My Startling Destiny

My Startling Destiny
Part 69 [Playing Victim]


__ADS_3


Dunia jagat maya sedang tidak baik-baik saja. Siang hari, sosial media hingga berita gossip di tv memuat tentang unggahan model ternama Riana Anggita Prasetya, anak dari salah satu pengusaha kaya yang memposting sebuah konten tentang perpisahan dan penghianatan.


Ya, sedikit tidak, semua tahu bagaimana kehidupan percintaan seorang Riri yang sudah bertunangan sejak lama dengan salah satu putra pengusaha berinisial ABE. Yang diduga berselingkuh hingga membuat hubungannya dengan sang model harus berakhir, membuat Riri patah hati dan mengunggah postingan yang menggemparkan. Semua media pun mulai memuat segala berita tentang Andra dan menduga jika Andra memang berselingkuh, nama Andra jadi trending topik, pria yang jarang masuk tv itu mulai dicari-cari karena unggahan yang Riana posting.


Sementara itu Mami Inka, yang siang itu tengah berada di rumah. Baru saja selesai menyambut kedatangan Papi, yang baru tiba beberapa jam lalu. Emosinya tersulut ketika melihat berita yang memuat nama dan wajah putranya.


“Loh, Mi!" Sergah Papi sedikit terkejut. Keningnya mengkerut membaca judul berita yang dimuat oleh acara gosip.


“Kontroversi berakhirnya hubungan Riana denga ABE”


“Riana Anggita patah hati? Hubungannya dengan putra sulung Ervano Megantara diduga bubar karena adanya orang ketiga.” Kening Papi kian menyerngit mendengar ucapan sang host.


“Ini maksudnya apa, Mi?”


Papi Ervan dan Mami Inka kembali terdiam saat layar tv berubah menampakkan video yang Riri posting, dimana Riana tengah menangis dan caption yang tertera tentang sebuah hubungan yang berlangsung di separuh hidupnya harus berakhir karena pihak laki-laki yang berselingkuh dan memutus hubungan secara sepihak.


Papi Ervan yang sama sekali belum tahu soal kebenarannya, begitu heran. Bahkan Papi belum sempat berkata apa-apa saat istrinya sudah menariknya keluar dengan wajah menahan marah.


“Telepon Mas Santoso, Pi, mbak Rita juga! Kita harus ketemu!" Mami terus melangkah tanpa melepaskan gandengan dari lengan Papi.


“Sebenarnya ini ada apa sih, Mi?” Dengan segudang tanya, Papi tetap meraih hpnya dan menghubungi Ayah Novi untuk mengatur jadwal pertemuan dengan keluarga Pak Santoso, sekarang juga.


“Nanti Mami jelaskan,”


Kedua orang tua Andra itupun pergi. Siang itu kondisi rumah sedang kosong, Oma dan Opa, juga Dara sedang sibuk dengam urusannya masing-masing.


Tak butuh waktu lama, Papi Ervan dan Mami Inka pun tiba di sebuah restoran mewah yang sudah di reservasi. Beruntung Orang tua Riana tetap mau menemui mereka tanpa berpikir panjang setelah menerima info dan langsung menuju alamat yang diberikan.


Mereka sama-sama saling tatap. Terutama Pak Santoso, ia terlihat masih memendam kemarahan atas keputusan Andra yang melukai putrinya. Papi yang masih tidak tahu soal ini benar-benar bingung menyaksikan apa yang terjadi.


"Ini sebenarnya ada masalah apa? Tanya Papi membuka obrolan, kemudian disusul oleh pernyataan Mami Inka.


“Saya nggak terima Riana playing victim seperti ini!" Ucap Mami dengan amarah menggebu.


“Maksud jeng Inka apa?” Tanya Mama Rita, marah. “Disini Riri memang korban, jadi wajar kalau dia melakukan hal seperti itu, biar semua tahu kelakuan Andra seperti apa!”


