My Secret Marriage

My Secret Marriage
Rencana Pernikahan


__ADS_3

Rain masih menatap jendela dengan pandangan kosong ketika orangtuanya sibuk membahas tentang rencana pernikahannya dengan Sunny.


Sebenarnya dia juga sangat terkejut mendengar ayahnya mengatakan agar dirinya menikah dengan Sunny, perjodohan ini sangat mendadak namun Rain tidak berani angkat suara jadi dia hanya diam mendengarkan.


Dan mendengarkan percakapan orang lain bukanlah hal yang ia sukai hingga akhirnya pikirannya melayang jauh menerka kejadian sebelum dirinya dan Sunny terjatuh ke laut.


Saat itu, ia mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya, ketika ia membuka pintu, seorang pelayan datang dengan makanan dan minuman yang sebelumnya ia pesan.


Karena sangat lapar, Rain dengan cepat menyantap makanannya dan saat ia mulai makan dan dan meminum sedikit air yang datang bersama dengan makanannya, lalu kemudian kepalanya mendadak menjadi pusing.


Tidak berselang lama, ketika Rain nyaris terjatuh pingsan, seseorang mendobrak pintu kamarnya, ia dipukuli oleh orang yang tidak dikenalnya dengan sisa kesadarannya dan tenaganya yang semakin lemas, Rain berlari menghindari kejaran tiga orang berbadan besar itu hingga akhirnya ia dapat bersembunyi sebentar di belakang layar dan bertemu dengan Sunny.


Ketika Sunny baru akan mengajaknya pergi, ke-tiga berandal itu menemukannya.


Sambil berusaha melawan dengan sisa tenaganya, Rain berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan brandal-brandal itu agar mereka tidak menyakiti Sunny.


Rain hampir berhasil mengalahkan ke-tiga berandal itu namun sayangnya Sunny terjatuh dan akhirnya ia memilih melompat menolong Sunny tanpa dapat mencari tahu siapa yang menyuruh berandal itu menghajarnya.


Sangat sial, Rain sama sekali tidak dapat menebak siapa yang sengaja ingin menghabisinya dan Rosa bilang rekaman CCTV di kapal tidak ada yang berfungsi yang ada hanya ketika Sunny melompat jatuh dan disusul dengannya. Semua sungguh aneh dan tidak masuk akal baginya.


Pasti ada seseorang yang menjadi penanggung jawab di balik semua kejadian ini.


Rain sedikit menghela nafas berat sampai pandangannya teralihkan pada Sunny yang masih tidak berhenti mengoceh sejak tadi bahkan hingga membuat sahabatnya lari ketakutan.


Kini Sunny malah mendesaknya untuk menolak rencana pernikahan mereka tapi menoleh permintaan ayahnya, Rain tidak berani menentang ayahnya.

__ADS_1


Dan semua kejadian buruk ini, mungkin saja 'iblis' itu yang merencanakannya.


"Cepatlah lulus Rain, papa udah gak sabar menantikan mu bergabung dengan perusahaan kita."


Itu adalah kalimat yang diucapkan Richard padanya tepat sebelum kepergiannya berkarya wisata ke Bali menggunakan kapal pesiar tapi mereka hanya berdua saat itu, apa mungkin seseorang mendengarnya?


Dan suara Sunny yang terus mengoceh sungguh menggangunya, Rain lantas beranjak turun dari ranjangnya dan bergerak menghampiri Sunny.


Wajah takut Sunny membuatnya gemas sehingga tanpa sadar tubuhnya telah mengungkung tubuh Sunny dibawah tekanannya.


"Sunny, menikahlah denganku.."


Kedua mata Sunny bergerak mengikuti bola mata Rain yang bergerak menatapnya lekat, bibirnya tertutup rapat sedangkan dadanya terasa sesak karena ia tidak dapat bernafas dibawah tekanan Rain saat ini.


"Gue gak suka bercanda..." ucap Rain dengan tegas, setiap kalimat yang dikatakan oleh Rain sangat mengintimidasi Sunny dengan mudah, aura gelap terpancar dari sorot matanya.


"Tapi gimana kita bisa menikah? Kita bahkan gak lagi pacaran dan masih terlalu muda buat kita berumah tangga!" Ucap Sunny, dengan keringat yang meluncur di keningnya, sebisa mungkin ia meyakinkan Rain jika tidak boleh ada pernikahan diantara mereka dan sepertinya usahanya berhasil karena Rain perlahan melepaskan tangannya dan kembali duduk bersandar di atas ranjangnya, kini Sunny dapat bernafas lega, dengan cepat Sunny menegakkan kembali posisi duduknya.


"Dia gak pernah meminta apapun sama gue..." ucap Rain tanpa terduga.


"Papa gue... Sebenarnya dia ayah tiri gue, sejak usia gue tujuh tahun, mama gue menikah sama dia." Rain mulai bercerita kini dan entah kenapa suaranya terasa membawa kesedihan yang menyentuh hati Sunny.


"Dia baik bahkan terlalu baik. Dia selalu memperlakukan gue seolah gue anak kandungnya" lanjut Rain, wajahnya menunduk sedih terlihat jika Rain sangat menyayangi ayahnya.


Sunny pun demikian, ayahnya pasti akan rela membelah lautan untuk mencarinya jika saja dia tidak ditolong oleh Rain ketika tercebur ke laut dan Sunny sangat tidak ingin mengecewakan ayahnya namun permintaan ini sangat konyol, Sunny sungguh tidak dapat menerimanya terlebih dengan mimpinya yang menjadi seorang desainer pasti akan terhambat jika ia menikah.

__ADS_1


"Gue gak mau loe traktir, gimana kalau menikah sama gue sebagai balasan karena gue menyelamatkan loe?" tanya Rain, dia mengangkat kepalanya dan menatap Sunny penuh harap kini.


"Pria pamrih!" sindir Sunny, tapi meskipun begitu suaranya tidak terdengar marah sama sekali ia malah terdengar ikut merasakan kegundahan hati Rain.


"Kalau begitu tolak aja sebisa loe karena gue akan tetap menerima perjodohan ini." ucap Rain, wajahnya berubah menjadi sangat dingin seketika.


Oh... Sunny rasanya hampir gila karena rencana pernikahan ini, jika Rain tidak ada di pihaknya sudah pasti ia akan kalah dan pernikahan mereka akan tetap berlangsung.


"Ok... Tapi gue mau pernikahan ini dirahasiakan!" ucap Sunny dengan tegas.


Rain lantas mendekat, ia kembali dan menempatkan tangannya di kedua sisi tubuh Sunny dan menghimpitnya.


"Cuma itu syaratnya?" Tanya Rain memastikan.


"Iya." Jawab Sunny tegas.


"Ok." Rain sengaja berbisik dan menempelkan bibirnya di telinga Sunny dan membuat tubuhnya memanas seketika.


"Gimana kondisi loe? Badan loe masih sakit?" tanya Rain menatap Sunny begitu dekat.


Sunny yang gugup, berusaha untuk tidak terlihat lemah jadi dia menjawab ,"gak." dengan sangat lantang dan membuat Rain menyeringai.


"Baguslah kalau begitu, kita gak perlu melewati malam pertama kita di rumah sakit ini."


....

__ADS_1


__ADS_2