My Secret Marriage

My Secret Marriage
Permainan berbahaya


__ADS_3

"Siapa bilang kamu gak berbahaya?"


Sunny seketika menahan nafasnya, Rain menarik pinggangnya dan membuat posisi mereka semakin menantang.


"Karena pesona kamu yang berbahaya, aku bisa lepas kendali kapanpun juga jika sekali saja kamu mengendurkan pertahan mu." Bisik Rain pelan, ia dengan sengaja menyentuh ujung telinga Sunny dengan ujung bibirnya hingga tubuh Sunny langsung bereaksi. Ketegangannya dapat Rain rasakan dan menyambar ke tubuhnya.


Padahal Rain tidak berniat bermain api gairah dengan istrinya itu tapi ia sudah sepenuhnya terbakar sekarang hingga tangan nya dengan begitu lembut meluncur menyusup ke dalam t-shirt kebesaran yang saat ini Sunny pakai.


Setiap garis tubuh Sunny yang Rain sentuh dengan jari-jari nakalnya membawa kenikmatan bagi Rain terlebih saat reaksi Sunny yang tersiksa menahan sensasi yang ia rasakan karena ulah tangan nakalnya, Rain yakin jika Sunny juga merasakan kenikmatan yang sama.


"Rain..." suara Sunny terdengar tertahan sehingga Rain semakin sengaja menjelajahi punggung Sunny dengan tangannya bahkan kali ini tangannya dengan nakal menarik Sunny semakin merapat hingga kedua kaki Sunny berada diantara kakinya. Posisi ini sungguh menguntungkan bagi Rain.


"Kapan kita mandinya, Rain?" dengan sisa kesadarannya, Sunny mencengkram bahu Rain kuat-kuat tapi bukannya kesakitan, Rain justru semakin bersemangat.


"Mau berendam?"


"Ya apapun itu, aku hanya ingin mandi..."


"Tapi aku tidak hanya ingin sekedar mandi..."


"Siapa yang memintamu menyulut api? Sekarang kamu terbakar kan?"


Rain tersenyum malu, ia menundukkan kepalanya di bahu Sunny dan mendekapnya lebih erat lagi.


"Besok kita pulang dari sini ya?" ajak Rain yang masih tidak juga melepaskan tubuh Sunny.


"Tapi kita baru dua hari disini." Sunny terdengar kecewa, ia mulai menyukai tempat ini dan mereka belum mengekplorasi banyak hal di tempat yang indah ini karena mereka selalu tertarik pada permainan yang mematik gairah yang membuat mereka nyaris tidak bisa tidur dengan damai sejak malam pertama kedatangan mereka ketempat ini.


"Tapi tempat ini menyiksaku..." Rain mengangkat pandangannya lalu menatap Sunny, ia membantu Sunny merapihkan rambutnya dan menyentuh bibir Sunny dengan ibu jarinya.


"Kenapa tempat ini menyiksamu?" tanya Sunny yang terlihat menikmati permainan ibu jari Rain di bibirnya bahkan tanpa ragu mengigit ujung jarinya yang menyusup ke dalam mulutnya.


"Karena aku selalu ingin memakan mu." jawab Rain yang semakin menekan bibir Sunny dengan ibu jarinya hingga ia dapat merasakan ujung lidah Sunny membasahi ujung jarinya lalu tersenyum puas karenanya.


"Jika kamu memakan ku habis, maka kamu tidak akan lagi memiliki seorang istri yang cantik seperti ku."


"Kalau begitu makan saja aku... Aku yakin kita akan tetap bersama bahkan setelah kamu memakan ku."

__ADS_1


Sunny menelan saliva-nya yang mendadak ingin menetes karena bujukan Rain menggetarkan sesuatu di tubuhnya, pria itu tidak menggunakan kata-kata vulgar tapi Sunny dapat mengerti dengan jelas maksud terselubung dari ucapan Rain, apalagi saat Rain mulai mendorong pinggulnya lebih dekat di akhir kalimatnya hingga Sunny dapat merasa sesuatu milik Rain yang mengganjal di bawah tubuhnya dan menciptakan situasi yang membuat kembang api meletup-letup di kepalanya.


"Bersabarlah sedikit, Rain..." Sunny mengeram merasakan sensasi gesekan yang tercipta diantara tubuhnya dan Rain.


"Aku sungguh tersiksa..." kini giliran Rain yang menggeram menahan sensasi yang tercipta akibat ulahnya sendiri.


"Haruskah kita tidak jadi mandi bersama?"


"Dan melewatkan kesempatan ku untuk membujuk mu lebih frontal lagi? Jangan bermimpi, sayang!"


Kini giliran Sunny yang menyembunyikan wajahnya di balik bahu Rain. Percakapan ini hanya bisa terjadi diantara pasangan suami istri dan itulah mereka. Entah kemana perginya semua rasa malu itu bahkan tidak ada sedikitpun perasaan risih saat Rain terus-menerus membujuknya.


"Gendong aku sebelum berubah pikiran!"


