
"Loe udah sadar?" ucap Sunny tidak percaya, dengan cepat ia menyeka air matanya.
"Udah lah, air mata loe se-asin air laut, jadi mana mungkin gue gak sadar." jawab Rain sedikit bergurau walaupun suaranya terdengar sedingin es.
"Ish nyebelin! Loe hampir mati dan masih sempet-sempetnya becanda, otak loe korslet?" Sunny mengomel sembari memukul bahu Rain pelan dan membuat Rain sedikit meringis karena di bahunya juga ada memar bekas pukulan tapi dalam hatinya ia merasa sangat lega karena Rain sudah sadar kini walaupun wajahnya masih sangat pucat.
Senyum tipis terukir di bibir Rain dan membuat jantung Sunny tiba-tiba saja berdetak tidak normal, lebih cepat dari biasanya. Bahkan ia merasa seluruh wajahnya memanas karena melihat wajah tampan Rain yang menjadi dua kali lebih tampan karena ia tersenyum walaupun banyak luka lebam diwajahnya .
"Gue seneng loe baik-baik saja." gumam Rain, suaranya terdengar selembut permukaan awan cerah.
"Gue juga seneng loe baik-baik saja." jawab Sunny dengan perasaan sedikit tersipu malu, hatinya terasa hangat. Begini kah rasanya diperhatikan oleh seorang pria? Pantas saja Rosa sangat tergila-gila dengan Alvin karena Alvin begitu perhatian padanya.
"Oh ya... Gue gak mau senyuman loe tapi sebagai gantinya, gimana kalau loe traktir gue sarapan setiap pagi? Gue lebih suka kenyang dari pada ngeliat senyuman loe." pinta Rain meminta kesepakatan dan membuat Sunny sukses merasa sangat malu karena saat ini masih ada dokter dan beberapa perawat di ruangan ini.
Wah... Sunny baru saja akan memasukan pria ini ke daftar calon kekasihnya tapi dia sudah kembali menyebalkan, rasanya ia ingin sekali ia menarik kembali air matanya yang telah ia keluarkan untuk menangisi pria yang berbaring dihadapannya ini.
"Mati aja sana! Nyesel gue nangis!" Ucap Sunny ketus dan terdengar sedikit merajuk.
Rain kembali tersenyum, ia mengangkat tangannya hanya untuk mencubit lembut pipi Sunny saat ini.
"Gemesin banget sih..." Ucap Rain tanpa sadar sebelum ia dengan cepat menarik tangannya dan memalingkan wajahnya karena merasa malu.
Kedua orang tua Rain yang sejak tadi mengintip di balik pintu, kini benar-benar merasa lega, melihat kedekatannya dengan Sunny dan bagaimana Rain yang jarang sekali tersenyum malah menunjukan senyumannya berkali-kali kepada Sunny adalah bukti bahwa mereka memiliki hubungan istimewa.
__ADS_1
***
"Apa? Nikah!" Sunny memekik terkejut ketika ayahnya baru saja memberitahunya jika ia akan menikah besok pagi dengan Rain.
Rain yang berada di ruangan yang sama dengannya juga ikut terkejut namun ia tidak bereaksi berlebihan seperti Sunny ketika ayahnya mengatakan jika ia akan menikahkannya dengan Sunny.
"Papi dapet ide konyol darimana itu? Aku gak mungkin nikah apalagi sama cowo hujan kaya dia!" protes Sunny sembari menunjuk kearah Rain dengan tegas membuat Rain sedikit melirik tidak senang karena merasa ia tidak memiliki hal apapun yang terlihat buruk kecuali mereka masih muda.
"Sayang kamu gak perlu takut lagi mengakui hubungan kalian. Papi gak mau kalian melakukan hal nekat lagi, jadi papi dan ayahnya Rain udah sepakat kalau kalian akan menikah besok." bujuk Hamid dengan lembut.
Sunny begitu terkejut, ia sangat syok dengan semua ini sehingga ia tidak mampu lagi untuk berkomentar.
