
Keesokan harinya Nathan dan yang lainnya sudah berada di taman. Namun ada seseorang yang mengagetkan mereka saat Winda akan membuka pintu rahasia itu
"Hai Win."sapa orang itu kemudian semua orang yang ada disana pun menoleh
"Lo ya Kim ngagetin gue aja."kata Winda
"Gue mau ikut kalian boleh gak??"tanya Kim
Winda pun menoleh kearah Nathan untuk bertanya apa boleh sahabatnya ikut, Nathan menghela nafasnya kemudian mengizinkannya ikut. Dia tak ingin berlama lama berada disana. Dia ingin segera masuk karena ingin segera bertemu dengan Bianca. Karena entah mengapa dia merasakan firasat buruk akan terjadi. Dia berdoa semoga tidak terjadi apa apa pada Bianca
Mereka berjalan berurutan dari Winda, Hans, Nathan, Zavier dan yang terakhir Kim. Tak lupa mereka membawa senter karena keadaan yang sangat gelap disana
Disisi lain Bianca baru bangun dari tidurnya mendengar pintu kamarnya digedor gedor
Brak Brak Brak
"Buka pintunya Bianca atau Om dobrak pintunya!!"ancam Adam
Bianca yang ada didalam kamar merasa ketakutan mendengar suara Adam. Berulang kali pintu digedor gedor. Namun, beberapa saat kemudian pintunya sudah tak digedor lagi membuat Bianca bernafas lega. Tapi, sekitar setengah jam pintu kamarnya tiba tiba terbuka
Cklek
Adam masuk ke kamar itu membuat Bianca kaget
"Berani sekali kamu tidak mau membuka pintu kau Bianca."ucap Adam marah
"Apa kau tahu hukuman karena tak membuka pintu untukku??"tanya Adam berjalan mendekat kearah Bianca lalu menjambak rambut Bianca
Aaaaa
"Sakit Om, lepaskan!!"ucap Bianca dengan memegang tangan Adam
"Aku akan melepaskanmu jika kau mau menandatangani berkas ini."ucap Adam menyodorkan berkas kepada Bianca
Dengan sigap Bianca menarik tangan Adam dan menggigitnya. Adam yang merasa kesakitan lalu melepas tangannya yang menjambak rambut Bianca. Bianca kemudian belari keluar kamar, tapi tak bisa karena di hadang oleh Berlin di pintu kamar
"Kau sudah berani denganku Bianca!!"bentak Adam lalu berjalan mendekati Bianca lalu menamparnya
Plakk
Tamparan itu sangat keras sampai pipinya merah dan sudut bibirnya berdarah
"Cepat tanda tangani berkas ini.!!"bentak Adam
"Aku tidak akan tanda tangan Om."ucap Bianca
Karena emosi Adam menjambak rambut Bianca, namun dia menahan sakitnya. Hingga tak berselang lama Rey masuk kedalam kamar Bianca kaget melihat Bianca yang dijambak oleh Daddy nya kemudian berlari mendekat
__ADS_1
"Lepaskan Bianca Dad!!"ucap Rey menarik tangan Adam
"Jangan ikut campur Rey.!!"bentak Adam
Terjadi tarik menarik antara Rey dan Adam. Kemudian jambakan Bianca terlepas, namun Bianca terdorong dan dahinya terbentur pinggir ranjang hingga berdarah. Rey mendekati Bianca
"Lo gak papa Al??"tanya Rey membantu Bianca duduk diranjang dan Bianca hanya menggelengkan kepalanya padahal kepalanya terasa pusing
Winda sudah membawa mereka semua sampai di ujung tempat rahasia. Dan kini mereka sudah sampai di gudang
"Ayo cepat Win kita harus segera mencari Bianca. Entah mengapa perasaanku gak enak."ucap Nathan
"Ya kak,"ucap Winda
"Biar gue yang didepan Win terlalu bahaya jika lo yang didepan."ucap Kim
Mereka akhirnya menyetujuinya. Mereka berjalan bersama menuju kamar Rey dan tetap waspada jika ada bahaya
"Ayo kita pergi Rey biarkan Daddy mu yang menyelesaikan semuanya."ucap Berlyn menarik tangan Rey
"Lepas Mom aku tak akan pernah membiarkan Daddy menyakiti orang yang kucintai."ucap Rey melepaskan tangan Berlyn