Mendengar hal itu, emosi Mami kian tersulut. Tanpa berpikir panjang, ia langsung meminta laptop yang sudah disiapkan oleh Ayah Novi. Mami Inka kemudian memutar video bukti penghianatan Riana dengan Rival yang mana membuat semua terbelalak.


Orang tua Riana begitu syok saat melihat hal tersebut. Mami Rita menangis sejadi-jadinya di pelukan sang suami. Sementara Papi Ervan terus mengusap wajahnya secara kasar, Ia begitu malu melihat kelakuan Rival dan tidak menyangka jika anaknya itu tega menyakiti saudaranya sendiri.


“Di sini Andra yang korban, bukan Riri!" Sentak Mami yang mulai menitihkan air mata, melihat penghianatan dari mantan calon menantunya. Sama seperti Andra, Inka juga begitu menyayangi Riana seperti anaknya sendiri, tapi gadis itu malah tega berlaku demikian.


Mami Inka menjelaskan bagaimana Andra bisa mengetahui Riana dan Rival selingkuh secara detail, persis yang Andra jelaskan. Mami juga mengatakan jika sebenarnya Andra tidak ingin aib ini diketahui oleh siapapun selain dirinya.


“Hebatkan anakku? Dia terluka tapi bisa sembunyikan semuanya sendiri! Tapi, sebagai Ibunya, aku tidak bisa melihat nama baik anakku tercoreng!”


“Minta Riana klarifikasi jika berita itu tidak benar, bikin opini yang tidak membuat orang-orang curiga. Terutama Andra, aku ingin nama anakku bersih kembali. Kalian tahukan, Andra anaknya seperti apa? Dia tidak suka wajahnya dimuat di tv, apalagi dengan adanya berita seperti ini!”


..._____.._.._.._._____...

__ADS_1


Sementara itu, setelah mendengar perdebatan dua orang konyol yang ditemuinya di jalan tadi. Akhirnya Lany bisa pulang dengan menumpang di mobil mewah milik teman Rapunzell, menurut yang Lany tangkap, pria itu juga tinggal di apartemen yang sama dengnya.


Pantas saja wajahnya tidak asing. Lany terus bergumam, Ternyata mereka memang sempat berpapasan pagi tadi. Saat ia dan Andra keluar dari lift. Ya, pria itu adalah pria yang menyapa Andra, Lany ingat betul kalimat sapaannya yang terlontar, “Hai bro, mau berangkat, nih?"


Hmmmnt, dunia seakan begitu sempit. Tapi, di sisi lain Lany bersyukur karena Ziell, gadis pemilik nama unik dan temannya mau mengantarnya sampai ke apartemen.


“Kan?! kalian hanya beda satu lantai!” Celetuk Rapunzell saat sudah sampai di lantai enam dan mereka sudah berada di dalam unit milik Lany, emmmnt ... lebih tepatnya milik Andra.


“Aku tau, Rosalinda! Aku kenal pemiliknya, Ini milik Alandra Ervano!"


Lany hanya mengkerut saat mendengar celetukan dari pria yang selalu menyebut Ziell dengan sebutan Rosalinda itu. Entahlah, sepertinya dia begitu senang mengubah nama unik anak orang yang sudah ayah ibunya rancang sedemikian rupa. Dari situ juga Lany tahu jika ternyata pria itu kenal dengan suaminya.


“Jadi kamu cewek yang sama Andra tadi pagi 'kan?"


Lany hanya menganggukkan kepala atas pertanyaan pria itu.


“Silahkan duduk!”


“Ziell, ajak temanmu duduk, aku ke kamar mandi dulu.”


“Siap, Lany!" Senyum Ziell membuat mata indah di balik kaca mata itu menyipit. Cantik, tapi kenapa malah berpenampilan demikian. Kata-kata itu selalu terlintas di kepala Lany, ia jelas tahu bagaimana wajah asli yang tersembunyi di balik kaca mata dan penampilannya.


Setelah mempersilahkan keduanya duduk, Lany pun bergegas untuk pergi ke kamar.


