My Secret Marriage

My Secret Marriage
Bab 67


__ADS_3

Malam pun tiba Bianca sedang berdandan. Nathan menatap Bianca dari ranjang king size miliknya tanpa berkedip. Malam ini menurutnya Bianca terlihat sangat cantik. Setelah berdandan dia memakai long dress berwarna merah maron senada dengan kemeja yang digunakan Nathan. Nathan mendekati Bianca yang terlihat kesusahan saat menaikkan resleting dress bagian belakangnya. Nathan mencium bahu Bianca sebelum menaikkan resleting dress Bianca


"Kenapa kamu begitu cantik malam ini sayang?? Rasanya aku tak rela kecantikan istriku dilihat banyak orang nanti di pesta. Apa kita batalkan saja tidak usah datang??"tanya Nathan sambil memeluk Bianca dari belakang dan menaruh kepalanya dibahu Bianca


"Bukankah ini acara sahabat sekaligus rekan kerjamu. Apa nanti katanya jika kita tidak datang??"tanya Bianca


"Kita kirimkan saja kado pernikahan untuk mereka, kita tidak usah datang."kata Nathan mengeratkan pelukannya dan menghirup wangi tubuh Bianca


"Jangan seperti itu mas. Ayo kita berangkat sekarang. Zavier dan Zea nenunggu kita."ucap Bianca mencoba melepaskan pelukan Nathan


"Aku akan melepaskanmu, tapi jatahku malam ini dan besok harus dobel gimana??"tanya Nathan dengan senyum menyeringai


"Baiklah mas, lepaskan dulu pelukannya. Pelukan mas terlalu erat dan nafas aku sesak."ucap Bianca dan Nathan langsung melepaskan pelukannya


"Maaf ya sayang."ucap Nathan menyesal lalu membalikkan badan Bianca


"Iya mas. Yaudah kamu tunggu diluar ya aku mau ambil tas dulu."ucap Bianca


Saat Bianca akan pergi mengambil tas tangan Bianca ditarik Nathan hingga Bianca jatuh kepelukan Nathan lalu dia mendekatkan bibirnya ke bibir Bianca lalu ******* bibir itu lembut. Bianca terbuai dengan ciuman Nathan hingga tanpa sadar tangan Bianca sudah ada dileher Nathan. Lama mereka berciuman hingga terdengar suara ketukan dari luar


tok tok tok


Bianca langsung sadar dan melepaskan ciuman itu dan Nathan begitu kesal karena kesenangannya diganggu. Dia membuka pintu dengan raut wajah yang kesal


"Ada apa Vier??"tanya Nathan


"Bang, aku sudah menunggumu hampir satu jam tapi kenapa kamu lama sekali??"tanya Zavier balik


"Kamu kenapa bang mukanya kok kesel gitu??"tanya Zavier


"Gak papa. Kamu pergi dulu nanti aku akan menyusul bersama Bianca."ucap Nathan


"Baiklah bang. Aku mau jemput Zea dulu. Kita ketemu disana ya bang."ucap Zavier lalu berjalan menuju tangga


Setelah Zavier pergi Nathan menutup pintu kembali. Dilihatnya Bianca memoles bibirnya kembali karena berantakan akibat ciumannya tadi


"Sudah siap sayang."tanya Nathan


"Sudah mas. Ayo kita berangkat."jawab Bianca

__ADS_1


Nathan mengambil tangan kanan Bianca dan menautkan jarinya. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan keluar kamar dan turun dari tangga. Mira yang melihat Nathan dan Bianca pun mendekat


"Kalian tampak serasi sekali."ucap Mira


"Terimakasih Bunda."ucap mereka serempak


"Bunda ada hadiah untukmu Bii dan bunda rasa pas dengan gaun yang kamu pakai malam ini. Tunggu sebentar ya!!"ucap Mira


Mira berjalan menuju kamarnya lalu mengambil kotak perhiasan yang dia beli kemarin saat berada di Surabaya. Setelah itu dia keluar dan memberikan kotak perhiasan pada Bianca


"Apa ini Bunda??"tanya Bianca menerima kotak tersebut


"Ini adalah anting dan kalung yang Bunda beli di Surabaya kemarin. Dan Bunda ingin kamu menggunakan nya malam ini."ucap Mira