"Anakmu itu memang bodoh Berlyn. Aku melakukan ini semua juga untuk kalian."ucap Adam
"Bukan untuk kami Dad, tapi untuk Daddy sendiri yang gila harta."ucap Rey
Plakkkk
Nathan dan lainnya sudah sampai dikamar itu dan segera masuk kedalam kamar. Adam kaget melihat Nathan
"Bagaimana mereka bisa masuk kedalam mansionku dengan penjagaan yang sangat ketat??"tanya Adam
"Pengaawaaal."ucap Adam menggelegar kemudian semua pengawal berdatangan
"Bunuh mereka semua!!!"perintah Adam
Terjadi perkelahian antara Nathan dan para sahabat dengan para pengawal Adam
Bugh Bagh Bugh Bagh
Krakk Bugh Krakk
Nathan dan para sahabatnya memenangkan perkelahian ini. Melihat para pengawalnya kalah Adam mengambil pistolnya yang dia sembunyikan di punggungnya
"Menyerahlah atau kalian akan melihat Bianca mati."ucap Adam menyeringai menaruh pistolnya ke kepala Bianca
Nathan dan yang lainnya berhenti memukul para pengawal itu
__ADS_1
"Lepaskan Bianca atau kau akan menyesal!!"ancam Nathan
"Memangnya kau siapanya Bianca?? Selalu saja ikut campur urusanku!!"ucap Adam
"Bianca adalah istriku. Lepaskan dia!!"ucap Nathan
"Wah wah ternyata keponakan ku ini sudah menjadi menantu keluarga Graham. Sungguh beruntung kau Bianca. Tapi keberuntungan mu tak akan bertahan lama karena kau akan segera mati."ucap Adam tertawa
Rey berjalan pelan dibelakang Adam dan mencoba mengambil pistol yang diarahkan kearah kepala Bianca. Perlahan tapi pasti Rey mengambil pistol Adam. Terjadi tarik menarik antara Adam dan Rey. Nathan mencoba mendekat kearah Bianca dan membawanya pergi dari dua orang yang sedang tarik menarik. Hingga terdengar suara tembakan
Dor
Semua orang menatap ke arah Adam dan Rey. Hingga Rey terjatuh dan perutnya berlumuran darah. Nathan dan Zavier segera menangkap kedua tangan Adam dan mengikatnya dengan tali. Adam tak memberontak saat Zavier mengikatnya karena terlalu shock dan melihat putranya bersimbah darah. Winda mendekat ke arah Rey
"Reeyy."
"Wiindaa, lo benar cinta tak harus memiliki. Gue bahagia melihat dia bahagia."ucap Rey terbata bata hingga memuntahkan darah
"Diam Rey jangan banyak bicara. Kim segera bantu Rey. Ayo kita bawa dia kerumah sakit!!"seru Winda
Nathan, Bianca, Winda, Kim dan Rey menuju ke rumah sakit. Sedangkan Zavier dan Hans menelepon polisi agar segera menangkap Adam dan menunggu sampai polisi datang
Diperjalanan menuju rumah sakit Winda selalu menggenggam tangan Rey dan mengajaknya terus berbicara agar Rey tak menutup matanya. Sedangkan Bianca selalu dalam pelukan Nathan
Setelah sampai di rumah sakit Rey segera ditangani dan Bianca dibawa kedokter untuk mengobati pipi dan dahinya
Winda gelisah menunggu Rey yang menjalani operasi
"Tenanglah Winda. Rey orang yang kuat dia pasti selamat."hibur Kim memeluknya dan Winda menganggukkan kepalanya,
Kim mengelus punggung Winda dengan lembut agar dia merasa tenang. Bianca dan Nathan baru keluar dari ruang dokter dan duduk disamping Winda
"Bagaimana keadaan Rey Win??"tanya Bianca
"Dia baru di operasi Al. Semoga operasinya lancar."ucap Winda ganti memeluk Bianca
"Lalu bagaimana keadaan lo??"tanya Winda
"Gue gak papa Win, cuma sedikit pusing aja."ucap Bianca tersenyum
Mereka semua menunggu Rey didepan ruang ICU dengan harap harap cemas
...*****...
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like, Vote dan Komentar
__ADS_1