Beberapa saat kemudian, Lany sudah selesai mandi dan memakai pakaian berbahan tebal untuk membalut tubuhnya agar lebih hangat. Lany datang membawakan teh hangat dan cemilan seadanya pada kedua tamu tersebut, hingga obrolan seru pun terlibat diantara mereka. Lany senang, ia bisa melupakan segala kekacauan hatinya akibat mengetahui sebuah fakta tentang Andra setelah bertemu seseorang di cafe tadi. Meski hanya sejenak, setidaknya ia bisa menepis rasa kecewa itu.


“Jadi kamu siapanya Alandra?”


Pertanyaan dari pria itu membuat tenggorokan Lany tercekat, ia bingung harus menjawab apa. Karena jelas, pria bernama Sultan itu kenal dan tahu siapa Andra.


“Aku hanya temannya!”


“Ya, hanya teman!" Ucap Lany tegas. Ya, ini jauh lebih baik. Selain karena ia telah tahu fakta tersembunyi, ini juga bagus untuk memastikan apakahan ucapan orang yang ia temui di cafe tadi benar adanya.


“Aku hanya numpang, sampai dapat panggilan berlayar di kapal pesiar.”


“Hah, kapal pesiar?" Kali ini Ziell yang seakan terkagum mendegar jawabannya.


“Iya, aku kerja di kapal pesiar.” Lany memaksakan senyum palsu sembari bergumam dalam hati. Hmmnt, itu dulu! bukan sekarang, Melany!


“Wah, ternyata kamu keren, Lan! Bisa terbang bebas seperti burung, menjelajah dunia tanpa kekangan. Aku ingin seperti it-u ..., eh.”


“Makudnya?" Tanya Lany heran saat mendengar ucapan panjang lebar Rapunzell yang begitu antusias.


“Hehe, aku salah ucap!" Rapunzell menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Gadis itu kelihatan salah tingkah.


Sementara pria bernama Sultan yang selalu menyeletuk, menyebutkan kata Rosalinda itu pun ikut menimpali “kamu ini ngomong apa Rosalinda? Ganggu pembahasan saja!" Sultan memutar mata malas dengan senyum terselip, seakan ia begitu senang menggoda Rosalindanya.


“Jadi, kamu cuma temannya, Andra?" tanya Sultan memastikan, dan Lany hanya mengangguk.


“Kirain ada apa-apanya.” Sultan meneguk teh yang sudah tidak hangat lagi.

__ADS_1


“Emmmnt, kamu kenal Andra ya?" Tanya Lany hati-hati, seakan ia ingin mengorek informasi.


Sultan pun mengangguk, Lany begitu tidak sabar mendengar jawaban yang terlontar dari mulut pria itu.


“Aku tau dia. Andra pengusaha, Bapaknya juga, kalau nggak salah bakal jadi calon anggota dewan di priode selanjutnya. Andra juga punya jasa studio fotografi yang sering dipakai perusahaan-perusahaan ternama, termasuk perusahaanku.” Sultan mengangguk-ngangguk sambil menjelaskan panjang lebar.


Lany seakan menguatkan hati untuk mendengar ucapan Sultan yang selanjutnya. Ia berharap apa yang Sultan katakan tidak sama dengan orang yang di cafe tadi katakan.


“Setauku Andra juga sudah punya tunangan.”


“Apa? Tunangan?" Tubuh Lany seakan diterpa cairan yang panas, rasanya begitu sesak mendegar info yang sama dari orang yang berbeda. Meski begitu, ia tetap berusaha tegar agar bisa tahu lebih lanjut. Hatinya seperti tersayat sembilu mengetahui berita ini.


“Iya," Sultan terus berucap tanpa beban. Tentu saja, memangnya apa yang harus dikhawatirkan. Bukankah Lany hanya teman, tentu Sultan akan berpikir jika Lany tidak akan mati terkejut hanya karena mendengar hal ini, kan hanya teman.


