My Startling Destiny

My Startling Destiny
Part 66 [Pengaduan Riana]


__ADS_3


Lany duduk termenung di salah satu sofa yang terletak di pojok Loby. Sudah jadi kebiasaan, ia begitu suka mojok di tempat-tempat tertentu apalagi ketika merasa dirinya memiliki masalah yang berat.


Seperti saat ini tepatnya, dimana pikirannya tak henti-henti memikirkan apa yang sedang Andra bahas dengan wanita yang kemunculannya di awalai dengan amarah yang menggebu itu. Membuat Lany bertanya-tanya tentang siapa sebenarnya dia.


Rasanya Lany ingin menangis, entah mengapa tahu banyak hal tentang Andra tak membuatnya setenang saat awal pernikahan dulu. Semakin ia tahu siapa Andra, maka semakin besar pula ketakutan hinggap di hatinya. Rasa was-was itu nyata dan sangat menguasai diri. Meski begitu, Lany tetap berdoa yang terbaik untuk hubungan mereka ke depannya.


“Hai..,"


Ucapan seseorang membuatnya menoleh pada sumber suara. Seorang laki-laki berpenampilan formal, tengah berdiri di hadapannya, menyodorkan sebotol air mineral.


Cukup lama Lany termangu menatapi sosok pria itu. Seakan mereka pernah ketemu sebelumnya.


“Kamu nggak ingat siapa aku?"


Pertanyaan pria itu menyadarkan Lany jika dirinya tengah membuka masker yang seharusnya ia pakai sesuai perintah Andra. Jelas pria itu bisa mengenali wajahnya, karena memang mereka pernah bertemu sebelumnya.


“Beneran nggak ingat?" Desaknya, Ia sudah duduk di samping Lany. Tindakan pria itu sontak membuat Lany segera berpindah ke sofa yang lain dan menggeleng setelahnya sebagai bentuk jawaban, membuat pria itu tersenyum simpul .


"Astaga, masih muda tapi kamu udah pikun ya."


Lany hanya menyerngit mendegar ucapannya. Sok kenal dan sok dekat! itu lah yang terlintas di kepala Lany tentang bagaimana ia mendekskripsikan sikap pria ini.


"hey, aku orang yang nawarin kamu makanan di ballroom hotel Rich Caltonz, pas malam tahun baru!”


Lany yang mendengar itu langsung melayangkan pukulannya. Hmmnt, sepertinya ini sudah kebiasaan Lany. Ia terkekeh saat mengingat siapa pria ini, dia tidak sedang sok kenal dan sok dekat. Tapi mereka memang pernah bertemu sebelumnya. Hanya saja Lany yang lupa. Ya, dia adalah orang yang sempat menawarkan makanan padanya saat malam tahun baru.


“Gimana? udah ingat kan?" Pria itu tersenyum kikuk sembari memegang lengannya yang terasa ngilu akibat pukulan Lany.


“Hehe iya, aku ingat. Sorry, tadi lupa."


“Ngapain di sini?" Tanya pria itu, berusaha mengalirkan obrolan.


Lany yang bingung harus menjawab apa, terdiam sejenak. Tidak mungkin jika ia mengatakan yang sebenarnya, orang ini jelas tahu siapa Andra, mereka bekerja di gedung yang sama. Jadi mustahil jika tidak tahu.


“E,eemmnt"


“Kamu datang sama Andra lagi?"


“Uhuk, uhuk..” Pertanyaan pria itu lantas membuat Lany terbatuk. Saat Lany hendak melakukan penolakan, untuk tidak membenarkan perkataannya. Lagi-lagi pria yang tidak dikenalnya itu mematahkan apa yang ingin ia katakan.


“Aku lihat kamu datang bareng.”


Lany yang tidak tahu harus jawab apa hanya mengaruk tengkuknya, tak ingin terlihat bodoh dan salah tingkah, Lany mencoba mencairkan suasana dengan berusaha bertanya.


“Kamu sendiri kenapa di sini?" Lany mengutuki kebodohannya, ia jelas tahu sudah pasti pria itu bekerja di sini, tapi dia malah menanyakan hal konyol begini.


