
"Kenapa kalian pada ngeliatin gue??"tanya Lea
"Jawab kak. Darimana kak Lea tahu kalau kak Ricky mandinya lama?? Atau jangan jangan kalian ada hubungan spesial??"tanya Bianca dengan tatapan menyelidik
Lea menyentil dahi Bianca
"Aawww. Sakit kak Lea."ucap Bianca mengelus jidatnya
"Makanya kalau ngomong itu dipikir dulu. Mana mungkin juga gue punya hubungan spesial sama buaya cap kambing kayak dia. Gue pernah datang ke apartemennya kata Nathan dia lagi mandi, tapi gue nunggu sampai satu jam baru selesai mandi dia. Makanya gue tahu kalau dia mandinya lama kayak cewek. Gue cewek aja mandinya gak selama itu."ucap Lea menjelaskan panjang lebar
"Gue itu merawat tubuh gue biar wangi biar cewek pada nempel sama gue makanya gue mandinya lama. Buktinya lo suka banget ada didekat gue."ucap Ricky menaik turunkan alisnya
"Iih PeDe amat lo ya. Kalau kita gak patner kerja dalam cafe itu, gue juga males dekat sama lo!!"ucap Lea
"Jangan terlalu benci kak Lea karena benci dan cinta itu beda tipis."ucap Bianca
"Gue itu gak benci sama dia Bii, cuma gue gak suka aja sama dia yang suka tebar pesona sama setiap cewek. Dan gue juga heran kenapa cewek cewek nempel mulu sama dia."ucap Lea
"Berarti lo cemburu kalau ada yang dekat dengan gue??"goda Ricky
"Mana ada gue cemburu.Gue itu kasihan sama mereka karena terjerat sama buaya kayak lo."ucap Lea
"Udahlah kita makan saja. Kalau ngobrol terus kapan kita makannya."ucap Zea menengahi karena jika pembicaraan ini berlanjut maka tidak akan ada habisnya
Mereka makan malam bersama dengan tenang. Hanya terdengar dentingan sendok dan garpu. Setelah selsesai makan Zavier dan Ricky berjalan bersama menuju ruang tengah. Sedangkan Zea, Bianca dan Lea membawa piring dan gelas kotor dan mencucinya. Setelah bersih semuanya mereka menyusui keruang tengah. Mereka berbincang bincang dan bercanda bersama hingga malam
Beberapa hari setelah berbicara dengan Winda, Rey lebih banyak diam. Rendy yang melihat Rey jadi pendiam sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu. Winda pun sama mengkhawatirkan sahabatnya. Saat berkumpul bersama yang biasanya saat Rey diejek Winda akan marah, namun ini tidak. Dia hanya diam dan mengacuhkannya. Winda merasa bersalah karena mengatakan padanya status Alesha yang sebenarnya. Namun jika tidak dia lakukan, maka akan ada hal bodoh lagi yang akan dilakukan Rey
Sekarang mereka berempat Alesha, Winda, Rendy dan Rey berada dikantin kampus. Mereka berbincang bincang santai. Alesha yang melihat Rey melamun pun menyentuh pundak Rey dan dia tersentak kaget
"Are you OK Rey??"tanya Alesha
"Yes I am OK. Why??"tanya Rey
__ADS_1
"Lo melamun dari tadi. Apa lo ada masalah Rey?? Jika lo punya masalah itu cerita jangan dipendam sendiri."ucap Alesha
"Gue gak papa kok Al, hanya masalah pribadi dan gue masih bisa menyelesaikannya sendiri."ucap Rey menyetuh tangan Alesha yang ada dibahunya kemudian tersenyum
"Baiklah. Tapi ingat jika punya masalah jangan dipendam sendiri. Lo masih punya kita sahabat lo yang mungkin bisa mengurangi sedikit beban pikiran lo jika lo mau cerita masalah lo ke kita."ucap Alesha menggenggam tangan Rey dan itu yang membuat hatinya menghangat. Dia sudah berusaha melupakan Alesha, namun semakin berusaha melupakan malah rasa itu semakin dalam. Entah harus dengan apa dia melupakan Alesha
