MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Menancap sempurna


__ADS_3

Mita menautkan keningnya setelah mendengar apa yang baru saja Jimi katakan, karena sang suami terlihat begitu dingin kepada dirinya.


Mita yang sedari tadi tidak menatap ke arah suaminya tersebut, kini menoleh ke arah Jimi yang terlihat biasa saja.


“Jim, kenapa kamu jadi dingin seperti ini pada diriku?” tanya Mita yang begitu penasaran dengan sikap Jimi.


“Apa salah? Tidak bukan,” jawab Jimi dengan enggan. “Sudahlah, aku tidak ada waktu untukmu Mit,” ujar Jimi yang langsung membalik tubuhnya untuk meninggalkan Mita. Ketika Jimi benar benar muak dengan sang istri, dan tidak ingin berlama lama dengan Mita.


“Jim, tunggu,” panggil Mita. Dan menghentikan langkah Jimi yang akan membuka pintu kamar di mana sekarang dirinya berada.


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir Jimi saat sudah menghentikan langkahnya, dan dengan enggan Jimi membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Mita yang masih duduk di pinggiran tempat tidurnya.


“Apa lagi?” tanya Jimi dengan sangat terpaksa. “Jika kamu menginginkan sesuatu karena bayi itu, hubungi saja pria itu,”


Tentu saja ucapan Jimi membuat Mita semakin tidak mengenal suaminya tersebut, yang selalu berkata lembut pada dirinya meskipun Jimi sedang marah pada dirinya.


“Aku minta padamu, tetap rahasiakan kehamilan ini dari kedua orang tua kita. Apa lagi tentang siapa ayah dari bayi yang aku kandung,”


“Aku tidak janji,” sambung Jimi yang langsung membalik tubuhnya lalu keluar dari dalam kamar, tidak peduli lagi pada apa yang akan Mita katakan pada dirinya.


“Ada apa dengan Jimi, kenapa dia jadi berubah seperti ini,” ucap Mita setelah kepergian Jimi dari kamarnya. “Aku tidak bisa membiarkan ini. Dan aku akan mengawasinya. Aku tidak ingin dia memberi tahu siapa anak ini pada semua orang,” ucap Mita lagi lalu meraih ponsel miliknya yang berada di atas nakas tidak jauh dari jangkauannya.


“Menjijikkan,” ujar Jimi yang sudah keluar dari kamar, sambil menatap pintu kamar di mana Mita berada. Dan ucapan yang baru saja keluar dari bibir Jimi, di tunjukkan untuk Mita, wanita yang sekarang sangat di bencinya.


“Menjijikkan, apa yang menjijikkan Jim?” tanya mama Misa yang tiba tiba sudah berada di belakang tubuh Jimi sang putra.


Tentu membuat Jimi langsung membalik tubuhnya untuk menatap kearah sang mama.


“Ya, ampun, mama mengagetkan aku saja,” ujar Jimi yang memang terkejut dengan keberadaan mama Misa yang tiba tiba berada di belakangnya.


“Apa yang menjijikkan?” tanya mama Misa lagi saat tadi pertanyaannya tidak di jawab oleh sang putra.


“Oh itu Ma, tadi ada kecoa di kamar Mita. Namun, aku sudah membasminya,” jawab Jimi asal.


“Kamar Mita. Bukannya kamar Mita juga kamar kamu?” tanya mama Misa yang merasa janggal dengan Ucapan Jimi yang menyebut kamar tersebut adalah kamar Mita, karena mama Misa tahu kamar tersebut adalah kamar yang sudah lama di tempati Jimi dan juga Mita.

__ADS_1


“Sama saja Ma, kamar Mita kamarku juga,” sambung Jimi sambil mengukir senyum, agar sang mama tidak curiga padanya. Karena sudah lebih dari satu tahun Jimi tidak lagi tidur di kamar tersebut bersama dengan Mita, saat Mita selalu mengusir Jimi jika ingin tidur bersama dengan dirinya. Akhirnya Jimi pun selama setahun ini tidur di kamar yang bersebelahan dengan kamar di mana Mita berada. “Sudahlah Ma, aku pergi dulu,” ujar Jimi sambil mengelus lengan mama Misa.


“Mau ke mana lagi kamu?” tanya mama Misa yang kini menahan lengan Jimi yang akan meninggalkannya. “Kamu tahu Mita sedang tidak enak badan, harusnya kamu tetap berada di sisinya Jim,”


“Aku sudah minta ijin pada Mita, jika aku ingin pergi menemui sahabat aku Ma. Lagian Mita juga baru saja tidur siang,” bohong Jimi agar bisa pergi dari rumah. “Aku pergi dulu Ma,” ujar Jimi lalu mencium kening sang mama sebelum meninggalkannya. Tentu saja sebelum mama Misa mengatakan sesuatu lagi padanya.


