My Startling Destiny

My Startling Destiny
Part 86 [Penjelasan Untuk Yang Kesekian Kalinya]


__ADS_3

“Maaf lama, tadi macet!"


Lany segera berdiri ketika wajah wanita itu mulai nampak jelas. Seulas senyum bahagia kian merekah di bibirnya, saat tahu siapa yang datang.


“Mbak Nov?! Ih, ku kira siapa!" Sahut Lany sambil melayangkan pukulan di lengan Novita. Ya, sudah menjadi ciri khasnya, berbicara sembari memukul si lawan bicara sebagai rasa antusiasnya. Mungkin hal inilah yang menjadi salah satu sikap unik yang membuat Andra jatuh hati. Dia berbeda! Begitu cara Andra berpikir setiap kali melihat tingkah Lany.


“Nih, aku bawain buah kesukaan Ibu.” Bukannya menjawab, Novi justru menyodorkan kresek putih itu kepada Lany.


Begitu meraihnya, Lany langsung melihat apa isi kresek yang Novi berikan, “Wah, Jeruk?" Lany berbinar senang. Kehadiran Novi membuat ia tak merasa sendiri lagi. Seandainya Novi datang dari tadi, mungkin ia tak perlu keringat dingin saat makan malam bersama tadi. Hmmntt.


“Ibu suka jeruk kan?” Tanya Novi, kini keduanya sudah sama-sama duduk di kursi. Anggukan Lany membuat Novi tersenyum puas. Tidak sia-sia ia bersusah payah membelikan buah tangan untuk istri Andra itu.


“Ini tadi belinya di pinggir jalan, cari di toko buah gak ada. Adanya jeruk impor semua. Ibu kan sukanya jeruk lokal!" Jelas Novi sembari menampakkan senyuman.


“Auwhh!" Novi meringis saat Lany kembali mendaratkan pukulan di lengannya. Sedari tadi Lany agak kesal mendengar Novi yang memanggilnya dengan sebutan Ibu. Padahal kan ia tak setua itu.


“Dibilang jangan panggil ibu!" Protes Lany tak terima, “perasaan aku udah pernah bilang. Aku belum setua itu mbak Novi!" Lany mencebik kesal.


“Ih gak bisa gitu, ini di rumah. Jadi saya gak boleh manggil asal, nanti kalau ada yang dengar, dikiranya saya gak sopan lagi!"


“Nanti yah, kalau kita gak di rumah, atau lagi di luar. Baru deh saya panggil nama!" Penjelasan Novi membuat Lany mengangguk seperti burung kutilang. Keduanya lalu mengobrol banyak hal. Tak lupa Lany menanyakan kenapa Novi datang saat malam seperti ini, kenapa tidak dari tadi.


“Tadi Pak Andra nelepon, di suruh datang buat nemenin ibu. Tapi di jalan macet, makanya baru bisa sampai jam segini. Dan tadi pulang kantor memang agak telat sih!" Jelas Novi.


“Tu Andra memang suka bikin susah ya! Udah tadi pagi gak masuk kerja, sekarang malah suruh-suruh kamu mbak. Pasti sebel banget kan punya atasan seperti dia!" Omel Lany kesal, rasanya ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Andra untuk diomeli. Novi sendiri sama sekali tak menjawab ucapan Lany yang satu ini. Tentu, jika ia menjawab, itu sama saja menjelekkan bosnya. Bisa-bisa dia menyandang bawahan terlucknut tahun ini, Big No, selama ini citranya sudah begitu bagus. Begitu pikir Novi.


...


Mami, setelah makan malam, ia langsung menuju kamar untuk mencari kotak penyimpanan obat. Mendengar Omelan Papi yang prihatin setelah melihat kondisi Lany, membuat ia bergegas untuk mencari sesuatu untuk membantu Lany. Sebenarnya Mami masih belum menerima keberadaan Lany, tapi ia juga sama sekali tidak membenci menantunya itu. Hanya saja, keadaan dan situasi membuat semuanya begitu rumit. Jauh di dalam lubuk hatinya, Mami Inka begitu ingin menerima semuanya, tapi jika mengingat penghianatan Riana. Mami Inka ingin sekali Andra mendapatkan jodoh yang sepadan dan setara untuk membalas sakit hatinya karena penghianatan itu. Tapi ... Sudahlah, memang keinginan dan rencana manusia tak selamanya sesuai takdir Tuhan.


Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Mami bergegas untuk menemui Lany. Mami Inka sudah ke kamar, tapi ia tak menemukan keberadaan menantunya di sana. Tak ingin membuang waktu, ia lalu menanyakan keberadaan Lany pada asisten rumah tangga. Barang kali ada yang melihat.


“Ada yang lihat istrinya Andra?" Tanya Mami saat tiba di ruangan khusus untuk asisten rumah tangga yang ada di rumah itu.


“Tadi, pas nganterin pak satpam makanan. Saya liat non lagi duduk di kursi depan, Deket lampu yang sebelah teras, Bu!" Jelas salah seorang ART.


