MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Memutar Balikkan Fakta


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh menit, Jimi tiba di rumahnya. Tentu saja bersama dengan Hazel yang memang ingin ikut dengannya. Terlebih lagi orang tua Jimi juga sudah mengenal baik Hazel.


Tahu di mana sekarang dirinya berada, Hazel yang sudah turun dari mobil mengikuti langkah Jimi dari belakang, padahal di dalam hati Hazel dirinya ingin berjalan sambil memeluk lengan Jimi yang begitu kekar. Namun, Hazel sadar diri dimana dirinya sekarang berada.


Jimi yang sudah masuk ke dalam rumahnya di ikuti Hazel dari belakang, langsung menatap wanita paruh baya yang sedang duduk di atas sofa ruang tamu, dengan tatapan matanya menatap tajam kearah Jimi.


Dan wanita paruh baya tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah mam Misa kini beranjak dari duduknya dan mendekati Jimi, yang juga melangkahkan kakinya mendekati sang mama.


“Dari mana saja kamu?” tanya mama Misa penuh selidik saat sudah mendekati Jimi.


“Hay Oma,” sapa Hazel yang kini mengsejajar kan tubuhnya di samping Jimi.


“Hay Zel,” balas mama Misa yang sudah mengenal baik siapa Hazel, karena selain Hazel adalah anak dari sahabat Jimi, Hazel juga sahabat dari sang cucu dari anak pertama mama Misa yang tinggal di luar negri.


Setelah menyapa dan juga membalas senyum Hazel, kini mama Misa menoleh kembali kearah Jimi sang putra yang masih berada di tempatnya.

__ADS_1


“Kamu belum menjawab pertanyaan mama Jim,” ujar mama Misa. “Dari mana saja kamu Jim. Apa benar yang Mita katakan jika kamu sering tidak pulang ke rumah?” tanya mama Misa yang benar benar tidak bisa menahan untuk menanyakan hal itu pada sang putra meskipun ada Hazel di sampingnya.


“Oma Misa, om Jimi semalam menginap di rumahku. Dan yang Oma katakan, jika Om Jimi sering tidak pulang ke rumah itu benar. Oma tahu sendiri kan om Jimi seorang dokter, tentu saja dia sering menginap di rumah sakit,” sambung Hazel untuk menjawab pertanyaan yang mama Misa tunjukkan pada sang putra.


“Oma sedang tidak bertanya pada kamu Zel. Kamu masih anak anak tidak akan tahu urusan orang dewasa, lebih baik kamu pulang karena oma tidak datang bersama dengan Leta,” ujar mama Misa sambil menyebut nama sang cucu sahabat dari Hazel yang tinggal di luar negri.


“Ma, kenapa mama bicara seperti itu pada Hazel dan menyuruhnya untuk pulang. Aku yang membawa dia ke sini,”


“Tapi anak ini… ah sudahlah,” mama Misa tidak ingin melanjutkan ucapannya, dan kembali menatap kearah Jimi sang Putra. “Mama ingin bicara empat empat mata dengan kamu Jim, sekarang ikut dengan mama,” pinta mama Misa yang langsung membalik tubuhnya untuk menuju taman belakang.


Sebelum Jimi mengikuti sang mama, dia terlebih dahulu meminta Hazel untuk menunggu dirinya di ruang keluarga, dan Hazel pun mengiyakan apa yang di katakan oleh Jimi.


Plak!


Tamparan mendarat di satu pipi Jimi yang di layangkan oleh mama Misa, tentu saja membuat Jimi begitu terkejut dengan apa yang baru saja sang mama lalukan.

__ADS_1


“Ma, ada apa dengan mama, kenapa mama menampar aku?” tanya Jimi bingung.


“Kamu masih bertanya, kamu pasti paham betul jika mama sudah bermain kasar,”


“Tapi aku tidak memiliki salah apa pun Ma,” sambung Jimi, karena jika sang mama sudah bermain tangan artinya ada kesalahan yang dirinya lakukan.


“Tidak memiliki salah, apa kamu memiliki wanita lain di belakang Mita itu tidak salah. Dan kamu jangan membela diri, Mita sudah memberi tahu mama. Jika kamu jarang pulang ke rumah, dan selalu mengabaikan istrimu,”


Jimi hanya menggelengkan kepalanya mendengar apa yang baru saja sang mama katakan. Dan Jimi tahu persis Jika Mita ingin memutar balikan fakta.


“Apa aku harus mengatakan pada mama yang sejujurnya, kenapa aku memiliki wanita lain?”


Bersambung............


Apakah Jimi akan mengatakan yang sejujurnya? tak tahu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

__ADS_1


Rekomendasi novel populer untuk kalian ada di bawah sini ya gaes, jangan lupa mampir di jamin seru dan kalian pasti suka 👇👇👇👇👇👇



__ADS_2