*


*


*


Hazel bersama dengan Ana dan juga Aca menghabiskan hari berada di pusat perbelanjaan mewah di pusat kota, dari merawat diri di salon hingga menonton bioskop bersama.


Dan sekarang ketiganya berada di dalam kafe yang ada di pusat perbelanjaan tersebut, setelah keluar dari bioskop.


“Ya ampun aku lelah sekali, sudah semalam di gempur habis sama daddy Simon, sekarang kalian berdua mengajak aku seharian berada di sini,” keluh Aca sambil menidurkan kepalanya di atas meja di mana ketiganya berada.


“Sama, aku juga lelah. Daddy aku juga semalam tidak hentinya memberikan kenikmatan bertubi tubi padaku,” sambung Ana.


“Kalian jangan membuat aku iri,” ucap Hazel.


Aca langsung menegakkan kepalanya dan menatap ke arah Hazel setelah mendengar apa yang baru saja di katakan nya. Begitu pun juga dengan Ana yang juga menoleh kearah Hazel yang duduk di sampingnya.


Tahu jika dirinya menjadi tatapan ke dua sahabatnya, Hazel menurunkan ke dua telapak tangannya yang masih menutupi ke dua telinganya.


“Kenapa kalian menatap aku seperti itu?” tanya Hazel sambil menatap kearah Ana dan juga Aca bergantian.


“Tadi kamu bilang apa. Iri?” tanya Ana yang masih menatap ke arah Hazel.


“Iya, karena aku tidak bisa merasakan apa yang kalian rasakan. Baru saja aku ingin merasakan apa yang biasa kalian rasakan. Om Jimi harus menghentikan aksinya saat dia mendapat telepon dari rumah sakit,” ujar Hazel, tanpa menyadari apa yang baru saja dirinya katakan.


“Om Jimi?”


“Om Jimi yang malam itu mengambil kesucian kamu?” tanya Ana dan juga Aca bergantian setelah mendengar apa yang baru saja Hazel katakan.

__ADS_1


Tentu saja mendengar pertanyaan kedua sahabatnya, membuat Hazel yang baru menyadari apa yang baru saja di katakan nya. Hazel pun langsung menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.


Ana dan juga Aca yang masih menatap kearah Hazel langsung mengukir senyum, dan menyenggol lengan Hazel dengan lengannya masing masing saat ke duanya duduk tepat di sisi kanan dan juga kiri Hazel.


“Cie cie, jadi sekarang maunya dengan yang sudah matang, nih ye,” ledek Ana.


“Sudah tidak usah malu malu dengan kita Zel, jika kamu ingin menjadi sugar baby om Jimi kamu itu,” sambung Aca, dan satu tangannya menurunkan tangan Hazel yang masih menutupi mulutnya.


“Enak tahu Zel menjadi sugar baby, selain kita bisa merasakan surga dunia yang begitu memabukkan, dan membuat Candu saat pedang sugar daddy kita menancap sempurna. Kita juga bisa meminta apa pun yang kita inginkan tanpa harus meminta kepada orang tua kita, yang pasti akan mendapat banyak pertanyaan jika kita meminta uang dengan jumlah yang banyak,” ujar Aca.


“Ca, apa kamu lupa. Hazel bisa membeli apa yang tidak bisa kita beli. Pasti tujuan dia hanya ingin mencoba pedang milik Om Jimi lagi. Iya Kan Zel,” sambung Ana sambil menyikut lengan Hazel.


“Ish, bukan hanya itu aku ingin menjadi sugar baby,” akhirnya Hazel tidak malu lagi pada kedua sahabatnya jika dia ingin menjadi sugar baby tentu untuk Jimi.


“Sugar baby?” tanya seseorang membuat Hazel, Ana dan juga Aca langsung menatap kearah sumber suara.


Bersambung..........................


PENGUMUMAN PEMENANG GIVEAWAY


SELAMAT UNTUK PEMILIK 10 AKUN YANG ADA DI BAWAH INI 👇👇👇



Untuk akun 1-4 top fans rangking umum gold, silakan DM alamat kalian dan kirim ss akun kalian tersebut. karena ada bingkisan menarik yang akan aku kirim, untuk kalian berempat, dan tentunya free ongkir ya.


Dan untuk akun 5-10 top fans ranking umum silver, silakan DM juga dan berikan nomor telepon kalian. karena masing-masing dari kalian akan mendapatkan pulsa @25.000.


NOTES


Semua pemenang aku tunggu DM maksimal 3×24 jam ya gaes.


Dan semula pemenang wajib ikuti akun IG aku di harumini_12 dan juga wajib ikuti aku aku di Noveltoon Oke gaes.


Sekali lagi selamat untuk para pemenang. Dan selamat hari senin, jangan lupa selalu tinggalkan Like,komen di setiap bab. dan jangan lupa lagi vote hari seninnya ya gaes.

__ADS_1


SELAMAT BERAKTIVITAS UNTUK KALIAN SEMUA 😘😘😘😘😘


__ADS_2