My Secret Marriage

My Secret Marriage
Memberikan apa yang aku inginkan


__ADS_3

Sekali lagi, sama seperti yang terjadi semalam, mereka selalu nyaris hilang kendali.


Rain mencoba menenangkan pikirannya, berkali-kali ia terjebak oleh sikap menggemaskan yang ditunjukkan oleh Sunny dan membuatnya tergoda dengan mudah.


Hormon di tubuhnya terasa naik berkali-kali lipat jika itu menyangkut dengan Sunny.


"Ayolah, gak ada cinta diantara kalian... Kenapa loe selalu bisa menyentuhnya tanpa ragu sih, Rain?!" ucap Rain pada dirinya sendiri sambil melihat kedua tangannya yang sudah berani bergerak nakal menyentuh area sensitif tubuh Sunny padahal sudah banyak wanita yang mendekatinya sebelumnya, yang terang-terangan dengan senang hati bersedia menyerahkan tubuh mereka padanya tapi jangankan menyentuh, bertatapan saja dengan mereka sudah membuatnya merasa ingin muntah tapi tubuhnya bereaksi lain jika itu menyangkut tentang Sunny.


"Gue bahkan narik dia ke pangkuan gue saat kami baru kenal." Rain kembali terheran-heran dengan dirinya sendiri.


Pikirannya tenggelam mencari jawaban atas reaksi tubuhnya yang berlebihan pada Sunny dan wajahnya masih terasa memanas membayangkan apa yang terjadi di dalam kamar mandi tadi.


Tanpa sadar Rain tersenyum dan menyentuh hidungnya, ia kemudian membanting tubuhnya di atas tempat tidur dan menyadari jika sprei-nya sudah di ganti dan semoga saja darah nyamuk yang mereka korbankan semalam dapat mengelabui keluarganya.


"Hey tuan hujan!"


Rain baru saja akan memejamkan kedua matanya saat Sunny tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandi dan sekarang berjalan kearahnya dengan hanya menggunakan jubah mandi yang membungkus tubuhnya yang masih basah dan rambut Sunny yang terbungkus handuk kecil membuat tanda merah bekas ulahnya semalam terlihat di leher jenjang Sunny yang membuat Rain langsung kembali memejamkan kedua matanya.


Oh, ayolah... Dia terus-menerus menguji iman gue!


"Kenapa kamu malah tidur lagi? Mandi gih sana!" ucap Sunny mengomel, ia bahkan menarik tangan Rain agar tubuh Rain tidak lagi menempel pada tempat tidur.


"Aku malas mandi." jawab Rain berbohong tanpa membuka kedua matanya.


"Jangan jorok! Cepet mandi sana! Aku mau pakai baju!"


"Ya udah pakai baju aja!"


Sunny tertawa kaku mendengar Rain berkata seperti itu dengan mudah, ia kemudian membanting tangan Rain dengan kesal. "Dan ngebiarin kamu ngintip?"


"Aku gak akan mengintip!"


"Aku gak percaya! Cepat mandi atau aku yang akan membawa airnya kesini, biar basah sekalian!" ancam Sunny yang langsung berjalan menuju kamar mandi kembali.


Sunny kemudian menyalakan wastafel, ia mengambil air menggunakan kedua telapak tangannya tapi baru sampai diambang pintu, air itu sudah habis.

__ADS_1


"Sialan!" umpatnya geram dan kembali mengambil air lagi. Kali ini ia berjalan dengan hati-hati dan dengan merapatkan kedua tangannya lebih rapat lagi agar tidak ada celah sedikitpun tapi saat hampir mendekati Rian yang masih berbaring diatas tempat tidur, tanpa sengaja kakinya tersandung karpet dan membuat terjatuh tepat diatas tubuh Rain dan air yang ia bawa terciprat ke sprei tanpa mengenai Rain sedikitpun.


Seketika kedua mata Rain terbuka, handuk di kepala Sunny ikut terjatuh dan membuat rambut basahnya tergerai mengenai dada Rain.


"Kamu ngapain?" Tanya Rain dengan semua kegugupan yang hinggap di tubuhnya.


"Aku gak sengaja jatuh." jawab Sunny malu dan langsung beranjak bangun, ia tidak mau kejadian semalam terulang lagi karena posisi menantang yang terjadi karena insiden konyol yang dibuatnya sendiri.


