My Startling Destiny

My Startling Destiny
Part 37 [Tidak Seharusnya Berharap Lebih]


__ADS_3

"Tetap aja Ndra, kalau aku sampai kenapa-kenapa awas aja ya!" Tuding Lany tak suka. “Iya kalau kita punya uang untuk berobat, kalau kamu yang sakit nggak apa, aku sama sekali ngak perduli, asal bukan aku yang kena!" ucap Lany sambil berlalu meninggalkan Andra, sungguh ia merasa begitu kesal. Dasar Lany!


Saat di kamar Lany menemukan benda aneh lagi. Matanya lagi-lagi melihat benda mirip handphone. Ya, semakin maju dirinya, ia semakin yakin jika itu adalah Hp mahal lainnya, yang sama persisi seperti tempo hari, namun kali ini dengan jenis yang berbeda. Lany menyerngit heran sambil meraih hp yang tebal karena bisa di lipat dua itu. Seperti yang sering berseliweran di iklan-iklan. Oh, apa-apaan ini? Kenapa begitu banyak Hp mahal disini?


“Hp siapa lagi ini?” kernyit Lany sambil meraih hp tersebut, ditekannya tombol kunci yang menampakkan lockscreen dengan wallpaper foto dirinya tengah duduk sambil serius main hp dengan ekspresi yang -nggak banget- Oh shiit!! Dia ingat betul kapan persisnya. Ini adalah foto dirinya saat malam tadi, yang mana ia tengah sibuk menscroll Hp di ruang nonton.


“Loh, kok ada fotoku? Ini hp siapa? Mana fotonya jelek, tidak ada senyum sama sekali, hmmmnt!” Lany bergumam sendiri sambil membolak-balikkan hp tersebut.


“Ndraa, ini hp siapa Alandra?” teriaknya yang kini punya insting jika hp tersebut adalah milik suaminya. Dan kebetulan sekali, orang yang diteriaki baru saja masuk dan sudah berdiri tepat di belakangnya.


Andra yang melihat Hp itu di pegang Lany begitu tak bisa menyembunyikan ekpresi terkejutnya.


Astaga kenapa bisa teledor begini?


Sejurus kemudian Andra kembai berhasil merampas hp tersebut dari tangan Lany. Sama persis seperti insiden iPhone tempo hari.


“Itu hp kamu?” Lany menatap penuh tanya. Makin kesini Ia merasa Alandra, suaminya itu menyimpan banyak rahasia, entah mengapa ia merasa Andra makin hari makin misterius.


Siapa sebenarnya orang yang menikahi ku ini? Kenapa dari awal aku begitu naif percaya jika dia hanya seorang pelayan yang kebetulan ikut berlayar? Dia begitu misterius, mulai dari begitu mudahnya dia mencari ku! Dan kalau memang dia hanya orang biasa mana mungkin bisa bertahan seperti ini? huh astaga kenapa aku bodoh sekali..


Selain menakjubkan teryata takdir ini begitu misterius. Hufftt!



Lany masih terus menatap Andra yang kelihatan kebingungan, entah apa yang pria itu pikirkan. Namun ia pun masih sulit mencerna semua ini.


Jika yang pertama adalah hasil give away, dan kartu kredit dari hasil ngesugar baby. kemudian paket liburan juga hadiah dari bosnya! Lalu sekarang Hp ini darimana? Entah mengapa semua ini membuat ia berpikir tentang betapa beruntungnya kehidupan Andra hingga hidupnya mendapatkan jackpot keberuntungan bertubi-tubi seperti itu? Sulit dipercaya!


“Andra!!!


“Woyy!” teriak Lany yang mana membuat Andra terperangah seketika.


Andra menatap Lany dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia masih saja diam seperti orang bodoh. No, ini bukanlah Andra, suaminya yang seperti biasa!

__ADS_1


“Alandra, aku tanya itu hp siapa? Kenapa diam saja?”


