
Lea, Rey, Ricky dan Monalisa baru sampai bandara. Mereka dijemput oleh supir pribadi Ricky menuju ke mansion Anggara. Mereka istirahat sebentar sebelum pergi menemui Bianca di mansion Graham. Monalisa ingin hari ini juga datang menemui Bianca untuk meminta maaf padanya. Setelah istirahat selama 3 jam mereka memutuskan untuk pergi ke mansion Graham sebelum malam tiba. Jarak mansion Graham dan Anggara cukup jauh hingga memakan waktu satu jam. Setelah sampai mansion Graham Monalisa begitu gugup dan Lea memegang tangan Monalisa memberikan dukungan bahwa dia tidak sendiri. Dan Monalisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka turun dari mobil bersama sama dan memasuki mansion Graham
"Assalamualaikum."sapa Lea
"Waalaikumsalam."jawan Mira yang mulanya tersenyum jadi berubah jadi marah begitu melihat siapa tamu yang datang
"Untuk apa kamu kemari?? Kamu tidak akan pernah bisa menyakiti Bianca lagi."ucap Mira emosi
"Tante salah paham Mommy kemari hanya untuk meminta maaf pada Bianca."ucap Lea
"Kamu jangan membelanya. Aku tahu seperti apa Mon. Dia pasti ingin membawa Bianca pergi lagi seperti dulu."ucap Mira
"Maaf Mira aku tahu dulu aku memang salah. Tapi aku benar benar menyesal. Aku hanya ingin meminta maaf pada Bianca. Aku tak akan menyakitinya. Aku janji Mira."ucap Monalisa dengan penuh penyesalan
"Maaf tapi aku tak mudah percaya padamu Mon. Sudah dua kali kamu hampir mencelakai nya hanya karena harta. Dia itu keponakanmu satu satunya harusnya kamu menjaganya Mon bukannya malah mencelakainya. Dia itu anak yatim piatu harusnya kamu menyayanginya Mon kasihan dia."ucap Mira
"Maafkan aku Mira. Aku dibutakan oleh cinta suamiku dan hasutan darinya hingga aku tak tahu mana yang baik atau tidak. Dan tanpa sadar aku melukai orang terdekatku."ucap Monalisa menangis
"Lebih baik kita masuk Bun agar bicaranya juga enak gak berdiri terus kasihan tamu kita pasti capek."ucap Zavier
Melihat Monalisa yang begitu menyesali perbuatannya dan menangis membuat Mira tak tega. Mira mengajak mereka semua masuk dan duduk diruang tamu
"Bianca sedang pergi bersama Nathan mungkin sebentar lagi pulang."ucap Mira memanggil pelayan untuk memberikan minuman dan camilan untuk para tamunya. Shella kaget melihat tamu Mira saat mengantarkan minuman
"Monalisa."ucap Shella
"Shella."ucap Monalisa memeluknya
"Maafkan kesalahanku selama ini Shel. Aku begitu banyak menyusahkanmu dulu. Aku begitu jahat padamu. Maafkan aku."ucap Monalisa melepas pelukannya dan Shella hanya diam mematung karena dia begitu shock tiba tiba meminta maaf padanya
"Shel,,"panggil Monalisa
"Eeh i...iya."jawab Shella gelagapan
"Kamu tadi bicara apa Mona??"tanya Shella
"Aku minta maaf atas segala kesalahanku dulu padamu."ucap Monalisa
"Iya aku memaafkanmu Mona. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan Mona. Dan aku merasa senang karena kamu sudah menyesali semua kesalahanmu dan aku harap kamu benar benar berubah menjadi orang yang lebih baik."ucap Shella
"Terimakasih Shella. Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan seperti kemarin dan aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik."ucap Monalisa tulus
__ADS_1
Pembicaraan mereka terhenti saat mendengar suara Nathan dan Bianca yang tertawa dari luar. Kemudian Lea berdiri dan menghampiri mereka
"Kak Lea kapan pulangnya??"tanya Bianca memeluk Lea
"Hari ini gue pulang dan langsung kemari. Gue mengajak seseorang dan dia ingin bertemu denganmu."ucap Lea
"Siapa kak??"tanya Bianca penasaran
"Ayo kita masuk lo akan tahu siapa dia."ajak Lea memasuki mansion dan menuju ruang tamu
Bianca kaget melihat Monalisa. Lea mengajak Bianca duduk disamping Monalisa. Sebenarnya Nathan ingin protes namun Mira membri kode untuk diam hingga mau tak mau Nathan diam dan mengamati apa yang dilakukan Monalisa