Ketika, kedua orang tuanya dan kedua orang tua Rain meninggalkan kamar rawat mereka dengan alasan mengurus berkas-berkas untuk pendaftaran pernikahan mereka besok, akhirnya Sunny kembali berbaring lemas, ia sama sekali tidak membayangkan akan menikah muda terlebih dengan pria yang tidak memiliki ekspresi itu.
"Bisa-bisanya mereka ngejodohin kita gitu aja! Semua ini gak masuk akal! Terus kenapa juga mereka bilang takut kita ngelakuin hal nekat lagi? Emangnya kita ngelakuin apa?" ucap Sunny mengoceh, ia beranjak duduk dan mengacak rambutnya kesal, melihat Sunny yang terlihat sangat frustrasi membuat Rosa menelan ludahnya dengan sudah payah karena merasa semakin bersalah.
"Cepet bilang, apa yang udah loe bilang sama kedua orangtua gue dan Rain?" sergah Sunny dengan tatapan galaknya tepat disaat Rosa baru akan bergegas kabur, sepertinya Sunny akan memakannya hidup-hidup dengan tatapan menyeramkan seperti itu, yang dapat Rosa lakukan saat ini hanyalah tersenyum kaku sambil menunjukan deretan giginya dengan rahangnya yang gemetaran dan sialnya, tidak hanya Sunny yang menekannya karena Rain juga menatapnya tajam.
"Be... Begini..." ucap Rosa terbata namun karena seluruh aura jahat seolah tengah menekannya kini melalui tatapan mata Sunny dan Rain akhirnya Rosa memilih untuk bungkam.
"Nona Rosa Priyanti?"
"Gue gak tau apa-apa!" ucapnya singkat seraya meraih tasnya dan bergegas pergi meninggalkan Sunny dan Rain dengan kebingungan mereka.
__ADS_1
Sunny menghela nafas berat, jika saja tubuhnya tidak lemas maka dia sudah akan mengejar sahabatnya itu dan menginterogasinya karena semua ini pasti tidak mungkin terjadi tiba-tiba.
"Papi bukan orang yang kolot, dia gak mungkin tiba-tiba ngejodohin gue sama si pria hujan itu!" gerutu Sunny, tanpa dia sadari ucapannya terdengar oleh Rain dan membuatnya mendapatkan tatapan dingin dari Rain.
"Rain... Gimana kalau loe bujuk orangtua loe buat ngebatalin pernikahan kita?" tanya Sunny memberanikan diri mengajak Rain bekerja sama dengannya, toh Rain pasti lebih berani dengan orangtuanya mengingat sikapnya yang kurang ajar sejak pertama kali mereka bertemu.
"Gak mau!" Jawab Rain singkat.
"Kenapa?" teriak Sunny tidak percaya mendengar jawaban Rain.
"Kenapa bukan loe aja yang nolak!" jawab Rain dengan mudahnya, ia masih terlihat tengah memikirkan sesuatu yang tidak dapat Sunny tebak namun sedikit membuatnya penasaran hingga ia lupa untuk melayangkan protes tapi masa bodo dengan apa yang dipikirkan pria hujan itu, yang terpenting Sunny tidak ingin menikah muda.
"Rain, ayolah kita masih muda... Loe bujuk orangtua loe dan gue yang akan bujukin orangtua gue dan mari kita batalin perjodohan konyol ini." bujuk Sunny sekali lagi. Ia berusaha untuk tetap tenang saat memulai negosiasi dengan Rain.
Rain tidak menjawab, tapi ia terlihat turun dari ranjang rawatnya dan menghampiri Sunny.
Dengan tatapan dinginnya, Rain melangkah mendekat dan meletakan kedua tangannya diantara tubuh Sunny dan menekannya hingga Sunny harus mencondongkan tubuhnya kebelakang karena Rain begitu dekat dengannya kini.
"Ayo kita menikah!"
"Ya?"
"Sunny... Menikahlah denganku!"
__ADS_1
...