Andra mati kutu, ia tak bisa lagi menemukan jawaban yang tepat. Ia sendiri tak bisa lagi menyembunyikan kemisteriusan yang selama ini ia tutup-tutupi. Entahlah, memamangnya hal misterius apa yang Andra sembunyikan? Sangat membingungkan


Tanpa berpikir panjang, dengan tindakan impulsifnya, Andra langsung menarik Lany ke dalam pelukannya. Menyatukan wajah mereka dalam kenikmatan yang menghayutkan. Bahkan Lany yang awalnya sempat menolak kini mulai terbawa suasana dengan aksi Andra yang kembali membawanya mengangkasa, terbang ke awan menembus cakrawala.


Ahhh, Rasanya begitu memabukkan. Rasa yang sama kembali ia dapatkan seperti saat kejadian sebulan yang lalu saat Andra pertama kali membawanya menikmati surga dunia di tengah lautan yang membuatnya kehilangan aset berharga yang berujung pemulangan. Hingga membuatnya terperangkap dalam pernikahan yang begitu Andra inginkan. Hubungan satu malam yang merubah takdirnya dalam sekejap namun begitu nikmat, masih begitu berbekas di igatkannya, karena Andra lah yang pertama, Andra lah yang pertama kali menikmati setiap lekuk tubuhnya. Orang lain yang tak dikenalnya itu membuat ia merasakan sesuatu yang begitu luar biasa, ia tak munafik, meskipun saat pertama ia sempat mengutuki kejadian tersebut namun sampai saat ini ia tak bisa melupakannya, Ia selalu menginginkan Andra mengulanginya tiap hari. Namun ia masih punya urat malu untuk memintanya secara langsung.


Dan kini Andra membuatnya semakin terbuai, keduanya masih berdiri sambil terus mengeluh merasakan kenikmatan yang melonglong saat tangan Andra mulai menggerayangi tubuhnya. Sungguh ia tak bisa menolak sentuhan mendebarkan itu.


Namun saat Andra sudah hampir melucuti kemeja yang ia kenakan, Lany justru begerak menghentikan aksi suaminya itu.


“Stop Andra.. Aku masih halangan! Kamu nggak lupakan?” lirih Lany dengan napas yang masih sedikit terengah.


“Tadi aku cuma bertanya, kenapa malah begini?” ucapnya lagi sambil menghindari tatapan mata Andra yang sudah berkabut gairah “Kenapa setiap kali bahas hal penting kamu seperti menghindar?”


Lany menunduk sambil merapikan pakaiannya, serta menyibakkan anak rambutnya yang terghambur karena keringat di wajah dan lehernya.


“Aku nggak mau melakukannya lagi, kamu langganan tante-tante, kalau aku tertular gimana? Aku belum siap mati, Ndra! Dosaku masih banyak!” ketus Lany yang seketika membuat tawa Andra pecah.


“Berarti kalau aku nggak pernah sama tante-tante kamu mau dong ngelakuin itu tiap hari?" Ujar Andra menggoda.


“Lakuin apa?" Tanya Lany polos dengan tatapan memicing.


“Lakuain sesuatu yang menyenangkan..” Andra mengerlikkan matanya. Lany yang mengerti arah pembicaraan Andra langsung mendorong tubuh suaminya itu kemudian berlalu ke kamar mandi.


“Nggak, sekalipun gak pernah aku tetap nggak mau melakukan itu” ketus Lany berlalu meninggalkan Andra


“Kenapa Lan? kita suami istri. Sayang loh kalo sama-sama nganggur," teriak Andra menggoda Lany yang sudah menghilang di balik pintu kamar mandi.


Gadis aneh ku yang selalu bisa membuatku tertarik! Gumam andra sambil melirik Hp yang tadi Lany temukan.


“Hampir saja, kenapa sampai di luar sih.” Gerutu Andra sambil memasukkan Hp itu ke dalam tas.

__ADS_1


Insiden hp mahal pun berlalu begitu saja, Lany yang nervous seketika melupakan segudnag pertanyaan yang tadinya siap ia layangkan pada Andra, kini semua itu sudah terkubur lenyap tergantikan oleh perasaan mendebarkan akibat ulah Andra.


