My Secret Marriage

My Secret Marriage
Hukuman


__ADS_3

"Akh...." Rain meringis menahan rasa sakit akibat Sunny yang nekad menggigit bahunya sehingga Rain terpaksa harus menurunkan wanita yang baru dua hari dinikahinya itu di atas wastafel.


"Kenapa sih kamu hobi banget KDRT ke aku?" tanya Rain seraya melangkah mendekat menghalangi tubuh Sunny yang akhirnya hanya bisa pasrah duduk diatas wastafel karena Rain berdiri sangat dekat diantara kedua kakinya.


Jelas saja posisi ini membuat Sunny merasa gugup sekaligus tegang.


"Siapa suruh kamu ngegendong aku di depan mama, kamu pikir aku ini karung beras!" Sahut Sunny yang sebisa mungkin menyembunyikan kegugupannya.


"Siapa suruh kamu pikun!"


"Ya maaf..."


"Maaf? Baru kemarin kita nikah dan aku udah punya dua memar sekarang!"


Rain terlihat sangat marah dan itu membuat Sunny hanya bisa mencondongkan tubuhnya kebelakang agar bisa menghindari wajah Rain yang semakin dekat dengannya. "Aku kan udah minta maaf, nanti aku obatin, okay? Jangan marah..." bujuk Sunny dengan memasang wajah memelas yang langsung membuat Rain seketika menjadi gugup.


Seharusnya Sunny tidak menunjukkan ekspresi menggemaskan seperti itu dan membuat Rain ingin menariknya lalu ******* bibir yang cemberut itu.


"Rain..." Panggil Sunny lagi dengan takut-takut tapi Rain tidak menjawab, ia masih tetap diam dan menatapnya mengintimidasi.


Sunny sungguh tidak tahan dengan situasi ini sehingga Ia merasa terhimpit bukan hanya karena posisi mereka sekarang tapi karena ia tidak ingin Rain sampai benar-benar marah padanya dan entah setan mana yang berbisik padanya sehingga Sunny tiba-tiba saja menyentuh bahu polos Rain yang sebelumnya ia gigit lalu dengan sangat cepat ia mendaratkan kecupan di ujung hidung Rain yang memerah akibat ulahnya.


Tentu saja apa yang Sunny lakukan membuat Rain sangat terkejut. Tubuhnya membeku bahkan mendadak ia lupa caranya untuk bernafas.


"Jangan marah lagi..." pinta Sunny pelan, ia sangat gugup sekarang tapi ia tetap memberanikan diri menatap Rain dengan tangan yang masih berada di atas bahu Rain.


Tangan lentik itu berhasil membuat sekujur tubuh Rain memanas.


"Kamu gak akan mukul lagi kan?" tanya Rain, suaranya jauh terdengar lebih lembut dan tatapan matanya sudah tidak lagi menakutkan tapi justru menenggelamkan keberanian Sunny yang hanya dapat menganggukkan kepalanya tanpa bisa mengeluarkan kata-kata apapun.


"Jawab aku, aku butuh jaminan..."


Sunny mengangkat pandangannya, ia tidak bisa lagi sembunyi dari tatapan mata Rain yang jelas-jelas membuainya dengan sangat mudah.


Sunny bahkan belum mengatakan apapun tapi ia sudah menelan saliva-nya apalagi saat mata nakalnya tiba-tiba melihat kearah bibir Rain yang membuat Rain seketika menyeringai.


"Jawab dong..." suara lembut itu sekarang terdengar seperti desakan.


"Aku gak akan mukul kamu lagi..." jawab Sunny dengan terbata-bata dan seketika tubuhnya tersentak saat Rain menarik pinggangnya mendekat lalu dengan sangat cepat menyambar bibirnya.


Tubuh Sunny membeku, kedua matanya membulat sempurna karena ciuman yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan akan terjadi lagi pagi ini dengan pria yang sudah membuat tidurnya gelisah semalam.


Tapi untung saja ciuman kali ini tidak menuntut walaupun rasanya tetap terasa manis meskipun mereka tidak bertukar Saliva seperti semalam dan ciuman ini cepat berakhir tapi itu justru membuat Sunny mendadak kecewa.


"Itu untuk hidung aku yang udah kamu buat berdarah..."

__ADS_1


Bibir Sunny akhirnya terbuka, ia ingin mengatakan sesuatu tapi situasi ini membuatnya membisu.


"Dan ini untuk bahu ku..."


Harusnya ia menutup bibirnya rapat seperti sebelumnya karena Rain sekarang dengan mudah menguasai bibirnya, memasuki rongga mulutnya dan menjelajahinya.


Semakin dalam ciuman yang Rain berikan semakin kuat Sunny mencengkram bahu Rain yang membuat kukunya tertancap di bahu Rain.


Rain dapat merasakan rasa perih di bahunya tapi itu bukan lah yang bisa membuatnya terganggu disaat bibir Sunny begitu memabukkannya.


Ia tidak memberikan sedikitpun celah untuk Sunny bernafas ataupun melarikan diri karena semakin dalam ciuman mereka maka semakin Rain merengkuh pinggang Sunny dan membawanya mendekat padanya.


