My Secret Marriage

My Secret Marriage
Bab 64


__ADS_3

Setelah seminggu honeymoon hari ini saatnya Bianca dan Nathan pulang ke Indonesia. Selama perjalanan pulang wajah Bianca selalu cemberut dan mengabaikan Nathan yang ada disampingnya


"Udah dong sayang ngambeknya. Janji nanti kita liburan lagi."bujuk Nathan


"Aku gak mau liburan lagi sama kamu mas."ucap Bianca ketus


Gimana gak ngambek selama seminggu di Paris Bianca tak pernah diizinkan keluar dari kamar. Keluar itupun hanya sekali dan Bianca harus ngambek dulu baru bisa pergi melihat Menara Eiffel. Setelah itu dia dikurung kembali dikamar dan digempur habis habisan oleh Nathan. Dan rencana yang dari Paris baru ke Swiss pun batal karena Bianca yang kelelahan saat akan berangkat ke Swiss alhasil mereka tak jadi ke Swiss dan hanya di Paris saja


"Kan kita belum ke Swiss sayang. Nanti kita kesana untuk honeymoon kedua kita."kata Nathan


"Aku gak mau mas kalau cuma berdua kalau sama yang lainnya aku mau. Kalau dengan yang lainnya kan pastinya aku bisa jalan jalan gak akan kamu kurung dikamar terus. Lagian kita kemarin seharusnya gak usah pergi ke Paris kalau aku hanya dikurung dikamar terus."kata Bianca kesal


"Kan kita pergi jalan jalan juga sayang di Paris bukan hanya dikamar terus."kata Nathan membela diri


"Iya jalan jalannya cuma satu hari, tapi hari lainnya kan aku dikurung terus sama kamu."kata Bianca melirik tajam kearah Nathan


"Jauh jauh sampai Paris cuma lihat Menara Eiffel aja. Aku kan juga pengen liat yang lainnya juga."lanjut Bianca


"Ya deh aku janji nanti kita liburan lagi bareng yang lainnya dan kamu boleh jalan jalan kemanapun sesuka kamu. Tapi, udahan ngambeknya."bujuk Nathan


"Tapi janji ya??"ucap Bianca


"Iya janji sayang."ucap Nathan lalu Bianca tersenyum


"Gitu dong sayang senyum. Kamu tahu gak sih aku suka sekali lihat kamu senyum. Senyum kamu itu manis sayang rasanya pengen cium deh."gombal Nathan lalu mengecup bibir Bianca sekilas


"Modus kamu mas."kata Bianca mengerucutkan bibirnya membuat Nathan gemas dan mencium bibir Bianca


"Tapi suka kan."goda Nathan membuat Bianca tersenyum malu


Setelah menempuh perjalanan selama 16 jam pesawat pribadi yang ditumpangi Nathan dan Bianca sampai di Jakarta. Mereka sudah dijemput Lea, Ricky, Zavier dan Zea. Nathan dan Bianca berjalan menghampiri mereka berempat dengan wajah sumringah


"Sepertinya habis honeymoon kakak iparku ini bahagia sekali."goda Zavier membuat Bianca merubah wajahnya jadi cemberut karena mengingat honeymoon nya yang tak sesuai dengan harapannya


"Kenapa jadi cemberut Bii??"tanya Lea


"Aku lagi gak mau bahas honeymoon."ucap Bianca membuat orang yang disana jadi heran dan semua mata melihat kearah Nathan namun Nathan hanya diam saja

__ADS_1


"Kenapa Bii?? Biasanya orang yang pulang honeymoon itu seneng ini kok jadi cemberut gitu."ucap Zea


"Gimana mau seneng kalau disana aku hanya dikurung dikamar gak pernah jalan jalan."ucap Bianca sontak membuat semua orang yang ada disana tertawa terbahak bahak sedangkan Nathan nampak cuek


"Bang Nathan ini gak ada kasihannya sama Bianca dikurung digempur terus dikamar."goda Zavier


"Ya tuh Vier nyebelin kan abang kamu."ucap Bianca


"Udah udah ayo kita pulang sayang."ucap Nathan menarik tangan Bianca karena tak ingin mereka membahas itu lagi


