
Bianca, Nathan dan Zavier hari ini akan pulang ke Indonesia. Sedangkan Hans tidak ikut pulang ke Indonesia karena ingin mengantarkan Winda ke Singapura. Lea sebenarnya meminta Ricky juga kembali ke Singapura untuk melihat perkembangan Cafe baru yang dibuka oleh Ricky dan Lea satu bulan ini. Tapi Ricky menolaknya dia ingin menemani Lea di Jepang
"Rey, gue pamit ya?? Resepsi pernikahan gue nanti jangan lupa lo datang ya."ucap Bianca
"Ya. lo hati hati Bii. Gue usahakan untuk datang ke acara resepsi lo."ucap Rey
"Nanti gue juga akan tagih janji lo."lanjutnya
"Pasti gue tepati tapi lo harus punya kekasih dulu, masa iya kita udah punya pasangan lo sendirian aja."ucap Bianca
"Kalau punya kekasih belum bisa Bii, lo tahu sendiri kan dihati gue ada nama seseorang. Dan mungkin hanya nama itu yang akan ada dihati gue selamanya. Jadi, gue gak yakin bisa jatuh cinta lagi."ucap Rey
"Gue yakin lo bisa jatuh cinta lagi Rey. Bukalah pintu hatimu jika ada seseorang yang tulus mencintaimu."ucap Bianca
"Bukankah lo ingin minta maaf pada semua mantan lo agar lo bisa mendapatkan cinta sejati lo."lanjutnya
"Lo mau minta maaf pada semua mantan lo Rey. Are you seriously??"ucap Winda kaget
"Yes. I'm seriously."ucap Rey
"Lo tahu berapa mantan Rey Bii??"tanya Winda
"Gue tahu mantan Rey ada 60."ucap Bianca
"Udah siap bonyok Rey muka lo kalau minta maaf pada mereka semua??"tanya Winda
"Ya siap gak siap lah. Kan Bianca yang nyuruh biar gue mendapatkan cinta sejati gue. Maka akan gue lakukan."ucap Rey
"Wah mengalahkan kak Ricky ternyata sifat playboy lo Rey."ucap Zavier yang mendengar berapa banyak mantan Rey
"Gue udah gak playboy gue udah setia satu cewek yang ada disamping gue."ucap Ricky melirik kearah Lea
"Kak Lea udah jadian sama kak Ricky??"tanya Bianca
"Kita itu sahabat Bii gak mungkin pacaran."ucap Lea membuat Ricky kecewa
__ADS_1
"Emang kenapa kak kalau sahabat jadi pacar?? Banyak kok kejadian seperti itu."ucap Bianca yang kasihan melihat wajah kecewa Ricky
"Jam berapa kalian berangkat??"tanya Lea mengalihkan pembicaraan
"Satu jam lagi. Jika ada seseorang yang tulus mencintai lo jangan pernah lo sia siakan. Karena disaat seseorang itu sudah mulai lelah untuk mengejar cinta lo maka lo yang akan menyesal."ucap Nathan
Lea hanya diam saja mendengar ucapan Nathan karena dia juga masih bingung dengan perasaannya sendiri pada Ricky
"Sudahlah lo gak usah mikirin ucapan Nathan. Cinta itu tidak bisa dipaksakan dan gue gak akan memaksa cinta gue ke lo. Tidak tahu seperti apa nantinya, tapi gue janji akan selalu disamping lo entah itu sebagai sahabat atau sebagai kekasih."ucap Ricky tulus
Lea menatap dalam ke arah Ricky. Dia merasa cinta Ricky padanya tulus, tapi dia juga takut jika Ricky akan mempermainkan cintanya nanti. Mengingat betapa banyaknya pacarnya dulu. Maka dari itu dia lebih nyaman menjadi sahabat. Tapi, dia juga membenarkan ucapan Ricky karena kita tidak tahu kedepannya seperti apa. Apakah sahabat akan menjadi pacar ataukah akan menjadi sahabat selamanya