Bianca membuka kotak perhiasan itu dan terpukau karena keindahan perhiasan itu


"Bagus sekali Bunda. Terimakasih bunda."ucap Bianca dengan berkaca kaca lalu memeluk Mira


"Sama sama Bii. Sini bunda pakaikan."ucap Mira memakaikan kalung dan anting tersebut


"Sangat cantik sekali saat kamu memakainya Bii."ucap Mira tersenyum


"Kalian berangkat lah terlebih dulu. Bunda dan Ayah akan sedikit terlambat nanti."lanjut Mira


"Hati hati dijalan jangan ngebut Nathan. Jaga menantu cantik bunda dengan baik jangan sampai ada yang menggodanya disana. Secara Bianca malam ini cantik pakai banget."goda Mira


"Bunda jangan gitu. Nanti mas Nathan gak ngizinin aku buat ikut."rengek Bianca membuat Mira terkekeh, namun Nathan hanya diam dan memikirkan sesuatu


"Ya sudah kalian berangkatlah."ucap Mira


"Assalamualaikum."ucap mereka serempak


"Waalaikumsalam."ucap Mira


Mereka berdua berjalan keluar mansion menuju mobil yang sudah disiapkan oleh supirnya


"Kamu nanti jangan jauh jauh dari aku ya Bii?"ucap Nathan


"Ya mas."ucap Bianca

__ADS_1


"Aku gak mau kamu dilirik ataupun digoda sama pria lain disana."ucap Nathan lagi


"Mas, biarpun aku digoda sama banyak pria aku tak akan tergoda mas. Karena dihatiku hanya ada kamu dan tidak akan mudah berpindah ke lain hati."kata Bianca


"Aku hanya takut jika kamu tergoda sama pria disana sayang. Pasti ada yang lebih ganteng dan juga kaya disana."kata Nathan


"Mas, percaya sama aku. Di samping aku sudah lebih dari kata sempurna jadi untuk apa aku tergoda dengan pria lain. Aku juga bukan cewek matre mas yang melihat seorang pria dari kekayaannya. Aku sudah bersyukur punya kamu mas aku gak mau yang lain."ucap Bianca mencium pipi Nathan


"Makasih sayang. Aku sangat mencintaimu."ucap Nathan


"Aku juga sangat mencintaimu mas."ucap Bianca


Nathan melajukan mobilnya menuju hotel tempat resepsi pernikahan sahabat serta rekan kerjanya. Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, mereka sampai ditempat acara. Ternyata Zavier dan Zea sudah menunggu mereka diluar hotel. Lalu mereka berjalan bersama masuk kedalam hotel tersebut


"Kamu jangan jauh jauh sayang."ucap Nathan dengan merangkul pinggang Bianca dengan posesif


"Aku hanya ingin berbicara sama Zea mas."ucap Bianca


"Baiklah. Tapi, jangan jauh jauh dari pandanganku."ucap Nathan


"Ya mas."ucap Bianca berjalan mendekati Zea yang sedang mengambil minum


"Zea.."panggil Bianca lalu Zea menoleh


"Bi, kamu mau minum juga."ucap Zea menawarkan minuman


"Iya Zea."ucap Bianca menganggukkan kepalanya lalu mengambil minuman didepan Zea


"Dimana Vier??"tanya Bianca


"Dia lagi menemui rekan bisnisnya bersama kak Hans."ucap Zea sambil menunjuk Zavier dengan dagunya


"Lalu kak Nathan dimana??"tanya Zea


"Dia juga sedang menemui rekan bisnisnya Zea. Aku merasa bosan jadi aku kemari."jawab Bianca


"Aku sebenarnya kurang suka dengan acara seperti ini."lanjut Bianca


"Aku juga Bii. Ayo kita ambil kue saja disana. Aku sudah merasa lapar karena dari tadi sore aku belum sempat makan."ucap Zea menarik tangan Bianca

__ADS_1


"Aku harus izin mas Nathan dulu Zea. Karena aku tidak boleh jauh jauh dari dia."ucap Bianca


"Bii, kita itu hanya mengambil kue disana dan itu tidak jauh. Ayolah aku sudah lapar."ucap Zea sehingga membuat Bianca pasrah mengikuti Zea


__ADS_2