My Secret Marriage

My Secret Marriage
bab 57


__ADS_3

Nathan, Bianca dan juga Zavier sekarang menuju ke Bandara setelah berpamitan dengan semua orang yang ada dirumah sakit. Didalam mobil Bianca menyandarkan kepalanya didadanya Nathan dan Nathan mengelus rambut Bianca dengan sayang. Sedangkan Zavier bertukar pesan dengan Zea dan senyum senyum sendiri. Setelah beberapa saat mereka sampai di bandara dan menaiki pesawat pribadi yang sudah disiapkan anak buahnya. Setelah menempuh perjalanan selama 7 jam akhirnya Mereka sudah sampai di Indonesia. Zavier turun dulu dari pesawat. Sedangkan Nathan yang tak tega membangunkan Bianca langsung menggendongnya dan turun dari pesawat menyusul Zavier. Kemudian mereka menaiki mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju Mansion Graham. Sesampainya di Mansion Graham Nathan dan yang lainnya disambut sangat meriah oleh keluarga terdekatnya. Disana ada Ayah Sam, Bunda Mira, bi Shella, Thalita, Ihsan, Arga dan baby Zahra. Bianca sangat terharu dengan sambutan mereka dan Bianca memeluk Bunda Mira karena ia merasa sangat rindu


"Bunda, Bianca kangen."ucap Bianca menangis dipelukan Mira. Pelukan hangat yang sudah lama tak dia rasakan


"Bunda juga kangen Bii. Jangan pergi lagi ya?? Mansion ini sepi tanpamu sayang."ucap Mira


Setelah melepas pelukan dari bunda Mira, Bianca beralih ke bi Shella


"Bianca kangen bu dhe."ucap Bianca memeluknya


"Bu dhe juga kangen Bii. Kamu itu sudah punya suami tidak boleh pergi tanpa izinnya. Lain kali jangan seperti itu lagi Bii. Kamu membuat semua orang jadi gila karena mencarimu. Bu dhe harap ini yang pertama dan terakhir!!"ucap Shella


"Iya bu dhe. Aku salah aku terlalu takut jika Tante Mona akan menyakiti keluarga mas Nathan karena aku sehingga aku memilih pergi bersama kak Lea. Aku sungguh menyesal. Maafkan aku."ucap Bianca menundukkan kepalanya


"Sudahlah yang lalu biarlah berlalu yang terpenting kita sudah berkumpul bersama sekarang. Ayo kita segera makan Ayah sangat lapar Bii."ucap Sam


Mereka semua berjalan menuju ruang makan dan makan bersama sama. Setelah itu berbincang santai di ruang tamu. Bianca mendekati Arga dan Zahra


"Wah baby gemoy Arga sudah besar sekarang. Gak kerasa udah hampir 2 tahun umurnya."ucap Bianca memangku Arga


"Aunty aku berat jangan dipangku nanti aunty capek."ucap Arga


"Arga gak berat kok. Aunty kangen banget sama Arga."ucap Bianca sambil mencubit pipinya pelan


"Awww sakit aunty,"keluh Arga


"Sakit ya sayang."ucap Bianca langsung mencium pipi Arga


"Kamu udah pantas punya anak Bii. Jangan ditunda punya momongannya."ucap Thalita membuat Bianca tersipu malu


"Betul itu. Bunda sudah ingin menggendong cucu. Bunda harap malaikat kecil akan segera hadir disini sayang."ucap Mira dengan mengelus perut Bianca

__ADS_1


"Malam pertama aja belum mana bisa punya anak."gumam Nathan dalam hati


"Bunda tenang aja Nathan akan bekerja sangat keras agar bunda segera punya cucu."ucap Nathan melihat Bianca dengan senyum menyeringai membuat Bianca menelan ludahnya dengan kasar


"Yaudah kita kekamar yuk Bii aku udah ngantuk."ajak Nathan


"Tapi mas, aku masih mau disini bersama dengan yang lainnya. Aku masih kangen."ucap Bianca


"Kangen kangenannya bisa besok lagi Bii lebih baik kamu istirahat. Kamu pasti lelah dari perjalanan jauh."ucap Shella