"Jadi bukannya air tapi kamu? Maksud kamu, aku mandi sama kamu begitu?" tanya Rain yang sengaja duduk dan untuk menggoda Sunny yang wajahnya sudah memerah sekarang. Setidaknya ekspresi Sunny membuatnya lebih santai dan tidak sungkan mengganggunya.


"Jangan gila! Siapa yang mau mandi sama kamu!"


"Tadi katanya kamu mau ngebawain air buat aku mandi, tapi yang ada di atas tubuh aku itu bukan air tapi kamu."


"Rain, aku gak sengaja terjatuh terus numpahin airnya! Berhenti berpikiran mesum, aku rasa otak kamu perlu di bersihin!"


"Caranya?"


"Ya mana aku tau!"


"Jangan mimpi!"


"Aku lebih suka yang nyata!"


"RAIN!!!" Sunny sungguh frustrasi, Rain dan semua isi kepalanya yang mesum itu membuatnya gila, marah, gugup bahkan malu! Oh, astaga... Dia membuatku kalang kabut!


"Kamu manis banget nona cerah!" gumam Rain tertawa sambil mengusap puncak kepala Sunny sebelum akhirnya ia pergi menuju kamar mandi.


"Aku bisa gila!" gerutu Sunny frustrasi karena jantungnya langsung berdebar-debar hanya karena Rain mengusap puncak kepalanya.


***


"Akhirnya setelah satu setengah jam, pengantin baru kita muncul juga!" goda Richard saat Rain dan Sunny akhirnya tiba di meja makan.


"Maaf, pah... Tadi airnya mati jdi mandinya lama, ya kan sayang?" jawab Rain berbohong, sebuah kebohongan konyol yang membuat Sunny meliriknya sinis tapi Richard dan Rini malah tertawa.

__ADS_1


"Ayo duduk, pelayan baru aja menghangatkan hidangannya." ucap Rini dengan ramah.


Rain kemudian menarik kursi untuk Sunny dengan gentle sehingga Sunny merasa sedikit tersanjung. "Makasih..." gumamnya pelan dengan malu-malu. Ini pertama kalinya ia mendapatkan perlakuan seperti ini dari seorang pria.


"Aku belajar banyak dari papa memperlakukan mama selama ini." ucap Rain yang langsung membuat Richard tertawa bangga.


"Kita emang harus memperlakukan wanita yang kita cintai seperti ratu."


Sunny hanya tersenyum melihat Rini tersipu malu saat Richard mengecup punggung tangannya dengan hangat.


Mungkin pemandangan romantis ini yang membuat Rain begitu menggebu-gebu melakukan kontak fisik dengannya, pikir Sunny.


Tapi berbeda dengan ekspresi Richard dan Rini yang terlihat hangat pria yang duduk dihadapan Sunny justru mengeluarkan aura dingin tidak bersahabat. Ia seperti berada di dimensi lain dari lingkup keluarga hangat yang Rain dan orangtuanya tunjukkan.


"Kenapa ngeliat aku begitu?" tanya Raihan tanpa basa-basi membuat Sunny seketika tersentak.


"A... aku..." Sunny sangat gugup, dan akhirnya ia hanya bisa menunduk, "Maaf, aku gak bermaksud kurang ajar."


Rain sungguh tidak senang melihat Sunny merasa tidak nyaman, ia kemudian menyentuh tangan Sunny dan tersenyum padanya.


"Ayo kita makan." ajaknya dengan lembut.


Senyuman Rain berhasil membuat seluruh perasaan tidak nyaman itu hilang dalam sekejap.


"Aku cuma bercanda, maaf kalau aku buat kamu takut." ucap Raihan dengan hangat, tapi sikap hangat Raihan membuat Richard dan Rini tersenyum lega, mereka pikir Raihan akan marah karena pernikahan Rain dan Sunny yang sangat mendadak.


"Kemarin aku dateng kesini terlalu malam jadi suami kamu ngumpetin kamu sampai kita gak bisa kenalan. Gimana kalau kita kenalannya sekarang aja?"


Sunny menatap Raihan yang tersenyum lembut padanya sambil mengulurkan tangannya, sementara wajah Rain seketika berubah menggelap.


"Sunny..." Ucap Sunny memperkenalkan diri, ia menyambut uluran tangan Raihan dan berjabat tangan dengannya dengan cepat karena merasa canggung.


"Sunny dan Rain... Nama kalian bertolak belakang, kalian yakin kalian cocok?" komentar Raihan yang langsung membuat Rain menatapnya tajam.


***

__ADS_1


__ADS_2