My Startling Destiny

My Startling Destiny
Part 38 [Lany Ex]


__ADS_3

“Lany?? Ini Lany kan? Ini beneran kamu kan??”


Seketika mata Lany menoleh pada suara yang membuyarkan lamunannya. Ia sempat melirik Andra terlebih dahulu yang juga terlihat mendongak ke sumber suara. Dan seketika raut wajah Lany berubah pias saat melihat dua orang yang tengah berdiri di sana tengah menatapnya, lebih tepatnya hanya laki-laki itu saja yang menatap Lany. Sedangkan wanita yang bersamanya nampak mengkerut heran.


“Kamu beneran Melany kan?” tanya pria itu sekali lagi dengan wajah berbinar penuh harap.


Lany memutar mata malas sambil mengusap tengkuknya dan mengibas-ngibaskan rambutnya. Dia kelihatan tak nyaman dengan kehadiran orang tersebut.


“Iya,” Lany cengar-cengir dengan tawa yang dibuat-buat.


“Ya ampun, Lany!! Kamu apa kabar?” dengan begitu bersemangat pria itu langsung memeluknya. Membuat Lany melotot geram, apalagi ia sempat melihat ekspresi tercengang dari wajah Andra yang nampak kesal. Begitupun dengan wanita yang datang bersama pria itu, dia nampak begitu kesal melihat pemandangan tersebut.


“Uhhuk, uhukkk, uhuuuk..” sebagai jalan ninjanya, Lany hanya bisa pura-pura terbatuk sambil menepuk bahu pria itu agar segera melepaskan dirinya.


“Eh sorry, sorry!” ucapnya sambil cengar-cengir, membuat Lany ingin sekali menabok wajahnya.


“Ya Ampun, kamu apa kabar, Lan?" pria itu nampak begitu excited sekali bertemu dengan Lany.


Tentu saja, karena pria itu merupakan mantannya sebelum ia kerja di kapal pesiar. Sepertinya ia masih punya perasaan yang belum usai, hingga sebegitu bahagianya dia.


“Baik!"


“Oh ya, Lan. Kenalin ini pacarku!” Mantan Lany itu kembali merangkul cewek yang datang bersamanya tadi “Ki, kenalin ini Lany!”


“Lany!"


“Kiki!”


“Ohiya, Kiki ini orang Jakarta. Dia anaknya atasan ku”


Lany memutar mata,Yang bertanya siapa, bambang?


“Kamu tahukan sekarang aku kerja disalah satu perusahaan di Jakarta.” ucapnya lagi dengan gaya menyombongkan diri.


Sepertinya dia ingin pamer. Mengingat dulu dia pernah dighosting oleh Lany. Tentunya dengan alasan karena Lany ingin punya suami Presdir. Oh, sungguh keterlaluan kamu, Lan! Ternyata impian ingin menjadi istri Presdirnya bukan kaleng-kaleng. Karena keseringan ngedrakor dan baca novel, tingkat kehaluannya menjadi merajalela sampai kedunia nyata. Oh My God..!


“Aku sedang cuti, jadi Kiki ini ikut karena aku mau mengenalkan dia ke keluarga ku! Iyakan Yank?” pria itu merangkul wanita itu, membuat Lany ingin sekali muntah melihat mantannya yang seolah tengah memanas-manasi dirinya.


Idiihh, paling dia mau pamer! Nggak ngaruh! Eh, tapi kalau sampai dia tahu aku sudah menikah dan punya suami yang kerjanya seperti Andra, aku yakin dia bakal menertawai ku.. Lany mulai gusar sambil mencebikkan bibirnya.


Dia ingat betul, dulu mantannya itu hanya bekerja sebagai karyawan supermarket dan penampilan sederhananya kini sudah berubah 180 derajat. Ck, dia kelihatan lebih keren dengan style kelas atas dengan cukur seperti opa korea. Ya, lumayan lah! Lany kembali memutar mata malas. Tapi kehadiran Andra tentu tak tertandingi, selain wajah di atas rata-rata, stylenya yang juga sederhana tak bisa menafikkan jika dia memanglah tampan plus Keren lebih dari siapapun. Ya, walaupun bagi Lany suminya tak lebih dari pria menyebalkan dan kere. Tapi mau dikata apa lagi, toh mereka sudah menikah. Jadi tidak ada lagi alasan untuk Lany terus mencibirnya.


