MY SUGAR BABY

MY SUGAR BABY
Kamu Senang?


__ADS_3

“Jim, tahan Jim, jangan tergoda. Jadilah pria sejati, tetap abaikan apa yang gadis kecil ini katakan,” batin Jimi pada dirinya sendiri setelah Hazel mengatakan jika tidak perlu menikah dahulu untuk melakukan making love.


Dan Jimi yang tidak ingin terpancing dengan apa yang belum lama Hazel katakan, kini dia menginjak pedal gas untuk melajukan mobilnya, tentu saja tanpa menoleh kearah Hazel yang sedang menatap kearahnya.


“Ish, Om kok diam saja. Benar apa yang aku katakan bukan, tidak harus menunggu menikah untuk melakukan making love, contohnya kedua sahabat aku yang bisa kapan saja melakukan itu dengan para daddy-nya iyakan kan Om?”


“Ya Tuhan, juahkan setan dariku,” batin Jimi lagi, agar tidak terpancing dengan ucapan Hazel. Apalagi Jimi mengingat lagi apa yang akan dia lakukan pada Hazel, sebelum dia dilarikan ke rumah sakit karena sakit perut, dan kini gelayaran aneh mulai mengalir dialiran darahnya, tapi sebisa mungkin Jimi untuk meredamkan aliran tersebut.


“Ish, kenapa Om Jimi hanya diam saja sih,” kesal Hazel yang kini langsung menyandarkan punggungnya disandaran kursi yang didudukinya, tentu saja kedua bola matanya terus menatap kearah Jimi yang sedang fokus mengendarai mobilnya.


“Iya Om ma…” Jimi tidak jadi meneruskan ucapannya saat menyadari apa yang baru saja akan dikatakannya salah. “Jangan bahas itu dulu Zel, om tidak bisa berkonsentrasi saat sudah membahas hal itu,” ucap Jimi untuk mengalihkan pembicaraannya.


“Dassar menyebalkan,” sahut Hazel kesal.


Tidak perlu waktu lama untuk Jimi mengendarai mobilnya dan tiba di rumah Hazel tujuannya saat ini. Karena memang hari sudah malam tentu saja jalanan yang dilaluinya begitu lenggang.


Brak!

__ADS_1


Hazel yang sudah terlebih dahulu turun dari dalam mobil Jimi yang sudah terpakir ditempat parkir yang ada di rumah Hazel. Membuat Jimi juga langsung turun dari dalam mobil, dan menyusul Hazel yang sudah tiba diteras rumahnya.


Jimi yang sudah berhasil menyusul Hazel, kini menahan tangannya untuk menghentikan langkahnya.


“Om, apa apaan Si,” kesal Hazel yang sudah menghentikan langkahnya.


“Kenapa kamu masih kesal, Om kan susah menuruti apa yang kamu mau, jika om tetap ingin merahasiakan hubungan kita,”


“Ah sudahlah, jangan dibahas, aku kesal pada Om,”


“Lagian Om tadi didalam mobil tidak mengiyakan apa yang aku katakan,”


Itu lagi yang dibahas oleh Hazel, membuat Jimi kini meraup wajahnya dengan satu tangan yang tidak dia gunakan untuk menahan tangan Hazel.


“Ya, ampun Zel, kenapa itu lagi yang dibahas. Kamu benar benar menguji kesabaran Om,” ujar Jimi yang kini langsung membopong tubuh Hazel. “Oke, om jawab, itu boleh. Dan Om akan melakukannya untuk membungkam mulut kamu,” akhirnya Jimi tidak kuat menahan Hasrat di dalam tubuhnya saat Hazel terus saja ingin membahas yang tadi dia bicarakan di dalam mobil.


“Nah begitu dong Om,” sambung Hazel yang entah mengapa merasa bahagia, apalagi saat dia mengingat lagi kedua sahabatnya belum lama mengirim foto saat mereka sedang melakukan hubungan intim dengan para sugar daddy-nya, tentu saja hal itu membuat Hazel yang masih labil, ingin merasakan apa yang kedua sahabatnya lalukan, sungguh teman laknat memang.

__ADS_1


“Kamu senang?” tanya Jimi dan terus melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Hazel.


“Tentu Om,” jawab Hazel yang kini melingkarkan kedua tangnnya dileher Jimi. “Cium Om,” pinta Hazel sambil memajukan bibirnya, saat Jimi baru saja membuka pintu rumah Hazel yang kebetulan tidak dikunci.


Tanpa pikir panjang lagi, Jimi yang sudah menghentikan langkahnya, langsung menyambar bibir Hazel saat sudah terbayang diotaknya rasa manis dari bibir tersebut.


Kedua asik dengan saling balas berciuman tanpa menyadari, ada empat pasang mata yang sedang menatap kearahnya.


“Hazel!”


“Jimi,” suara teriakan dari dua orang bersamaan memanggil keduanya.


Membuat Hazel dan juga Jimi yang paham betul siapa pemilik suara yang baru saja memanggilnya, membuat keduanya langsung melepas tautan bibirnya dan menoleh kearah sumber suara, dan Hazel pun langsung turun dari gendongan Jimi.


“Grandma?”


Bersambung……………….

__ADS_1


__ADS_2