
Mendapati Mita berjalan mendekati di mana Jimi berada, membuat Jimi yang duduk di pinggiran tempat tidur. Kini beranjak dari duduknya dan kembali memasukkan ponsel miliknya ke dalam kantong celana nya dan urung untuk menghubungi Hazel sang gadis yang sudah mengalihkan dunianya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan Mit?" tanya Jimi penasaran. Pasalnya selama ini Mita tidak pernah memasuki kamar di mana dirinya berada.
"Aku hanya ingin berterima kasih padamu Jim," jawab Mita dengan tersenyum manis dari ke dua sudut bibirnya ke arah Jimi.
"Untuk apa, kita juga sudah sering melakukan hal seperti ini dan terlihat baik baik saja di depan kedua orang tua kita,"
"Iya aku tahu Jim," sambung Mita yang kini duduk di pinggiran tempat tidur Jimi, dengan ke dua bola mata yang terus menyusuri setiap jengkal sudut ruangan di mana selama ini Jimi tidur setelah berpisah ranjang dengannya. "Nyaman juga tempat ini Jim?" tanya Mita. Karena memang kamar tersebut tertata dengan rapi, mengingat lagi Jimi pria yang menyukai kerapihan.
"Mit, jangan banyak berasa basi, katakan saja apa tujuan kamu datang ke kamarku,"
__ADS_1
Mendengar apa yang baru saja Jimi katakan, tentu saja membuat Mita kini menoleh ke arah Jimi yang masih menjadi suami sahnya.
"Aku jika mendapati kamu bersikap seperti ini padaku, serasa kamu itu bukan Jimi yang aku kena Jim. Karena Jimi yang aku kenal selalu bertutur lembut padaku, menghargai aku sebagai istrimu, dan semarah apa pun kamu padaku, kamu akan selalu mengontrol emosimu Jim," ucap Mita mengingat lagi sikap Jimi kepada dirinya dulu. "Apa kamu sudah memiliki wanita lain Jim?"
"Apa aku harus menjawab pertanyaan kamu Mit?" tanya Jimi balik yang entah mengapa enggan untuk menjawab pertanyaan yang baru saja Mita lontarkan.
"Tidak Jim, itu urusan kamu. Kamu pantas mencari wanita lain yang jauh lebih baik dari aku," jawab Mita yang kini beranjak dari duduknya dan mengukir senyum ke arah Jimi.
"Aku akan pergi Jim, dan terima kasih sekali lagi untuk perhatian kamu tempo hari saat aku berada di titik terendah saat aku kehilangan bayiku," ujar Mita, saat mengingat lagi Jimi begitu perhatian pada dirinya saat masih di luar kota. "Dan aku minta padamu, tetaplah mempertahankan rumah tangga kita ini demi ke dua orang tua kita,"
Tentu saja Jimi yang tadi enggan untuk menatap ke arah Mita, kini menatap wanita yang masih menyandang status sebagai istri sahnya.
__ADS_1
"Apa aku tidak salah dengar Mit?" tanya Jimi, yang benar benar tidak percaya pada apa yang baru saja Mita katakan, karena sejak lama Mita lah yang enggan untuk mempertahankan rumah tangganya, dan sebisa mungkin mencari cara untuk berpisah dengan Jimi.
"Tidak Jim, aku akan terus mempertahankan rumah tangga ini demi ke dua orang tuaku, dan aku juga tidak peduli jika kamu memiliki wanita lain di luar sana, karena itu hak mu setelah apa yang aku lakukan padamu dulu," sambung Mita sambil mengukir senyum. "Tapi aku akan mencari tahu siapa wanita itu, dan menjauhkan dia darimu. Karena hanya aku yang akan menjadi wanita satu satunya untuk kamu Jin," batin Mita yang terus mengukir senyum, saat Mita baru menyadari Jimi adalah pria yang sangat baik.
Dan sebelum Jimi mengatakan sepatah kata pun, Mita segera keluar dari kamar Jimi.
Yang membuat Jimi benar benar tidak mengerti dengan sikap Mita belakangan terakhir yang tidak seperti biasanya.
"Ah sudahlah lupakan Mita Jim, ada yang lebih penting di dalam hidupmu yaitu gadismu itu," ucap Jimi pada dirinya sendiri.
Kemudian Jimi mengambil ponselnya yang berada di dalam kantong celananya untuk menghubungi Hazel seperti niat awalnya sebelum Mita datang ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Bersambung........................