"Tuh kan melamun lagi."ucap Alesha
"Gue gak melamun Al, gue cuma harus pergi karena gue ada urusan. Bye semuanya."pamit Rey berdiri dari duduknya dan berjalan pergi
"Ada masalah apa sih dia Ren?? Beberapa hari ini gue lihat dia lebih banyak diam."ucap Alesha
"Gue juga gak tahu Al dia punya masalah apa."ucap Rendy
"Gimana sih lo sahabat punya masalah tapi lo gak tahu. Sahabat macam apa lo!!"ucap Alesha
"Setiap dia punya masalah dia gak pernah mau cerita sama kita. Mungkin dia bisa menangani masalah dia sendiri hingga tak ingin bercerita pada kita. Dia juga tak pernah ingin orang lain ikut kepikiran dengan masalahnya. Dia itu orangnya tertutup Al."ucap Winda
"Kok sepertinya lo tau banyak tentang Rey??"tanya Alesha
"Benarkah?? Kok lo gak pernah cerita kalau lo sahabat kecilnya Rey?? Dan kenapa setiap kalian bertemu pasti adu mulut??"tanya Alesha
"Kan lo gak pernah tanya Al. Kalau sehari gak mengejek dia kayak ada yang kurang Al udah kebiasaan dari kecil soalnya."ucap Winda cengengesan
"Yaudah kita kekelas yuk, kayaknya kelas sebentar lagi dimulai."ucap Alesha dengan melihat jam tangannya
Mereka berjalan bersama menuju kelas mereka
Ditempat lain Rey sedang mabuk dikamarnya
"Kenapa begitu sulit melupakan lo Al?? Kenapa kita tidak bertemu sebelum lo menikah dengannya Al?? Kenapa takdir cinta gue harus kayak gini?? Apa ini karma karena gue terlalu banyak bikin cewek kecewa??"ucap Rey meracau
Hingga beberapa saat ibunya datang dan melihat putranya mabuk dan selalu menyebut Alesha
__ADS_1
"Siapa gadis yang membuat anakku seperti ini?? Jika mas Adam melihat Rey seperti ini hanya karena perempuan pasti dia akan marah padaku dan Rey."ucap Berlin
Tapi dia tidak tahu jika Adam sudah ada dibelakangnya dan melihat kondisi Rey yang mabuk
"Siapa yang berani menolak putraku??"tanya Adam dengan suara beratnya membuat Berlin tersentak kaget
"A..aku juga tidak tahu honey. Rey hanya menyebut nama Alesha."kata Berlin
"Cepat telepon Fito dan suruh dia mencari tahu siapa gadis itu!!"perintah Adam
"Baiklah."kata Berlin keluar kamar dan menghubungi Fito
"Kenapa kau begitu bodoh Rey?? Hanya karena seorang gadis membuatmu jadi frustasi seperti ini. Bagaimana caramu nanti merebut Perusahaan Anggara jika karena perempuan saja kau lemah??"ucap Adam
Rey menoleh pada Ayahnya
"Memangnya kenapa kalau aku lemah karena perempuan?? Dan siapa yang mau merebut Perusahaan milik istri sah Daddy itu?? Gue gak akan pernah mau melakukannya karena aku gak gila harta seperti Daddy!!"ucap Rey
Plakkk
"Kurang ajar kau Rey!! Apa seperti itu bicara pada Daddy mu??"tanya Berlin
"Mom, kenapa kau menamparku hanya karena lelaki brengsek ini?? Mom itu hanya selingkuhan Daddy dan dia tidak pernah ingin menikahi Mom. Jika dia sudah mendapatkan Perusahaan Anggara, dia pasti membuang kita Mom!!"ucap Rey
Plakkk
"Didik anakmu dengan benar agar berbicara sopan padaku!!"ucap Adam berjalan keluar kamar
"Kau harus menurut dengan apa yang dikatakan Daddymu Rey demi kebaikan kita bersama."ucap Berlin pergi menyusul Adam dan meninggalkan Rey sendiri
...########...
Bersambung dulu ya guys besok dilanjut lagi
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote ,dan Komentar
Thanks