“Aku, kerja di sini.”


Jawaban yang sudah seharusnya bisa ditebak.


“Oh iya, nama kamu siapa?" pria itu mengulurkan tangannya, namun Lany sama sekali tak membalas. Ia lebih memilih membenarkan maskernya. Ingatan tentang dirinya adala istri Andra membuat ia untuk bersikap hati-hati, takut suatu saat semua tahu jika dia adala istri dari seorang Andra pernah begitu dekat dengan pria lain di perusahaan suaminya sendiri. Apa kata orang nantinya, tentu Lany harus bisa menjaga image.


Pria itu menarik kembali tangannya saat Lany sama sekali tak merespon "Namaku Rival Megantara, bisa dipanggil Rival atau Val..”


“Melany, Lany..” ucapnya acuh.


“Aku adek dari cowok yang tadi."


“Hah?" Lany menyerngit tidak percaya. Berusaha mencerna apa yang dimaksud. Dia adik dari siapa? Pria siapa yang dimaksud di sini? Sedangkan Lany sama sekali tak pernah bertemu pria manapun selain Andra. Apa itu artinya dia adik Andra.

__ADS_1


What the ****?? Jika itu benar, apakah ia sedang berbincang dengan adik iparnya. Sulit dimengerti, bagaimana mungkin semuanya bisa kebetulan.


“Tapi nama kalian nggak sama?” Ya, Lany menayakan itu. jika memang saudara harusnya keduanya memiliki nama belakang yang sama bukan?


Rival menyerngit heran, “kamu kenal Andra, kamu tahu nama belakang dia?” tanya Rival penuh selidik.


Lany mengutuki kebodohannya yang baru saja menayakan hal yang sangat inti.


“Eh,” Lany slah tingkah, sambil berusaha mencari jawaban yang tepat, "Tentu.. si-siapa yang tidak mengenal Andra, diakan pengusaha terkenal.” sahut Lany mencari alasan, hampir saja ia membocorkan semuanya. Sesuai kesepakatan, semua hanya akan tahu siapa Lany hanya saat Andra yang memperkenalkan. Ia tidak boleh gegabah dengan tidak tahu dirinya memperkenalkan diri sebagai istri Andra. Tentu ia akan langsung disangka halu atau mungkin sakit jiwa.


“Ah iya juga..” Rival mengangguk membuat Lany menghela napas lega bisa membuat Rival percaya dengan alasannya.


“Jadi aku dan Andra saudara satu Ayah, beda ibu..” Lany kembali terkejut mendengarnya, selama ini Andra memang belum cerita jika dia punya adik, namun pengakuan Rival membuat ia tercengang. Bagaimana mungkin seorang yang baru kenal secara terang-terangan mengatakan hal sepribadi ini padanya. Dan apa itu barusan, mereka beda ibu? Apa itu artinya Ayah Andra punya dua istri.


“Kata Papi nama belakangku beda karena Mami Inka tidak mau anaknya punya nama yang sama denganku, Mami mengubah nama belakang Kak Andra dan Adara, adik kami menggunakan Ervano. Nama depan Papi. Maklum mamaku cuma istri siri!" Rival terkekeh geli.


Kini Lany mulai mengerti, pantas jika Rival menjelaskan sedetail ini. Ini adalah jawaban dari pertanyaannya yang menanyakan kenapa nama mereka berbeda. Ternyata alasan di balik itu semua cukup menegangkan. Dari sini Lany jadi sedikit tahu tentang keluarga Andra.


Pantas saja waktu itu Andra pernah bilang kisah orang tua kita hampir sama, ternyata ini alasannya. Lirih Lany saat mengingat obrolan mereka saat di motor dalam perjalanan dari desa menuju rumah Lany di kota waktu itu.


Meski jauh di lubuk hatinya, ia heran melihat Rival yang seakan membuka aib keluarga pada orang yang baru dikenal seperti dirinya.


“Dan ibu ku sudah meninggal sejak aku masih kecil.. Aku hanya dibesarkan oleh Papi, Mami Inka juga. Dia membenciku tapi tetap mau merawatku sejak Mama meninggal..”