Mereka berjalan bersama menuju mobil Zavier. Setelah perjalanan selama satu jam mereka sampai di mansion Graham. Disana Bunda Mira sudah menunggu mereka diruang tamu


"Assalamualaikum."ucap mereka bersama sama


"Waalaikumsalam."jawab Mira


"Wah anak anak bunda sudah pulang. Gimana honeymoon nya sayang??"tanya Mira saat Bianca sudah duduk disampingnya. Nathan yang tak ingin Bianca nanti mempermalukannya seperti di Bandara pun memutuskan untuk mengajaknya ke kamar


"Bun, kami lelah kami istirahat dulu ya."ucap Nathan seraya menarik tangan Bianca


"Ya Bunda. Aku ke kamar dulu ya semua."pamit Bianca berjalan mengikuti Nathan


"Bun, aku pamit pulang dulu ya??"ucap Lea


"Makan malam disini dulu Lea baru boleh pulang. Ayo Lea dan Zea bantu bunda masak untuk makan malam nanti."ajak Mira


"Baik Bunda."ucap Lea dan Zea bersamaan


Lea dan Zea mengikuti bunda Mira ke dapur untuk memasak makan malam. Sedangkan Zavier dan Ricky berbincang bincang. Sekarang Zavier sudah mulai bekerja dikantor namun masih banyak belajar maka dari itu dia selalu bertanya pada Hans dan juga Ricky tentang masalah perusahaan yang belum dia mengerti


Malam pun tiba mereka semua makan malam bersama. Setelah makan malam mereka berbincang bincang sebentar diruang tamu. Suasana makin ramai karena Zavier yang selalu menggoda Bianca dan Nathan


"Kalian jangan tunda punya momongan ya sayang. Bunda sudah tidak sabar ingin menimang cucu."ucap Mira


"Ya bunda. Nathan gak akan menundanya dan aku berharap Tuhan segera memberikan momongan pada kami."ucap Nathan


"Amiin."ucap Mira tersenyum

__ADS_1


"Oh ya Bii jangan lupa satu minggu lagi datang ke perusahaan Anggara Corp bersama Nathan."ucap Lea mengingatkan


"Ya kak Lea. Aku gak lupa kok. Aku pasti datang kesana."ucap Bianca


"Lea pamit dulu ya bunda, ayah. Dari tadi mommy telepon terus memintaku untuk cepat pulang."pamit Lea mencium punggung tangan Mira dan Sam


"Aku juga mau pulang bunda, ayah."pamit Zea juga mencium punggung tangan Mira dan Sam


"Aku antar ya Beb."ucap Zavier


"Aku bareng kak Ricky aja Vier."tolak Zea


"Iya biar Zea bareng aku aja. Gue tahu lo pasti lelah. Lagian Zea mau menginap di mansion Lea."ucap Ricky


"Yaudah deh."ucap Zavier pasrah


"Eh Zea kita belanja ke mall ya besok."ajak Bianca


"OK. Besok aku akan menjemputmu."ucap Zea


"Yaudah kami pamit bunda. Assalamualaikum."ucap Ricky mencium punggung tangan Mira


"Waalaikumsalam. Hati hati dijalan ya kalian dan jangan ngebut dijalan Rick."ucap Mira


"Ya bunda. Bye semuanya."ucap Ricky berjalan keluar mansion diikuti Zea dan Lea


"Oh ya Vier besok kita akan mengecek pembangunan proyek baru kita yang ada di Bogor."ucap Nathan


"Jam berapa bang??"tanya Zavier


"Jam 9."jawab Nathan


Malan semakin larut mereka memutuskan untuk segera kembali ke kamar masing masing dan tidur


Disebuah kamar Rey terlihat sedang membaringkan tubuhnya keranjang namun dia tak bisa memejamkan matanya. Dia mengingat tadi saat Berlyn menghubunginya dan memintanya untuk membebaskannya dan juga Adam. Dia ingin sekali membebaskan kedua orang tua nya namun mereka belum berubah. Dia takut mereka akan menyakiti Bianca wanita yang masih mengisi relung hatinya itu


"Apakah aku harus membebaskan mereka?? Tidak aku harus memastikan apakah benar kata Mommy jika Daddy sudah berubah. Aku besok harus ke Jepang untuk melihat keadaan disana."gumam Rey

__ADS_1


__ADS_2