Bohong jika Sunny tidak menikmati ciuman ini, meskipun setengah mati ia menahan agar tidak membalas ciuman Rain tapi ia akan selalu kalah dengan kenikmatan yang Rain berikan pada bibirnya yang memberikan sensasi menyengat ke seluruh tubuhnya sehingga membuatnya lemas.


Oh untunglah posisinya duduk sekarang karena Sunny tidak yakin jika ia akan bisa berdiri dengan kedua kakinya disaat tubuhnya lemas seperti ini.


"Aku gak akan berhenti..." bisik Rian disela-sela ciumannya.


"Kenapa? Aku sesak nafas bodoh..." sahut Sunny yang dengan susah payah menjawab ucapan Rain sebelum Rain menyambar bibirnya lagi.


"Karena ini adalah hukuman..."


"Oh ayolah, Rain... Kita gak bisa disini terus, ada orangtua kamu disini."


"Siapa perduli? Siapa suruh mereka mengganggu pengantin baru..."


Karena itu memang benar, mereka memang masih pengantin baru dan meskipun mereka masih belum bercinta melewati ritual malam pertama tapi ciuman ini kapan saja bisa membawa mereka berakhir di atas tempat tidur.


"Balas aku..." bisik Rain yang tidak tahan dengan sikap Sunny yang hanya menerima ciuman darinya tapi tidak berusaha membalasnya.


"Aku gak berpengalaman..."


"Aku kan udah mengajari kamu banyak semalam..."


"Oh, Rain..."


Sunny sama sekali tidak menduga jika tangan Rain bergerak lebih nakal lagi dari sebelumnya.


Di sisa kewarasannya, Sunny mencoba menahan tangan nakal Rain lalu menarik kepalanya menjauh dan membuat ciuman mereka terlepas.


"Kenapa? Aku belum selesai menghukum mu..."


"Jadi tangan nakal mu itu bagian dari hukuman?"


Rain tersenyum malu seraya menggigit bibir bawahnya, "aku cuma improvisasi..."

__ADS_1


"Itu modus namanya..."


"Lagian kita udah nikah dan siapa suruh kamu gak ngebales ciuman aku?"


"Sepertinya kamu akan tergila-gila padaku, Rain..."


"Itu urusanku! Jadi sebaiknya lepaskan tanganku dan kita lanjutkan lagi, ok?" Bujuk Rain yang sekali lagi kehilangan akal sehatnya.


"Gak mau, aku hanya mengigit mu pelan kenapa kamu menghukum ku sangat lama?" tolak Sunny terdengar manja.


"Lalu gimana sama luka cakaran di bahu ku?"


"Oh Tuhan, kamu licik banget!"


Rain kembali tersenyum terlebih saat Sunny akhirnya melepaskan kedua tangannya.


"Mau mandi bareng?" tanya Rain menggoda, ia dengan sengaja memainkan rambut panjang Sunny yang terurai dan sedikit berantakan dan sesekali menghirup aromanya.


"Aku yakin keselamatan ku gak terjamin untuk itu." jawab Sunny yang juga merapikan rambut Rain yang juga berantakan.


"Itu benar, aku berniat mengurung mu disini bersama ku."


"Dasar mesum!"


Sekali lagi Rain tersenyum, ia terlihat tidak keberatan dengan cibiran yang Sunny lontarkan kepadanya.


Oh Tuhan... Apa dia tidak sadar kalau dia sangat tampan saat tersenyum?


Jika bukan karena gengsi, Sunny sudah pasti akan menarik Rain dan menciumnya kembali. Sejujurnya ia merasa menyesal karena tidak membalas ciuman Rain tadi.


"Kamu mandi duluan aja tapi jangan lupa kunci pintunya, setan di otak aku mungkin aja mengajak ku untuk menyelinap masuk dan mengintip mu." ucap Rain seraya menggendong tubuh Sunny turun.


"Tentu aja, aku pasti kunci dengan sangat benar." sahut Sunny sambil mendorong tubuh Rain keluar dari dalam kamar mandi tapi saat ia baru akan menutup kembali pintu kamar mandi, Rain menahannya dengan tangan kekarnya.


Apa dia tidak tahu kalau tubuhnya itu sungguh menggoda? Sunny sungguh frustrasi menghadapi otot-otot tubuh Rain yang saat ini berada tepat di depan matanya sejak tadi dan posisi Rain sekarang membuat otot-otot ditubuhnya semakin terlihat mengesankan.


"Apa lagi? Setan di otak kamu nyuruh untuk cegah aku kunci pintunya?" Tanya Sunny jengkel.


"Iya!"


Sunny tersenyum kaku tidak percaya, "tapi sayangnya, tuan hujan... malaikat di otak ku melarang mu untuk masuk lagi ke dalam jadi sebaiknya kamu tunggu dan jangan mengintip!"


Dengan satu hentakan, Sunny mendorong tubuh Rain sehingga ia akhirnya bisa menutup pintu kamar mandi dan menguncinya rapat baru lah ia bisa menghela nafas lega.


"Kayaknya tempat ini emang sangat berbahaya! Apa ada setan mesum yang tinggal disini?"

__ADS_1


...


__ADS_2