
Malam ini Nathan mengajak Bianca makan malam di sebuah taman yang sudah dihias dengan sangat indah. Bianca begitu terpukau melihatnya ada bunga bertaburan saat dia memasuki taman hingga ke meja makan yang sudah disiapkan. Bianca sampai tak bisa berkata kata ia hanya tersenyum dan Nathan yang melihat Bianca tersenyum pun ikut bahagia. Kemudian mereka makan malam bersama
"Bagaimana sayang apa kau suka??"tanya Nathan
"Lumayan."jawab Bianca singkat
"Setelah ini aku akan mengajakmu pergi kesuatu tempat sayang."ucap Nathan
"Kemana??"tanya Bianca
"Aku ada kejutan spesial untukmu. Habiskan makanannya agar kita bisa ketempat selanjutnya sayang."jawab Nathan
"Baiklah. Tapi kenapa kamu tidak makan??"tanya Bianca
"Aku masih sudah kenyang sayang."jawab Nathan
"Untuk apa kamu mengajakku makan malam jika yang makan hanya aku??"tanya Bianca memanyunkan bibirnya
"Baiklah aku akan makan tapi suapi ya??"pinta Nathan
Mereka terlihat begitu romantis dengan makan satu piring berdua dan saling suap. Setelah menghabiskan makanan mereka melanjutkan ketempat berikutnya menuju danau yang begitu indah. Nathan mengajak Bianca menaiki perahu yang ada disana. Dan setelah berada ditengah danau Nathan berhenti mendayung perahunya
"Tempat ini sungguh indah mas."ucap Bianca melihat keseliling serta melihat bulan purnama yang begitu bersinar malam ini
"Aku sengaja mengajakmu kemari sayang. Bii, aku sangat mencintaimu dan tak ingin kehilanganmu. Melihatmu beberapa hari ini hanya diam dan tak ingin berbicara padaku membuatku tersiksa Bii."ucap Nathan memegang tangan Bianca dan mengecupnya
"Soal foto itu aku benar benar lupa. Aku tak pernah ingin menyimpan foto itu Bii. Aku sudah tak memiliki perasaan padanya. Dihatiku dan pikiranku hanya kamu Bii tidak ada yang lain. Percayalah Bii. Aku mohon jangan diamkan aku lagi seperti kemarin Bii. Aku sungguh tak sanggup Bii."lanjutnya
"Bagaimana jika dia kembali mas??"tanya Bianca
"Walaupun dia kembali tak akan merubah apapun Bii. Aku akan tetap mencintaimu. Dia sudah pergi meninggalkanku dengan berselingkuh dengan sahabatku sendiri. Aku tak kan pernah memaafkannya Bii."ucap Nathan
"Maafkan aku mas meragukan cintamu. Aku mencintaimu mas aku takut kau akan meninggalkanku begitu mantan kamu itu kembali."ucap Bianca
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Bii. Kamu adalah hidupku sayang. Kita akan selalu bersama hingga maut yang memisahkan kita."ucap Nathan memeluk dan mencium kening Bianca
"Mas, disini dingin ayo kita pulang."ajak Bianca
"Ya sayang."ucap Nathan melepas jasnya dan memakaikan nya pada Bianca. Setelah itu dia mendayung perahu nya ke pinggir danau. Nathan turun terlebih dahulu kemudian disusul Bianca. Kemudian mereka berjalan begandengan menuju mobil
__ADS_1
"Bii, aku punya satu kejutan lagi untukmu."ucap Nathan
"Apa lagi mas?? Sebenarnya berapa banyak kejutan untukku??"tanya Bianca
"Ini yang terakhir Bii. Tapi kalau kamu mau setiap hari aku akan memberi kejutan manis untukmu."ucap Nathan tersenyum
"Aku tak perlu banyak kejutan mas. Ada kamu selalu disampingku itu sudah lebih dari cukup untukku mas."ucap Bianca
"Terimakasih sayang. Aku begitu beruntung memilikimu sebagai pendampingku."ucap Nathan menggenggam tangan Bianca dan mengecupnya
