
Semua orang menatap kearah Jordi, yang terlihat begitu terkejut saat wanita paruh baya yang masih berdiri dihadapannya, baru saja memberi tahu Jordi jika Rika sang istri sedang mengandung.
“Jor, ada apa? Kenapa kamu terkejut begitu mengetahui Rika hamil,” tanya wanita paruh baya yang masih berada di hadapannya yang tak lain dan tak bukan adalah mama Jordi yang bernama mama Lusi.
“Tentu saja akau terkejut Ma, saat aku begitu bahagia mendengar istriku sedang hamil,” jawab Jordi yang kini melangkahkan kakinya mendekati wanita cantik yang masih duduk di atas kursi roda yang tak lain dan tak bukan, adalah Rika istri dari Jordi.
Mendengar apa yang baru saja Jordi katakan membuat semua orang yang ada di ruang tamu langsung tersenyum, begitu pun dengan Rika. Apa lagi saat ini Jordi yang sudah mendekatinya tiba tiba mencium keningnya dengan sangat mesra.
Tentu saja membuat Rika begitu bahagia mendapati perlakuan lain dari Jordi, karena biasanya Jordi selalu bersikap dingin dengan Rika, meskipun di atas ranjang Jordi selalu meminta haknya pada Rika yang sudah dinikahinya selama kurang lebih dua tahun.
“Terima kasih,” ucapan singkat dari bibir Jordi, yang sekarang membelai kepala sang istri. Lalu Jordi berbasa basi pada ke dua orang tuanya dan juga ke dua mertuanya yang malam ini ternyata mengunjungi rumah yang selama ini di tinggali dirinya dan juga Rika.
Kerena memang hari sudah larut malam, Jordi akhirnya berpamitan untuk masuk ke dalam kamar, dan meninggalkan semua orang yang masih berbincang di ruang tamu.
“Sial,” kesal Jordi saat sudah masuk ke dalam kamarnya, lalu mengacak acak rambutnya kasar. “Dasar bodoh. Bagaimana dia bisa hamil,”
Sekarang Jordi berjalan mondar mandir di dalam kamarnya, saat dirinya tidak menyukai jika Rika sedang mengandung anaknya. karena Jordi selalu menyuruh Rika untuk menggunakan suntik kontrasepsi, untuk mencegah kehamilan. Saat Jordi melakukan hubungan badan dengan sang istri hanya ingin menyalurkan nafsunya tanpa memiliki perasaan pada Rika, tidak seperti melakukan hubungan badan dengan Mita yang Jordi lakukan karena memiliki perasaan padanya.
Jordi menghentikan langkahnya yang terus mondar mandir, saat pintu kamarnya di buka dari luar. Dan memperlihatkan Rika sang istri yang baru saja masuk dengan menggunakan kursi roda yang selama ini selalu menopang tubuh Rika. Saat Rika mengalami kelumpuhan sejak lama, dan Jordi menikahinya karena perjodohan yang kedua orang tuanya lakukan, Jordi pun tidak menolak, karena setelah menikahi Rika perusahaan miliknya dan perusahaan milik Rika dirinya yang menguasai.
Rika memajukan kursi roda yang di duduki nya dengan menekan tomol maju agar bisa mendekat kearah Jordi. Senyum manis Rika tunjukkan pada sang suami saat Rika sudah mendekatinya.
“Terima kasih, kamu mau menerima kehamilan ini,” ujar Rika yang terlihat begitu bahagia. Pasalnya selama ini Jordi selalu mengatakan tidak ingin memiliki anak, dan selalu menyuruh Rika untuk menggunakan suntik kontrasepsi pencegah kehamilan.
Jordi kini menatap Rika dengan tatapan tajam, lalu berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Rika.
“Gugurkan anak itu,”
__ADS_1
Bagai petir di siang bolong, perkataan Jordi membuat Rika sangat sangat terkejut, bagaiman dirinya tidak terkejut. Karena tadi Jordi terlihat begitu antusias dengan kehamilannya, namun sekarang perkataanya membuat hatinya begitu terluka.
“Apa kamu lupa, aku tidak ingin memiliki anak.”
“Tapi kamu tadi…”
“Itu karena ada ke dua orang tua kita,” sambung Jordi memotong perkataan sang istri yang begitu cantik dengan tubuh yang proposional, meskipun selalu berada di atas kursi roda.
Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Rika, yang dari awal sudah meyakini jika Jordi akan menolak kehamilannya.
“Aku tidak mau menggugurkan bayi yang tidak berdosa ini,” tolak Rika.