Mendengar itu, Mami lalu berterima kasih atas info yang diberikan. Ia kemudian segera menuju teras depan. Begitu keluar dari pintu utama, pandangan Mami langsung tertuju pada dua sosok wanita yang tengah mengobrol sambil menyantap sesuatu. Keduanya kelihatan begitu dekat. Pikir Mami, sambil menebak siapa sosok yang tengah bersama Lany.

__ADS_1


“Novita?" Ucapnya saat tahu bahwa Novita lah yang sedang bersama Lany. Mami tidak heran, Novi adalalah tangan kanan Andra. jelas mereka sudah kenal lebih dulu dan wajar jika sedekat ini. Tapi yang membuat Mami Inka heran ialah, kedekatan Novi dan Lany terlihat begitu nyata, tidak seperti saat bersama Riana dulu. Bahkan Mami sama sekali tak pernah melihat Riana dan Novi mengobrol seperti ini. Padahal jika dipikir, Riana dan Novi sudah kenal lama, seperti Andra.


“Eh, Ibu!" Novi berdiri sambil menunduk hormat.


“Dari tadi?"


“Nggak Bu, baru setengah jam!" Sahut Novi.


Mami hanya mengangguk, lalu memberikan satu tablet obat pada Lany, “Minum ini juga biar gak mual!" Mami berucap masih dengan wajah datarnya.


“Makasih Tante!" Lany yang tadinya cerewet saat bersama Novi, seketika menjadi canggung karena kehadiran sang mertua.


“Eh, maksud saya, Mami!" Ralatnya sambil tersenyum kikuk begitu melihat raut wajah ibu Andra itu melengos saat ia menyebutkan kata 'Tante'.


Mami yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti, “Tidur larut malam gak baik buat ibu hamil!" Ucap Mami sebelum akhirnya melangkah masuk.


“Ngobrol di dalam, di luar banyak angin!" Mami hanya berbalik sekilas sebelum akhirnya benar-benar tak terlihat dari balik pintu besar itu.


Sementara Lany yang mendengar itu merasa senang, meski mami mengatakannya tanpa ekspresi. Tapi, ia jelas tahu jika yang mami lakukan sebagai bentuk keperdulinya. Entah itu pada janinnya atau mungkin dirinya, setidaknya hal ini membuat ia merasa cukup diperhatikan. Bahagia sedikit, tidak berlebihan kan? Tanyanya pada diri sendiri.


“Ngobrol di dalam yuk, mbak Nov!" Ia dan Novi kemudian beranjak menyusul Mami. Melihat Lany yang bingung mau kemana, Novi lalu mengajaknya mengobrol di ruang tengah yang ada di lantai tempat kamar Andra berada. Ya, Novi lebih mengenal seluk beluk rumah ini, lebih baik darinya. Tentu saja, siapalah Lany yang hanya merupakan orang asing yang terdampar di rumah ini.


Di sisi lain, Andra terlihat tengah berada di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan peralatan photography, bersama dengan Dara, Eky dan Bayu. Ya, setelah mendapat telepon dari Bayu jika sahabatnya itu sudah tahu semua tentang pernikahannya. Andra langsung diajak bertemu untuk menjelaskan semua secara detail. Meski sempat bertanya-tanya darimana Bayu dan Eky tahu, sedangkan ia sendiri belum mengatakan apapun pada mereka. Dengan terpaksa ia segera bergegas pergi tanpa mengajak Lany, ia pikir bisa menjelaskan semua dengan cepat sehingga bisa pulang lebih awal, tapi nyatanya tidak. Entah mengapa hubungannya dengan Lany ini benar-benar membuat ia seolah harus membuat klarifikasi pada semua orang, dan ini sudah yang kesekian kalinya. Setelah menjelaskan semua pada keluarga juga Riana.


“Jadi cewek yang waktu itu di mobil, istri elo?" Kini Eky dan Bayu balik bertanya, setelah ia menjelaskan tentang hubungannya dengan Lany.


“Asyik nih, ketemu jodoh pas lagi liburan. Itu gimana ceritanya? Cerita elo benar-benar mirip si Rose dan Jack di film Titanic, sama-sama ketemu di kapal!" Ini suara David, ya, meski kedatangannya lambat. Tapi, manusia toxic itu tentu bisa menangkap inti dari cerita Andra barusan.


“Tapi pertemuannya hanya sesaat, kebahagiaannya juga sesaat. Liat aja, si Jack malah mati karena kedinginan akibat insiden kapal tenggelam, sedangkan Rose harus menikah dengan orang lain. Nanti paling kisah kalian gak jauh beda kayak begitu! Iya gak bro?"


“Eh, Vid. Jaga omongan Lo!" Tuding Andra yang mulai jengah dengan ucapan David. Setiap kali berargumen, pasti hanyalah ucapan beracun yang keluar dari mulutnya. Jika selama ini Andra sama sekali tak pernah terpancing, tapi sekarang ia kelihatan emosi mendengar ucapan David yang terkesan mendoakan hal buruk pada rumah tangganya.