“Ihh, otakku apa-apaan sih.. kenapa malah memikirkan hal -mengasyikkan- itu terus sih!”


..._____...


Malam hari, Andra yang merasa bersalah pun berusaha membujuk Lany agar mau berbicara padanya. Ia tahu betul jika sudah pasti istrinya itu marah dan kecewa atas sikapnya yang selalu menghindar setiap kali Lany menanyakan sesuatu. Sebagai seorang istri, sudah tentu Lany menginginkan suaminya terbuka. Sedangkan dirinya sama sekali belum bisa melakukan itu. Sebisa mungkin Andra mencoba minta maaf dan ketika Lany sudah mau bicara, Ia lalu mengajaknya makan malam di restoran.


“Maafin aku ya, kalau kamu merasa aku banyak menyembunyikan sesuatu dan bikin kamu nggak nyaman!" ucap Andra membuka obrolan saat Lany tengah asyik menyantap makanannya.


“Kalau mau dimaafin, ya udah sekarang jujur!” ujar Lany sambil terus mengunyah dan menatap Andra dengan tatapan menghujam. Sejujurnya dia masih kesal, tapi karena Andra mengajaknya makan tentu ia langsung bersemangat.


“Ceritaain apa aja yang belum aku tahu! selain masalah dua hp dan kartu kredit haram mu itu"


“Lan..!" sergah Andra menggeleng dengan ekspresi menolak.


"Apa? Kamu nggak bisa cerita kan!” dengan nada kecewa Lany menghembuskan napas kasar kemudian kembali fokus pada makanannya.


“Ya udah kalau itu mau kamu! Seharusnya aku emang nggak banyak nuntut apa-apa dari kamu!”


“Udah bener waktu itu aku nggak nganggep keberadaan kamu! cowok nggak jelas asal usulnya malah jadi suami yang akhirnya bikin aku terperangkap dalam hubungan yang nggak jelas ini!"


“Lan!" Andra menggeleng dengan raut wajah penuh rasa bersalah


“Suami istri itu bukan tentang hubungan bada*n aja! Sebisa mungkin harus terbuka sama pasangan” Lany tersenyum mengejek “Tapi kamu nggak! Mungkin nggak denger khutbah nikah waktu itu ya? Atau kamu emang anggap pernikahan ini hanya untuk mainan? Biar ada tempat buat ngelampiasin hasrat mu aja?”


Andra merasa begitu tertampar dengan ucapan Lany. Namun tak ada yang bisa dilakukannya selain menunduk mengakui kesalahannya.


“Kalau nggak betul-betul siap, seharusnya nggak usah bawa aku ke hubungan yang seserius ini!" Lany hanya tersenyum kecut sebelum akhirnya ia benar-benar diam dan tak menghiraukan kehadiran Andra. Sebagai seorang wanita yang sudah menjadi istri Andra, tentu ia begitu ingin tahu tentang kehidupan suaminya itu.


Bukankah pasangan suami istri memang harus demikian? Tapi kenapa dirinya berbeda? Kenapa Andra seolah menyembunyikan identitasnya yang lain selain yang ia ketahui saat ini. Dan itu membuatnya begitu sangat kecewa. Sudah hampir mengharapkan sesuatu yang lebih dari Andra, sedangkan di awal dulu ia sudah pernah mengambil keputusan yang benar, yaitu dengan tidak ingin terlalu cepat menerima kehadiran Andra. Tapi nyatanya, sikap Andra yang penuh perhatian membuat ia hanyut da terbawa arus. Kemudian membuat ia mengharapkan sesuatu yang seharusnya tidak pernah ia harapkan. Rasa ini begitu menyakitkan!


Saat sama-sama tengah larut dalam pikiran masing-masing. Keduanya langsung mendongak begitu mendengar suara seseorang.

__ADS_1


“Lany?? Ini Lany kan? Ini beneran kamu kan??”


__ADS_2