_____


“Tau nggak tadi aku ketemu siapa?" Tanya Lany antusias saat mereka baru saja tiba di apartemen, baru saja selesai makan malam.


“Aku tahu." Andra menoleh menatap Lany yang sedang berjalan di belakangnya.


"Kamu lihat?" Tanya Lany heran.


“Lain kali jangan dekat-dekat dengan Rival!” peringat Andra sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


“Kenapa? Dia baik..” tanya Lany heran, kenapa suaminya melarangnya dekat dengan adik iparnya sendiri. Bukankah seharusnya itu hal yang bagus.


“Ck, baru sekali ketemu kamu sudah bilang dia baik!" Andra mengacak rambut Lany yang tengah duduk di sampingnya, “Sedangkan aku yang sudah hampir dua bulan bjadi suami kamu, nggak pernah tuh dengar kamu puji aku.” Andra menyentil kening Lany, membuat istrinya itu meringis.


Iya, kamu juga baik! Puji Lany dalam hati . hanya saja ia malu mengakuinya, terlebih lagi ia pernah begitu menolak keberadaan Andra. Meski sudah saling jujur tentang perasaannya tapi Lany masih gengsi untuk langsung memuji secara langsung.


“Kita tidak bisa langsung mengatakan orang itu baik atau tidak kalau belum kenal lebih dalam, jangan nilai dari tampilan! Bisa jadi yang kamu kira baik justru buruk dan yang kamu kira buruk justru baik. so, don't judge a book by its cover!” sekali lagi andra menyentil kening Lany, kemudian beranjak.


“Aww..” pekik Lany, namun ia sama sekali tak menghiraukan, karena lebih penasaran dengan ucapan andra “Maksudnya apa?”


“Maksudnya jangan mudah menilai sesuatu dari luar! contohnya aku, kamu pernah menilaiku buruk padahal aku yang terbaik!” ejek andra sambil berlalu menuju kamar.


“His kePdan banget, bang!” teriak Lany namun segera menyusul Andra.


Lanypun menceritakan semua yang Rival katakan tadi tanpa terkecuali.


“Pokoknya jangan deket-deket sama dia lagi ya, neng!” Ucap Andra lembut sambil mengusap pipi Lany yang duduk di sampingnya, "Aku kakaknya, dan kamu istriku. Aku bolehkan larang kamu deket dengan cowok lain!"


Ucapan Andra membuat Lany semakin tak mengerti, tapi ia tetap diam mendengar apa yang suaminya katakan.


“Sebenarnya ceritanya bisa dua versi” Andra membenarkan posisi duduknya, meletakkan bantal di belakang punggung lalu bersandar pada ranjang. “Mau denger versiku, nggak?"


Lany mengangguk, “Aku juga mau tau siapa cewek tadi!”


Andra tersenyum sambil menarik Lany mendekat ke sampingnya. Ia akan menceritakan apa yang ingin Lany ketahui, baik tentang Rival ataupun tentang siapa Riana. Namun, baru Andra membawa Lany ke dalam rengkuhannya, sebuah nada dering panjang membuat acara mereka tertunda sejenak.


“Aku angkat telepon dulu.” Setelah Lany mengiyakan, baru Andra beranjak dan mengangkat telepon tersebut.

__ADS_1


“Assalamualaikum, Mi." Jawab Andra


“Andra, kamu pulang sekarang! Mami tunggu di rumah, kalau nggak Mami yang akan datang ke situ!" Suara di seberang sana membuat Andra menghela napas. Mami hanya menelponnya untuk itu dan langsung mematikannya. Andra jelas tahu apa yang membuat Mami begitu marah, pasti Riana sudah mengadu soal kejadian tadi siang.


“Tunggu aku ya, Lan. Aku harus ke rumah dulu!" Andra menarik tengkuk Lany dan mendaratkan ciuman di sana, “Aku janji akan bawa kamu ke sana, begitu ini beres!"


••••


Mami Inka, ia tak kuasa mendegar pengaduan Riri setelah makan malam tadi. Calon menantunya itu terisak sejadi-jadinya setelah mengadukan tindakan Andra, dia membawa seorang wanita ke kantor.