Lany menggeleng demi mengingat tentang jati diri Andra. Bisa-bisanya dia masih berpikiran Andra hanya seorang pria kere setelah kejadian hp mahal dan kartu unlimited tadi. Pokoknya dia tidak ingin memercayai Andra lagi sebelum pria itu menjelaskan tentang kehidupannya secara detail. Tentu ia tak ingin terjebak dengan orang yang sama sekali tidak ia tahu asal-usulnya.


Ini semua karena warga sialan yang memaksa ku menikah karena dikira berbuat mesum di bendungan pada malam itu. Pikiran Lany berkecamuk, dari memikirkan masalahnya dengan Andra, juga kehadiran sang Ex membuat kepalanya ingin meledak. Ia mengutuki pertemuannya dengan sang mantan.


“Lan, kok menghayal?" Pria yang masih berdiri itu melambai-lambaikan tangan di depan wajah Lany yang sedari tadi terdiam sambil terus menatap Andra yang juga tengah menatapnya dengan tatapan setajam silet.


“Eh.." sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Lany beralih menatap mantannya yang bernama Eza itu.

__ADS_1


“Dengar-dengar kamu kerja di kapal pesiar ya?” tanya Eza sambil terus berdiri, padahal di sana masih ada dua kursi kosong.


“Iya, tapi sudah tidak lagi." Lany menseruput minumannya dengan mata yang terus melirik ke arah Andra yang sedari tadi terus menatapnya dalam diam.


Sedangkan Eza, dia terlihat sama sekali tak menganggap keberadaan Andra. Entahlah, sepertinya dia buta! Tapi tidak dengan wanita bernama Kiki itu, dia terus menatap Andra sambil sesekali menunduk.


“Loh kenapa,?”


“Oh iya ini siapa? Pacar kamu ya?” tanyanya lagi sambil menatap Andra, dengan tatapan menilai. Sudah seperti juri fashion.


“Bukannya katamu dulu mau cari pasangan orang kaya. Ya, paling tidak Presdir!" Eza menyeringai sambil melirik Lany dan Andra secara bergantian.


“Gimana? Udah dapat Presdirnya?” tingkah Eza makin menyebalkan di mata Lany “Tapi dilihat dari penampilannya, kayaknya dia cuma orang biasa. Bukan Presdir 'kan?” sambungnya sambil terkekeh merendahkan.


“Stylenya lumayan lah, tapi pasti cuma brand kw” cibirnya lagi yang mana sontak membuat Andra menoleh dengan tatapan menghujam.


Begitupun denga Lany, ia juga merasa kesal dengan mulut lemes Eza.Yang Lany tahu, dulu mulutnya tak setajam ini! Apa mungkin karena dia sudah kaya jadi sekarang bebas menghina orang seperti ini. Atau mungkin dia hanya ingin membalas apa yang sudah Lany lakukan dulu padanya. Tapi kenapa harus Andra yang dikatai seperti itu, sedangkan Andra sama sekali tak tahu apa-apa. Sekesal apapun Lany pada Andra, namun ia tetap tak suka jika ada yang merendahkannya seperti itu. Mungkin ini yang dinamakan naluri seorang istri. Dia bisa merasakan sakit saat suaminya dihina.


“Dia siapa kamu?"


“Diaa ...”


Belum sempat Lany melanjutkan ucapannya, namun Andra sudah menylanyanya lebih dulu. Membuat ucapannya menguap begitu saja.


.


Tentu itu membuat Andra panas, ia tak rela melihat pria itu bertanya ke ranah privasi seperti itu. Entah siapapun dia, bukankah ini sudah lewat batas?. Pikir Andra, yang bersiap untuk meledakkan amarah jika saja si pria berani berbicara lancang.


Dan saat Pria itu lagi-lagi mempertanyakan tentang dirinya, Ia merasa begitu tersinggung ketika penampilannya dijadikan bahan olokan. Is not a joke! Tidak sepantasnya seseorang menjadikan penampilan orang lain sebagai bahan olokan. Sangat tidak sopan!


Dan lagi, tepat saat pria itu menanyakan siapa dirinya.


“Dia siapa?"


“Diaa ....”


Belum sempat Lany menjawab, dia dengan gagah mengulurkan tangannya sambil berkata “Saya, suaminya. Alandra, panggil saja Andra!” ucap Andra lantang dengan dada membusung begitu gentel dan cool. Bahkan wanita yang ada di rangkulan Eza itu pun ikut terpana melihat sikap Andra.


Namun tak disangka, Lany justru tak suka dengan jawaban yang Andra lontarkan, ia terlihat memasang wajah cemas. Sementara Andra yang tidak tahu apapun, terlihat berbangga diri saat memperkenalkan diri dengan status sebagai suami Lany.


