My Secret Marriage

My Secret Marriage
bab 50


__ADS_3

Rey merapikan anak rambut Alesha yang berantakan dibagian depan dengan lembut. Dilihatnya wajah Alesha saat tertidur sangat tenang terlihat sangat imut. Dibelainya wajah Alesha hingga berhenti dibibir tipis Alesha. Ia tiba tiba mendekatkan bibirnya ke bibir Alesha di hisapnya lembut bibir itu. Setelah itu ia lepaskan ciumannya


"Bibirmu begitu manis Alesha. Pantas saja laki laki itu selalu mencium bibirmu ini. Tapi, sekarang bibir ini dan semuanya akan jadi milikku. Aku akan menjadikanmu milikku selamanya sayang."ucap Rey mengusap lembut bibir Alesha yang basah akibat ulahnya tadi


Kemudian dia merapikan selimutnya dan meninggalkan Alesha


Setelah beberapa menit Alesha bangun dari pingsannya dan melihat dia berada disebuah kamar dan dia merasa asing dengan kamar itu


"Gue dimana??"tanya Alesha pada diri sendiri


Kemudian dia turun dari ranjang dengan memegang kepalanya yang masih pusing. Dia berjalan menuju pintu kamar. Saat dia ingin membuka pintu itu ternyata pintu itu terkunci. Dia menggedor gedor pintu itu


Brak Brak Brak


"Hei siapapun yang ada diluar tolong buka pintunya!!"ucap Alesha


Hingga beberapa saat pintunya terbuka


"Hai Bianca."ucap Adam membuat Alesha terkejut melihatnya dan dia juga melihat seorang wanita yang bergelayut manja di lengannya


"O..m A..dam."ucap Bianca


"Ya ini aku. Aku akan menikahkanmu dengan putraku."ucap Adam


"Putra??"ucap Bianca bingung


"Bukankah anak Om Adam hanya kak Lea?? Apakah kak Lea punya adik??"tanya Bianca


"Putraku bersama kekasihku ini."ucap Adam melirik kearah Berlin


"Jadi, selama ini Om Adam berselingkuh dari Tante Monalisa?? Kenapa Om jahat sama Tante??"tanya Bianca


"Yang jahat itu Tantemu. Dia yang menyebabkan ibumu meninggal. Untuk apa kau membelanya?? Lagipula aku tak pernah mencintai Tantemu itu. Dia yang menjebakku untuk menikahinya. Akupun tak tahu Lea itu anak siapa."ucap Adam


"Om jangan seperti itu. Apa Om gak lihat kalau kak Lea sangat mirip dengan Om??"tanya Bianca


"Tidak. Lea itu bukan anakku. Mungkin Lea anak salah satu pria yang pernah berkencan dengannya karena Tantemu seorang j****g."ucap Adam tersenyum sinis

__ADS_1


"Om jangan menghina Tante Mona. Dan aku sangat yakin jika kak Lea adalah anak Om."ucap Bianca marah


"Terserah kau saja. Tiga hari lagi kau akan menikah dengan putraku."ucap Adam


"Aku tidak mau Om. Tolong lepaskan aku Om."ucap Bianca memohon


"Mau tidak mau kau harus menikah dengan putraku."ucap Adam


"A..aku sudah menikah Om jadi tak mungkin aku menikah lagi dengan orang lain."ucap Bianca yang mau tak mau harus memberitahukan statusnya daripada dia harus dipaksa menikah dengan orang lain


"Kau jangan berbohong Bianca karena aku tak mudah dibodohi."ucap Adam


"Aku benar benar sudah menikah Om. Ayah menikahkanku sebelum Ayah meninggal dulu."ucap Bianca sendu


"Kurang ajar Danu dia pasti sudah mengantisipasi semua ini karena dia tahu semua ini akan terjadi."ucap Adam


"Aaaah sial.!!"lanjutnya


Kemudian dia melihat kearah Bianca dan berjalan mendekat kearahnya lalu menjambak rambutnya