“Hatiku sakit, Tante! Andra tega ngelakuin ini saat pernikahan kita semakin dekat.” Mami tak kuasa melihat Riri yang terisak diperlukannya.


“Aku menunggu selama tiga bulan, dia nggak ada kabar, nggak pernah niat cari aku duluan atau bahkan mintaa maaf atas kelakuannya, tapi Andra malah ngelakuin ini. Dia nyakitin aku!" Begitu pengaduan yang Riri katakan tadi, hanya mereka berdua, di ruangan khusus milik Mami.


“Tenang ya, Ri. Tante janji akan buat Andra menyesali kesalahannya dan minta maaf sama kamu!"


Mami Inka bersyukur, Riana tidak langsung menceritakan masalah ini pada orang tuanya. Jika tidak, mungkin kekacauan besar akan terjadi diantara belah pihak. Mami senang, Riri langsung mengadukan ini padanya. Hingga setelah Riana pulang, Mami langsung menghubungi Andra. Memintanya datang tanpa ada kata bantahan.


Kini Mami tengah menanti kedatangan putra sulungnya yang sudah banyak berubah itu. Mami menanti kedatangan Andra di teras, didampingi asisten pribadinya. Begitu mobil Andra muncul dari balik pagar. Mami langsung melangkah mendekat.


“Kamu harus jelasin semuanya!"


Andra hanya menyerngit, saat Mami langsung menariknya masuk. Andra yang tidak bisa menolak, hanya bisa mengikuti langkah Mami yang membawanya ke ruang keluarga, dimana Oma dan Opa sudah berkumpul di sana. Papi sendiri sedang tidak ada di rumah. Beliau sedang melakukan perjalanan bisnis beberapa hari di luar negeri dan baru akan pulang besok.


“Kita ke rumah Riri sekarang, Alandra!" Suara bariton penuh penegasan dari Opa membuat Andra menyerngit.


“Untuk apa?"


“Kenapa bertanya?" Suara Mami terdengar meninggi, membuat Andra menutup mulutnya rapat-rapat.


“Kamu harus minta maaf, sekaligus membahas tanggal pernikahan kalian yang sudah diundur lama karena ulah kamu sendiri.”


“Oke, kita ke sana sekarang!” Ucapan mantap Andra membuat semua tersenyum bahagia.


Merekapun pergi menuju kediaman keluarga Riana yang berada tepat di depan rumah keluarga Andra. Ya, Andra dan Riri memang bertetanggaan. Mereka sudah bersahabat sejak kecil dan saling menyayangi sejak lama. Bahkan persahabatan itu berubah menjadi cinta sejak mereka duduk di bangku SMA. Membuat para orang tua senang anak mereka telah bersatu tanpa harus melakukan perjodohan.


Begitu sampai, keluarga Anda disambut hangat oleh keluarga Riana yang memang sudah bersahabat puluhan tahun. Wajah Riana sendiri terlihat sembab, mungkin akibat menangis terlalu lama.


Obrolanpun berlangsung dengan Andra yang meminta maaf atas kejadian tadi siang dan mengakui kesalahannya selama tiga bulan menghilang. Namun satu ucapan Andra membuat semua orang tercengang.


“Sekali lagi saya minta maaf! Tapi saya benar-benar tidak bisa melanjutkan pernikahan ini."


“Andra!!"


Semua tidak menyangka atas keputusan sepihak yang Andra buat. Hal itu membuat Riana syok dan menangis sejadi-jadinya dalam pelukan sang ibu.


“Kamu jahat, Andra! Kamu bikin aku sakit!"


“Maaf, Ri! Tapi aku benar-benar nggak bisa lanjut.”


“Tapi kenapa?”


“Tante kecewa sama kamu!" Sahut Mama Riana dengan raut wajah penuh kesal.


“Hubungan Kalian sudah selama ini. Bahkan hampir dari separuh umur, kalian habiskan bersama. Lalu sekarang kamu tiba-tiba mengacaukan semuanya! Satu langkah lagi Andra, satu langkah lagi kalian akan benar-benar bersatu.!”


...🍂🍂🍂🍂...



Salam Sayang From AndraLany ❤️

__ADS_1


__ADS_2