemudian dia menoleh ke Daddy nya yang ada dibelakangnya
"Apa yang daddy lakukan pada Alesha??"ucap Rey marah
"Tenanglah Rey dia hanya pingsan. Sebentar lagi juga sadar. Daddy tinggalkan kalian, siapa tahu kau ingin melepas rindu."ucap Adam
Rey menoleh ke Alesha kembali dielus pipinya dengan lembut
__ADS_1