Setelah perjalanan selama setengah jam mereka sampai di mansion. Nathan keluar lebih dulu dan memutar membuka pintu untuk Bianca. Nathan mengajak Bianca ke taman belakang. Betapa terkejutnya Bianca ada dua kelinci lucu yang ada dikandang samping kandang Twisy
"Kelinci ini buat aku mas??"tanya Bianca
"Iya sayang. Aku membelikan dua sepasang laki laki dan perempuan. Seperti kita yang sepasang. Apa kamu suka??"tanya Nathan
"Terimakasih mas. Aku suka sekali mas. Lucu sekali. Aku akan merawatnya bersama dengan Twisy."ucap Bianca tersenyum senang
"Aku bahagia melihat kamu tersenyum Bii. Tetaplah tersenyum terus seperti ini."ucap Nathan
"Yaudah kita tidur yuk. Udah malam semua orang juga udah pada tidur."ucap Nathan
Mereka berjalan bersama menuju kamar. Setelah bersih bersih kemudian mereka tidur
Disisi lain Lea sedang mempersiapkan barangnya untuk dibawa ke Indonesia besok. Setelah selesai dia pergi ke kamar Rey untuk mengecek apakah dia sudah mempersiapkan barangnya atau belum
Tok tok tok
Begitu pintunya terbuka Lea masuk kedalam kamar
"Barang lo udah siap belum?? Kalau belum aku bantu mempersiapkan."ucap Lea
"Belum kak Lea."ucap Rey
"Kenapa belum?? Ada apa?? Sepertinya ada yang lo pikirkan."tanya Lea
"Kak,, gue pengen jenguk Mom and Dad besok."ucap Rey
"Bagus kalau lo mau jenguk mereka. Selama mereka dipenjara kan lo belum pernah menjenguk mereka. Mereka pasti seneng Rey karena lo mau menjenguk mereka."ucap Lea
__ADS_1
"Tapi aku takut nanti ketemu Daddy dan aku jadi emosi kak. Apa lo mau menemani gue??"tanya Rey
"Gue kayaknya gak bisa Rey jika menemani lo. Lo tahu kan Daddy tidak mengakuiku sebagai anaknya. Aku gak mau ketemu Daddy dulu Rey hatiku masih sakit."ucap Lea sendu lalu Rey memeluk Lea
"Daddy memang keterlaluan kak Lea. Aku tidak jadi saja menjenguk mereka."ucap Rey
"Jangan Rey. Lo harus menjenguk mereka sebelum lo pergi ke Indonesia. Walau bagaimanapun mereka tetap orang tua lo."ucap Lea memegang bahu Rey
Kemudian Lea berdiri mengambil koper Rey dan menata pakaian dan dimasukkan kedalam koper
"Tidak usah bawa banyak kak. Karena gue tak akan menetap di Indonesia. Gue akan kembali kemari setelah resepsi pernikahan Bianca."ucap Rey
"Gue gak akan membiarkan lo sendiri disini Rey. Lo harus ikut gue dan Mom."ucap Lea tegas
"Tapi,,,"ucap Rey
"Tidak ada tapi tapian Rey. Jika lo menganggap gue kakak lo maka lo harus ikut apa kata gue."ucap Lea membuat Rey menghela nafas
"Gue mau mandiri kak Lea. Gue juga gak mau menyusahkan lo nantinya."ucap Rey
"Siapa bilang kalau lo menyusahkan gue?? Nanti lo disana akan membantu gue menangani perusahaan gue."ucap Lea
"Tapi kan gue belum bisa menangani perusahaan kak Lea."ucap Rey
"Gue akan mengajari lo seperti gue mengajari Bianca dan Lo juga akan diajari Ricky dan juga Nathan. Jadi lo jangan khawatir."ucap Lea
"Tapi kebiasaan lo yang mainin cewek harus dihilangkan ya."sindir Lea
"Gue udah insyaf sejak mencintai Bianca."ucap Rey
"Gue tahu cinta lo besar untuk Bianca Rey. Tapi lo harus belajar melupakannya."ucap Lea
"Gue juga sedang berusaha melupakannya ya walaupun sulit karena baru kali ini gue jatuh cinta sama seorang cewek."ucap Rey
"Lo orang baik pasti Tuhan menyiapkan jodoh yang baik pula untuk lo."ucap Lea
"Thanks kak Lea."ucap Rey
"Semua udah gue masukkan ke dalam koper. Sekarang lo istirahat. Gue juga mau tidur."ucap Lea keluar dari kamar Rey
__ADS_1
...******...