..._______•••_______...


“Eh, sudah lihat berita hari ini belum?" Tanya salah seorang karyawan pada seluruh temannya, yang mana langsung membuat seisi ruangan segera bergegas mengecek hp masing-masing. Membaca satu persatu timeline berita yang memenuhi notifikasi di hp mereka.


Ya, berita apalagi jika bukan berita drama yang Riana buat. Bahkan seluruh karyawan kantor menjadi tahu masalah tersebut karena postingan Riana yang menggemparkan.


“Ih, masa iya Pak Andra selingkuh?! Aku nggak percaya.” Celetuk salah seorang karyawan wanita dari balik meja kubikel.


“Iya, bener! Pak Andra itu lurus, dia nggak mungkin melakukan hal seperti itu.” Timpal salah seorang lagi.


Siang itu, berita tersebut benar-benar menjadi perbincangan banyak orang. Bahkan hampir semua karyawan juga mengetahui berita tersebut. Riana benar-benar berlagak seperti korban, padahal dalam hal ini dialah yang bersalah. Namun ia memanipulasi semua, seakan Andralah penyebab keretakan hubungan mereka. Tanpa Riana tahu jika keluarganya sendiri sudah mengetahui kelakuan bejatnya.


“Eh, eh, lihat ini! Ada siaran langsung.” Teriak salah seorang lagi dari balik meja kerjanya. Bahkan masalah ini juga membuat mereka tidak fokus bekerja.


Masing-masing kepala menengok melalui sekat yang membatasi meja kubikel mereka dengan wanita yang mengatakan Riana tengah mengadakan konferensi pers. Ya, Riana memang melakukan itu. Dari layar monitor tersebut, sangat jelas Riana tengah mengutarakan permohonan maaf atas postingannya. Ia mengatakan jika berita itu tidaklah benar. Semua karyawan yang juga pengagum garis keras Andra pun menghela napas lega.


“Loh, kenapa pada berkerumun begitu?” Tegur seorang wanita yang muncul dari ruangan yang di sebelahnya. Yang mana langsung membuat kerumunan tadi berhambur dan kembali ke tempat masing-masing.


“Ini masih jam kerja!” Teriak wanita itu lagi, dia merupakan kepala divisi dibagian tersebut. Setelah suasana kembali kondusif, wanita itu pun berlalu keluar ruangannya.


Diwaktu yang bersamaan, Andra yang berada di dalam ruangannya juga tengah menyaksikan layar tv setelah diberi tahu oleh Novi, jika ia harus menyaksikan berita penting.


“Saya kesel, Pak! Mbak Riri malah playing victim begini!” Ujar Novi.dengan tangan mengepal, menahan marah.


Andra hanya menatap datar pada layar tv, ia sama sekali tak merasakan empati apapun melihat tangisan dari wanita yang tengah melakukan konferensi pers di dalamnya.


“Saya minta maaf atas kehebohan hari ini yang diakibatkan oleh postingan saya! Di sini saya ingin klarifikasi, jika postingan saya itu sama sekali tidak ditujukan pada Andra. Hubungan kami memang berakhir, tapi bukan karena dia berselingkuh. Selama ini kami baik-baik saja ...”


“Matikan, Nov!” Andra yang sebenarnya tahu masalah ini sama sekali tak ambil pusing atas apa yang Riana lakukan. Ia tidak perduli kalaupun semua orang akan menghujatnya.


“Pagi-pagi bikin postingan seolah dia yang paling terluka. Eh, sekarang malah bikin klarifikasi. Cepat banget!” Gerutu Novi sambil memencet remot tv.


“Terserah dia bagaimana, Nov! Biarkan dia berpikir seolah saya tidak tahu semuanya!" ucap Andra dingin.


...______•••____•••______...


Yang penasaran sama Ceritanya Rapunzell & Sultan. Bisa cek akun kak @Aryani_Aza ya😅.

__ADS_1


Mereka tokoh utama di sini.👇



__ADS_2