Rain tersenyum, ia mengecup ujung hidung Sunny sebelum akhirnya mengangkat tubuh Sunny turun dari atas tempat tidur dan melangkah memasuki kamar mandi masih dengan menggendong Sunny dalam dekapannya.


Kedua kaki Sunny melingkar di antara pinggan Rain sementara kedua tangannya berpegangan pada bahu Rain.


"Boleh gak aku buka semua baju kamu?" tanya Rain begitu ia menurunkan tubuh Sunny.


Sunny kemudian melangkah menuju bathub, ia mulai mengisi air ke dalam bathub itu lalu menuangkan sabun hingga busa sabun itu memenuhi bathub.


Rain tidak menginterupsi apapun yang Sunny sedang lakukan sekarang hanya saja ia sedikit kesulitan menghadapi Sunny yang mendadak menanggalkan t-shirtnya dan meninggalkannya di lantai begitu saja barulah ia masuk ke dalam bathub dengan pakaian dalamnya.


"Kamu tahu itu hanya akan sia-sia..." gumam Rain sebelum menanggalkan pakaiannya, seluruh pakaiannya. Sunny dengan cepat memalingkan wajahnya ketika Rain hampir melepaskan pakaian dalamnya juga.


Setelah itu Sunny merasakan Rain memasuki bathtub dan kini ia duduk tepat di hadapannya. Rain tersenyum lalu merangkak mendekat, memeluk Sunny hingga tubuh gadis itu membeku sepenuhnya.


Bibir Rain menempel di bahu Sunny, dia membuat sekujur tubuh Sunny terasa terbakar tapi seolah belum puas membuat tubuh Sunny terkejut dengan sentuhannya yang mendadak, Rain dengan mudah membuka bra yang dikenakan oleh Sunny dan membuangnya.


Sorot mata Rain adalah sorot mata yang berbahaya karena meskipun pria itu kembali bergerak mundur sekarang sambil menyandarkan tubuhnya di bathub dengan santai tapi dia membuat kewaspadaan Sunny meningkat meskipun busa sabun menutupi tubuhnya tapi mereka berada di dalam bak mandi yang sama dengan air dingin yang justru terasa panas terlebih ketika ujung kaki Rain menyentuh ujung kakinya hingga Sunny harus menarik kakinya dengan sedikit menekuk lututnya.


Rain tidak mengatakan apapun selain menatapnya, pria itu mendongakkan kepalanya dan membentangkan tangannya diantara tepi bathtub. Lihatlah bagaimana dada bidangnya terekspos begitu juga dengan lehernya yang terlihat kokoh hingga terbersit keinginan nakal di benak Sunny untuk menikmati setiap inci leher Rain dan bersandar pada bahunya yang bidang dan berotot itu.


Rain terlihat sangat menikmati situasi ini berbeda dengan Sunny yang tegang setengah mati karena berendam bersama dengannya padahal Rain adalah suaminya.


"Ini adalah penyiksaan terbaik." Rain akhirnya bersuara, ia kembali menatap Sunny, gadis yang saat ini tidak berkutik di ujung bathub sana. "Kamu tahu, aku ingin menenggelamkan tubuhku di dalam bathub ini dan mengintip tubuh mu."

__ADS_1


Rain kembali tersenyum ketika melihat wajah Sunny sudah semerah buah cherry. "Jangan tegang, kamu yang mengijinkan ku untuk mandi dengan mu kan?"


Sunny menganggukkan kepalanya, entah sejak kapan tapi Rain mulai mendominasi situasi ini sementara Sunny tidak berkutik dan terintimidasi.


"Berbalik lah, aku akan gosok punggung mu..."


"Ya?"


"Atau kamu mau aku menggosok bagian depan mu?"


Sunny langsung memutar posisinya dan membelakangi tubuh Rain sebelum pria itu mewujudkan ucapan terakhirnya.


Tangan Rain terasa hangat ketika menyentuh bahu Sunny hingga ia harus menahan nafasnya apalagi ketika pria itu memindahkan rambut panjangnya ke depan.


"Kamu sungguh tidak ingin pulang besok?" Rain berbisik dan perlahan ia menggosok punggung Sunny, terasa geli tapi juga nyaman tapi sentuhannya juga meninggalkan rasa panas yang membakar kulit.


"Apa kalau pulang keselamatan ku akan terjamin?"


"Nah ... Aku hanya ingin cepat-cepat menemukan rumah untuk kita dan membujuk mu lebih keras lagi."


"Membujuk apa?"


"Kamu yang paling tahu apa yang aku inginkan darimu..."


"Jika kamu mendapatkannya, apa kamu akan berhenti mengganggu ku?"


"Jangan harap hidup mu tenang setelah itu, istri ku..."


"Lihatlah, aku tidak memiliki keuntungan apapun bahkan setelah aku memberikan apa yang kamu inginkan."


"Aku bertaruh kamu akan menjadi wanita yang paling bahagia."


"Haruskah aku mencobanya?" tanya Sunny terdengar penasaran.


Rain menyeringai ketika Sunny berbalik dan menunjukkan senyuman yang menantang. "Mau mulai darimana, suami ku?"


***

__ADS_1


__ADS_2