"Aduh sakit Om."ucap Bianca


Rey yang baru masuk kamar melihat Adam menjambak rambut orang yang dicintainya segera berlari kearahnya


"Daddy lepaskan Alesha!!"bentak Rey


"Diamlah Rey jangan ikut campur!!"bentak Adam


Bianca kaget melihat Rey dan memanggil Om Adam dengan sebutan Daddy


"Aku tak kan pernah membiarkan Daddy menyakiti orang yang aku cintai."ucap Rey melepaskan jambakan rambutnya


"Kau tidak apa apa Al??"tanya Rey namun Bianca hanya diam saja


"Jadi Rey anak Om Adam??"tanya Bianca


"Ya dia anakku yang akan aku nikahkan denganmu, tapi kau malah sudah menikah. Hancur sudah rencanaku."ucap Adam

__ADS_1


"Om, aku akan menyerahkan semua harta warisanku padamu tapi aku mohon lepaskan aku Om."ucap Bianca


"Jangan harap aku akan melepaskanmu Bianca!! Kamu akan terus disini dan aku juga akan melenyapkanmu dengan tanganku sendiri untuk membalas rasa sakit hatiku pada ayahmu. Ayahmu disana pasti sedih melihat anak kesayangannya aku siksa."ucap Adam


Rey hanya diam mendengar pembicaraan antara Bianca dengan Daddy nya. Namun saat Daddy mendekati Bianca lagi dia menghalanginya


"Jika Daddy menyakiti nya maka Daddy harus menghadapiku dulu."ucap Rey melihat Adam dengan tajam


"Sudah berani kurang ajar kau Rey hanya karena wanita rendahan seperti Bianca."bentak Adam


"Daddy dia ini Alesha bukan Bianca!!"ucap Rey


"Kau bodoh Rey dia itu Bianca anak yang akan mendapatkan warisan perusahaan Anggara. Kau tertipu olehnya."ucap Adam memprovokasi Rey agar membenci Bianca


"Om, aku memang merubah namaku itu karena ingin menghindari Om Adam dan Tante Mona. Aku tak pernah menipu orang lain!!"ucap Bianca yang tak terima dengan ucapan Adam


"Honey lebih baik kita pergi dulu dari sini. Kita tunggu Rey keluar dari kamar ini baru kita menyiksa Bianca lagi. Rey sedang marah aku tak ingin dia menyakitimu. Kita juga harus sabar menunggu bukankah kau bilang jika dua bulan lagi warisan itu akan dia terima. Jika kau menyiksanya sekarang dan dia mati, maka akan sulit mendapatkan warisan itu."bisik Berlin


Setelah memikirkan dan membenarkan ucapan Berlin dia pergi keluar kamar Bianca dengan emosi


"Lo gak papa Al??"tanya Rey sambil menata rambut Bianca yang berantakan akibat dijambak Adam namun tangannya ditepis Bianca


"Gue gak papa. Jadi lo berteman sama gue hanya untuk memberi informasi ke bokap lo tentang gue Rey??"tanya Bianca


"Gue benar benar gak tahu Al, jika bokap gue kenal sama lo. Gue baru tahu hari ini. Gue berani bersumpah Al."ucap Rey serius


"Baiklah gue percaya sama lo. Tapi tolong bawa gue pergi dari sini Rey."ucap Bianca memohon


"Al, gue cinta banget sama lo. Kalau gue bisa membawa keluar dari sini lo mau kan jika kita tinggal bersama. Memulai hidup yang baru."ucap Rey


"Apa lo sudah gila Rey?? Gue sudah menikah dan gue sangat mencintai suami gue."ucap Bianca yang tak menyangka jika Rey akan mengucapkan itu padanya


"Gue tergila gila sama lo Al. Gue udah berusaha melupakan lo, tapi susah sekali. Semakin gue mencoba melupakan lo semakin dalam cintaku ke lo Al."ucap Rey mencoba meraih tangan Bianca tapi ditepis dan segera mundur agar tak dekat dengan Rey


...******...


Jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


Like, Vote dan Komentar


__ADS_2