"Tak usah merasa tak enak dengan kami karena kami masih berkumpul disini. Istirahat lah bersama suamimu."ucap Mira


"Baiklah Bun."ucap Bianca menurunkan Arga dari pangkuannya dan berdiri menghampiri suaminya yang menunggunya dari tadi


"Semangat bang. Buatin ponakan yang cantik dan tampan seperti Arga dan Zahra."ucap Zavier tertawa dan Nathan hanya mengancungkan jempolnya


Setelah sampai kamar Nathan menyuruh Bianca untuk mandi terlebih dulu. Bianca segera berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena dari pulang tadi dia belum sempat mandi. Setelah Bianca keluar dari kamar mandi ganti Nathan yang membersihkan diri. Bianca mencari bajunya didalam lemari ternyata dalam kamar Nathan bajunya sudah tertata rapi disana disebelah baju Nathan. Dia segera mengambil piyama dan memakainya. Setelah menunggu sekitar sepuluh menit Nathan baru keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang dililitkan dipanggangnya dan segera ganti baju tidur. Melihat Bianca yang berdiri di balkon kamar Nathan pun mendekatinya dan memeluknya dari belakang


"Mas,, kamu ngagetin aku tahu gak."ucap Bianca sambil memegang dadanya


"Aku sedang melihat bulan dan bintang yang bersinar terang malam ini mas."ucap Bianca menatap ke atas


"Disini ada yang lebih indah dari bulan dan bintang."ucap Nathan mencium rambut Bianca yang wangi


"Apa itu mas??"tanya Bianca


"Kamu itu jauh lebih indah dari bulan dan bintang."ucap Nathan mengeratkan pelukannya membuat Bianca tersipu malu


Nathan membalik tubuh Bianca agar menghadap kearahnya


"Bii, kita malam pertamanya sekarang aja ya??"tanya Nathan

__ADS_1


"Mas Nathan kan udah janji kita malam pertamanya kalau sudah selesai resepsi."ucap Bianca


"Tapi masih lama Bii itu masih 2 minggu lagi. Pernikahan kita udah satu tahun setengah tapi kita belum pernah merasakan malam pertama."ucap Nathan


"Aku takut mas. Kata Winda malam pertama itu sakit mas."ucap Bianca


"Darimana Winda tahu kalau malam pertama itu sakit??"tanya Nathan


"Dia diberitahu sama temannya yang sudah menikah mas."ucap Bianca


"Kalau tidak dicoba tidak akan tahu sakit atau tidaknya Bii. Kalaupun sakit paling cuma sebentar abis itu tidak akan sakit lagi. Percaya deh sama aku."ucap Nathan meyakinkan Bianca


"Kok mas Nathan seyakin itu kalau sakitnya cuma sebentar. Apa mas Nathan pernah melakukannya dengan mantan mas?"tanya Bianca menyelidik dan melepaskan pelukan Nathan dengan paksa


"Ya gak mungkin dong sayang. Aku belum pernah melakukannya pada siapapun. Percaya sama aku sayang."ucap Nathan memegang bahu Bianca


"Aku gak percaya mas. Kamu pasti pernah melakukannya sama mantan kamu. Aku ingat dulu kamu sangat mencintainya dan mungkin saat ini kamu juga masih mencintainya."ucap Bianca


"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu Bii?"tanya Nathan mengenyritkan dahinya


"Mas Nathan masih menyimpan fotonya dilaci itu membuktikan kalau mas Nathan masih memiliki perasaan dengan mantan mas."ucap Bianca


"Astaga aku lupa membuangnya Bii."ucap Nathan mengambil foto itu merobeknya dan membuangnya ke tempat sampah


"Kalau aku tak bilang foto itu pasti masih tersimpan rapi disana."ucap Bianca ketus kemudian berjalan ke ranjang dan tidur membelakangi Nathan membuat Nathan menghela nafas dengan kasar


...****...


Kasihan ya Nathan gak jadi MP malah Bianca nya ngambek. Gimana nih ceritanya seru gak??


Tunggu kelanjutannya ya??!

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Like , Vote dan Komentar


Love you All


__ADS_2