“Vid!" Tegur teman yang lain. Bahkan, Eky dan Bayu pun menatap tak suka pada pria berbadan kekar, yang wajah cabynya dipenuhi brewok.


“Lah, apa salahnya?” Timpalnya dengan raut wajah tak bersalah, “guekan cuma ngeluarin pendapat!”


“Ya, tapi pendapat Lo gak ada bagus-bagusnya!" sentak Andra dengan muka marah, “Gak semua kisah dan cerita bisa elo sama-samain!" Ucapnya lagi, meski dengan nada emosi. Tapi Andra berusaha untuk menahan diri. Selama ini ia adalah orang yang tidak mudah tersulut emosi. Sejak dulu Andra memanglah tipikal Good boy, meski terkadang cuek. Namun ia merupakan sosok anak, teman, sekaligus kekasih yang baik dan mengayomi semua orang.

__ADS_1


Bayu yang merupakan sahabat sekaligus sepupu Andra, berusaha untuk menengahi dan mengalihkan pembahasan. “Ck, udah, Lo bisa diam dulu gak, Vid?" Bayu menarik Andra agar kembali duduk di kursinya. Saat ini mereka semua memang tengah berada di studio.


“Jangan emosi, ya kak!" Dara yang duduk di samping Andra berusaha menenangkan sang kakak.


Suasana sempat hening sejenak, hanya suara denting jam dan hembusan napas kasar yang terdengar dari lima orang itu.


“Tapi gue penasaran, selama ini elo dan Riri kelihatan baik-baik aja. Terus tiba-tiba putus dan elo juga tiba-tiba udah nikah.” Bayu yang lebih dulu membuka obrolan, sejenak menjeda ucapannya. Ia nampak memikirkan sesuatu.


“Gue benar-benar nggak ngerti!" Sambung Bayu lagi.


Berbeda dengan Dara dan Eky yang hanya mengangguk, David terlihat bungkam dan tidak lagi memberikan komentar apa-apa.


“Hubungan gue dan Riri udah berakhir lama, cuma kita nutupin semua!" Jelas Andra dengan wajah datar. Seperti ucapannya pada Mami waktu itu, ia benar-benar menyembunyikan soal penghianatan Riana dengan adik laki-lakinya, Rival.


“Jangan bilang penyebab hubungan Lo berakhir itu karena bini lo yang sekarang!" Timpal David dengan seringaian mengejek di bibirnya.


Andra menoleh sembari memberikan tatapan sinis. Ini lah salah satu alasan kenapa selama ini ia tak langsung memperkenalkan Lany pada semua orang. Mengingat bagaimana hubungannya dengan Riana dulu, pasti semua pihak yang tidak mengetahui apapun di balik kisah ini akan mengira jika Lany lah yang menjadi penyebab retaknya hubungan mereka. Sedangkan Andra sama sekali tak bisa membongkar aib Riana dan Rival. Situasinya benar-benar sulit. Meski begitu, sebisa mungkin ia akan memberikan statement yang tidak merusak nama baik wanita yang menjadi istrinya saat ini, yaitu Lany.


“Sama sekali gak ada hubungannya!" Sela Andra dengan mantap, “Hubungan gue dengan dia murni terjalin disaat gue gak memiliki status dengan siapapun!" Ucapnya dengan penuh penekanan.


Suasana hening kembali menyelimuti saat Andra sendiri memikirkan kenapa masalahnya harus menjadi konsumsi publik seperti ini. Seharusnya ia tak perlu dicecar seperti seorang selebriti. Namun, suara dering telepon membuat pikirannya terpecah. Tak hanya ia, bahkan Dara dan yang lain turut mengalihkan pandangan padanya.


Andra lalu merogoh saku celananya, tertera nama Mami di sana. Setelah menggeser tanda hijau, ia lalu menempelkan benda pipih itu ke telinganya.


“Asaalamualaikum, Mi. Ada apa?"


“Kamu kemana sih? Istrinya hamil malah ditinggal-tinggal, tadi dia muntah-muntah..."


“Iya Mi, aku pulang sekarang!" Belum sempat Mami melanjutkan ucapannya, Andra sudah memotong lebih dulu.Ucapan Mami barusan benar-benar membuat rasa bersalah langsung hinggap di relung hatinya.


“Pulang Ra!" Andra meraih tangan Dara, kemudian menuntunnya keluar dari sana.


“Gue cabut duluan!"


“Kapan-kapan ajak istri lo, Ndra! Kenalin sama kita!" Teriakan dari Eky menghiasi langkah Andra dan Dara yang sebentar lagi akan keluar dari ruangan itu. Namun Andra sama sekali tak menyahuti ucapan Eky, pikiran pria itu hanya tertuju pada kondisi Lany. Ia benar-benar sangat merasa bersalah pada gadis itu, sudah pergi tanpa izin dan tidak ada saat ia membutuhkan.


Tbc...

__ADS_1


...♥️♥️♥️♥️♥️...


__ADS_2