“Baiklah jika kamu tidak ingin menggugurkannya, maka aku yang akan menggugurkannya,” sambung Jordi yang sekarang beranjak dari tempatnya, berniat ingin mengangkat tubuh Rika. Namun, Rika langsung mendorong tubuh Jordi hingga tubuhnya mundur beberapa langkah.
“Oh jadi kamu sudah bisa berbuat kasar padaku, wanita tidak berguna!” seru Jordi yang selama ini tidak pernah melihat Rika berbuat kasar padanya seperti apa yang baru saja dilakukannya.
Tentu saja Jordi langsung menautkan keningnya dan begitu terkejut, mendengar Rika sang istri menyebut nama Mita.
“Aku sudah tahu sejak lama siapa itu Mita, jadi jangan pura pura tidak tahu. Dan aku pun tahu apa yang selalu kamu lakukan dengannya Jordi,” ujar Rika sambil menyunggingkan senyum sinis dari sebelah sudut bibirnya. “Dan aku pastikan kamu akan menjadi gelandangan jika kedua orang tua kita tahu, apa yang selalu kamu lakukan dengannya,”
“Apa kamu sedang mengancam ku?” tanya Jordi yang tahu apa maksud dari perkataan yang baru saja Rika katakan padanya.
“Menurut kamu?”
*
*
__ADS_1
*
Hazel membuka ke dua bola matanya saat jam dinding di kamarnya menunjukkan pukul tujuh pagi, dan ini untuk pertama kalinya Hazel bangun pagi di akhir pekan, pasalnya biasanya dia akan terbangun di atas jam sepuluh pagi.
Sebenarnya Hazel masih sangat mengantuk, karena semalam tidur begitu larut, saat Jimi yang menginap di rumahnya menceritakan semua apa yang dirinya alami dengan Mita sang istri.
Hazel sekarang menatap perutnya yang terasa berat, dan begitu terkejut saat ada sebuah tangan kekar yang melingkar di atas perutnya, lalu Hazel menoleh ke sebelah mengikuti siapa pemilik tangan tersebut.
“Om Jimi,” ucap Hazel sambil menautkan keningnya, ketika melihat Jimi tidur di sampingnya dengan tangan yang melingkar di atas perutnya. Pasalnya semalam Jimi ingin tidur di kamar tamu, setelah menceritakan keadaan rumah tangganya pada Hazel.
Dan Hazel yang tidak ingin membangunkan Jimi, kini memiringkan tubuhnya untuk menghadap kearah Jimi. Tangan Hazel kini dirinya gunakan untuk menyusuri wajah tampan Jimi.
“Sungguh kasihan kamu Om, bertahan di dalam rumah tangga yang begitu rumit,” ucap Hazel saat mengingat lagi Jimi menceritakan jika dia tidak mungkin bercerai dengan Mita apa pun alasannya selama ke dua orang tua belah pihak masih hidup. “Jika begitu jadikan aku sugar baby mu Om, dan aku akan memberikan apa yang tidak om dapatkan dari tante Mita,” ucap Hazel dengan entengnya.
Bukan tanpa alasan Hazel mengatakan hal itu, karena Hazel begitu nyaman saat bersama dengan Jimi, terlebih lagi Hazel sama sekali tidak merasakan penyesalan setelah malam itu menghabiskan malam dengan Jimi. Dan Hazel pun ingin merasakan kembali apa yang pernah Jimi lakukan padanya, masa bodoh dengan usia Jimi dan siapa pria tersebut, yang terpenting bisa membuat Hazel nyaman.
“Apa kamu yakin?” tanya Jimi yang tiba tiba membuka kedua bola matanya saat mendengar apa yang baru saja Hazel katakan.
Tentu saja membuat Hazel begitu terkejut, dan tangan yang masih menyusuri pipi Jimi, kini langsung dirinya tarik. Lalu Hazel membalik tubuhnya untuk membelakangi Jimi. Dan itu membuat Jimi langsung memeluk tubuh Hazel dari belakang, tentu saja tidak mendapat penolakan dari Hazel yang selalu nyaman bila berada di pelukan Jimi.
“Apa om tidak salah dengar, dengan apa yang kamu katakan tadi Zel. Jika kamu ingin menjadi sugar baby om?” tanya Jimi tepat di belakang telinga Hazel.
Bersambung..................
Rekomendasi novel populer untuk kalian gaes, ada di bawah ini 👇👇👇👇👇 jangan lupa mampir gaes di jamin seru
__ADS_1