"Lo gak usah ngeliatin gue kayak gitu Lea. Gue tahu gue itu tampan dan lo terpesona dengan ketampanan gue."ucap Ricky menaik turunkan alisnya. Ia sengaja melakukan itu agar Lea tak terlalu memikirkan itu dan merasa terbebani dengan perasaannya kepada Lea
"Narsis banget lo Kak Ricky."ucap Winda
Hingga beberapa saat ada perawat masuk ke dalam ruangan
"Permisi. Ini obat untuk Tuan Rey hari ini."kata Sinta menyerahkan obatnya di meja
"Jadi mbak. Lalu kapan mbak pulangnya??"tanya Bianca
"Mungkin sekitar 6 bulan lagi Bii."ucap Sinta
"Masih lama dong mbak. Tapi, resepsi pernikahanku nanti mbak harus datang ya."ucap Bianca
"Gue akan usahakan datang Bii, tapi gue gak janji. Kalau gue diberi izin pasti gue akan datang kalau tidak ya gue minta maaf gak bisa datang. Tapi doa gue akan selalu menyertai lo Bii walaupun gue gak datang nantinya."ucap Sinta
"Bii, gue berangkat dulu ya soalnya pesawat gue mau berangkat sebentar lagi."pamit Winda dan Bianca memeluknya kemudian Winda beralih mendekat kearah Rey
"Rey, jaga diri lo baik baik ya?? Jangan berbuat yang aneh aneh."ucap Winda
"Iya. Lo tenang aja. Gue gak lo peluk."ucap Rey kemudian Winda ingin memeluk Rey tapi tangannya ditarik Hans hingga tubuhnya menabrak dada Hans
"Aku aja yang kamu peluk Beb mewakili Rey."ucap Hans posesif
__ADS_1
"Pelukan sahabat aja gak boleh. Posesif banget sih Win pacar lo."ucap Rey
"Tau nih masa peluk sahabat aja gak boleh."ucap Winda cemberut
"Kalau sahabat cewek gak masalah peluk tapi sahabat cowok gak boleh peluk."ucap Hans tegas membuat Rey menggelengkan kepalanya melihat pacar sahabatnya yang posesif
"Yaudah ayo kita berangkat nanti ketinggalan pesawat kalau kamu peluk terus."ucap Winda
"Kita pergi dulu ya. Bye semuanya."pamit Winda melambaikan tangannya
"Bye."jawab mereka serempak
"Gue juga pamit dulu Bii."kata Sinta
Beberapa saat kemudian ada yang mengetuk pintu ruangan dan Nathan membukanya. Ternyata Nathan memesan makanan untuk mereka semua. Kemudian mereka makan bersama sama. Mereka mengobrol dan sesekali bercanda dan Rey yang melihat Bianca tersenyum juga ikut tersenyum. Tak bisa dipungkiri jika dia memang masih mencintai Bianca dan untuk melupakannya tentu membutuhkan waktu yang lama. Nathan menyadari jika Rey menatap Bianca tanpa berkedip kemudian berdiri dari duduknya dan menghampiri Rey
"Lo jangan memandangi istriku seperti itu."ucap Nathan
" Hanya memandang aja gak boleh kah?? Gue sudah merelakan dia kembali bersamamu karena gue tahu hanya lo yang dia cintai. Jadi, izinkan gue memandangnya sebelum lo membawa dia pergi."ucap Rey
"Gue terimakasih karena lo gue bisa bersama Bianca. Tapi, lo juga harus sadar jika dia sudah menjadi istriku."ucap Nathan
"Iya gue tahu jika Bianca istri lo. Gue gak akan merebutnya dari lo, jadi tenang aja. Tapi, jika suatu saat lo menyakiti Bianca, maka gue akan merebutnya dari lo."ucap Rey
"Gue gak akan pernah menyakiti Bianca walau dalam mimpi sekalipun. Gue akan menjaganya dengan baik sesuai janji gue ke Ayah Bianca."ucap Nathan
"Baiklah gue pegang kata kata lo."ucap Rey
...*****...
Hai readers jangan lupa tinggalkan jejak
Like, Vote dan Komentar
Love you All
__ADS_1
Jangan lupa jaga kesehatan