Sedangkan sang mantan yang mendengar pengakuan Andra sejurus kemudian langsung tertawa dengan mimik wajah menghina.


“Suami? Hahaha!” ia terkekeh sambil menatap Lany dan Andra secara bergantian


“Dia suamimu Lan?” tanyanya mencoba memastikan.


Dan Lany hanya bisa mengangguk, mengiyakan.


“Haha sejak kapan selera mu rendahan seperti ini, bukannya kamu bilang mau putus dari aku buat cari yang lebih, tapi ... Kenapa seperti ini?” mantan Lany terus tertawa, seolah baru saja mendengar sebuah lelucon yang begitu menggelitik.

__ADS_1


Andra yang menyadari maksud arah pembicaraan laki-laki tersebut, kini mulai menyadari jika pria dihadapannya itu adalah mantan kekasih Lany.


“Selera mu terjun bebas Lan! Ganteng sih.” pria itu menatap Andra sejenak “Tapi pasti nggak punya uang, dari gayanya aja dia terlihat kere!.”


Andra terli mengepalkan tangan. Telinganya makin panas mendegar ucapan pria itu.


“Mending kamu balik sama aku aja Lan, dijamin kamu akan bahagia dan ibu tiri mu pasti menerima ku, sekarang aku sudah jadi manager!” katanya lagi sambil menyombongkan diri. Tanpa memberatkan perasaan wanita yang ada disampingnya. Hmmnt katanya pacaran, tapi kok tidak bisa menjaga perasaan pacar sendiri dengan malah mengajak mantan balikan. Dasar Eza!


“Jaga ucapan mu!”ucap Andra yang mulai emosi sambil mencekram kerah kemeja Eza. Ucapan pria itu benar-benar membuat telinganya panas.


“Selow!” ujar Eza sembari mengangkat kedua tangannya dengan senyum mencebik merendahkan.


“Alandra stop!"


“Za, udahlah! Kok begini sih!"


Lany dan wanita bernama Kiki itu mulai melerai, saat mata para pengunjung mulai melirik tajam pada mereka.


Namun Eza yang keras kepala bukannya menyudahi malah kembali unjuk congor saat Andra sudah melepaskan kerah bajunya.


“Wuih, tingkas suami kamu kayak preman, Lany!" Eza menyunggingkan senyum sambil menatap Lany dan Andra secara bergantian, dan Andra pun membalasnya hanya dengan tatapan datar.


“Tapi wajar sih kamu dapat seperti ini! Cewek banyak gaya dan punya mimpi ketinggian kayak kamu, wajar dapat jodoh rendahan kayak dia!"


Lany melotot seketika saat mendengar ucapan nyelekit Eza. Ia tak menyangka Eza mengatakan itu. Sepertinya dia hanya ingin melampiaskan sakit hatinya sebab dulu ia tinggalkan pas lagi sayang-sayangya. Tapi pantaskah seperti itu? Kenapa harus merendahkan harga dirinya seperti ini.


“Akibat mimpi kamu yang ketinggian mau jadi Istri Presdir, kamu malah dapat suami urak-urakan kayak preman be ... .”


Bugh..


Belum sempat Eza menyelesaikan ucapannya. Andra sudah menghajarnya lebih dulu. Membuat aksinya menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di restoran tersebut.


“Jangan ucpaan Lo, anjir!!!!”


“Ezaa!!"


“Andra!!!!”


Andra yang sedari tadi berusaha menahan diri, benar-benar merasa kesabarannya telah hilang, Ia terus melayangkan bogemnannya pada Eza.


“Lo boleh ngehina gue, tapi jangan pernah hina dia!" teriak Andra sambil mencengkram kemeja Eza kemudian menghempaskannya begitu saja saat Lany mulai menarik paksa tubuhnya.


“Dan Lo!" Andra masih memberontak dalam pelukan Lany, ia menunjuk ke arah Kiki yang kini tengah membantu Eza berdiri "Lo orang Jakarta kan! Mending lo balik, nggak usah jadiaan sama cowok modelan kek dia yang nggak bisa menghargai orang lain!”


Andra terus berteriak saat Lany masih bersusah payah mendorong tubuh kekarnya keluar dari sana, sebelum security datang. Ia tak ingin masalah menjadi makin runyam.


“Andra, udah! Ayo kita pulang!" Lany sudah seperti anak koala yang minta gendong pada Ayahnya, ia memeluk tubuh Andra dari depan sambil terus mendorong mundur suaminya yang ternyata sangat menyeramkan jika sedang marah.


__ADS_1


__ADS_2