"Bii, Tante kemari ingin meminta maaf padamu sayang. Tante sungguh menyesal atas apa yang Tante lakukan padamu. Karena hasutan seseorang aku membenci keluargaku sendiri. Maafkan Tante Bii, kumohon."ucap Monalisa memegang tangan Bianca dan meneteskan air mata
Bianca hanya diam dan menoleh pada Mira dan Shella. Mereka tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bianca menghela nafas panjang
"Baiklah Tante aku memaafkan Tante."ucap Bianca membuat Monalisa memeluknya
"Kamu memang baik sama seperti mas Danu. Aku merindukan Ayahmu Bii. Dia begitu menyayangiku tapi apa balasanku malah mengusirnya."ucap Monalisa menangis dan Bianca ikut menangis karena dia juga merindukan Ayahnya
"Sudah jangan menangis lagi. Harusnya kita bahagia karena lusa resepsi pernikahan Nathan dan Bianca."ucap Mira
Monalisa melepas pelukannya dan menghapus bekas air mata Bianca dipipinya
"Amiin Tante."ucap Bianca
Nathan bernafas lega karena apa yang dipikirkan tidak terjadi. Mereka semua bahagia melihat Bianca dan Monalisa. Karena hari sudah malam Mira mengajak semua orang untuk makan malam bersama
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Hari ini resepsi pernikahan Nathan dan Bianca. Acaranya diadakan disebuah hotel milik keluarga Graham dengan tamu 10.000 undangan. Resepsi Pernikahan ini merupakan pesta termegah yang pernah ada di Jakarta
Bianca terlihat sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih serta Nathan yang terlihat gagah menggunakan jas warna hitam. Tamu undangan melihat kagum pada pasangan pengantin itu yang begitu serasi cantik dan tampan
Nathan dan Bianca berjalan bergandengan menuju ke pelaminan dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibir mereka berdua. Mereka bersiap mendapatkan selamat dari para tamu undangan
"Sayang, rencananya besok kita akan langsung pergi Honeymoon ke Paris."ucap Nathan
__ADS_1
"Benar mas?? Aku gak sabar ingin pergi ke Menara Eiffel."ucap Bianca tersenyum senang
"Aku akan mengurungmu dikamar sayang tak akan kubiarkan kau keluar."gumam Nathan dalam hati dengan menyeringai
Winda dan Hans naik ke pelaminan terlebih dulu memberi selamat pada Nathan dan Bianca
"Selamat Bii, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan dan punya banyak anak."ucap Winda
"Makasih Win. Tapi gue gak mau punya banyak anak dua cukup seperti anjuran pemerintah."ucap Bianca
"Selamat Bii semoga lo selalu bahagia."ucap Hans
"Thanks kak Hans."ucap Bianca
"Kak Nathan titip sahabat gue ya. Jangan buat dia menangis. Awas kalau kak Nathan menyakitinya gue sembunyiin lagi Bianca."ancam Winda
"Emang lo berani sama gue??"tanya Nathan melotot
"Berani dong."ucap Winda bersembunyi dibelakang punggung Hans
"Berhenti membuat takut calon istri gue Nathan."ucap Hans
"Siapa suruh dia mengancam gue."ucap Nathan langsung mendapat cubitan dari Bianca
"Awww sakit sayang."ucap Nathan
"Siapa suruh menakut nakuti sahabat aku?? Dia itu baik memperingatimu biar gak menyakiti aku malah kamu pelototi."ucap Bianca
"Ya sayang aku minta maaf. Aku hanya bercanda."ucap Nathan membuat Winda dan Hans tertawa
"Aku baru melihat seorang CEO Graham yang terkenal dingin ternyata takut sama istrinya."ledek Winda
"Bawa calon istri lo itu pergi Hans sebelum gue marah sama dia."usir Nathan
"Yah tamu kok diusir sih."ucap Winda
"Udah sayang biarkan aja lagi kurang jatah dia makanya bawaannya marah mulu."ucap Hans
"Mau gue potong gaji lo Hans!!"ancam Nathan
"Iya sorry. Gue kan belum ngasih lo selamat."ucap Hans
__ADS_1
"Udah gak usah mending lo pergi bawa calon istri lo. Gue gak mau dia bawa pengaruh buruk untuk istri gue."ucap Nathan yang melihat Bianca dan Winda saling berbisik
"Yaudah kita cari makan yuk sayang. Biar gantian yang lain memberikan selamat pada pasangan pengantin ini."ucap Hans menarik tangan Winda